Klayar Beach 4th


Entah kenapa ketika ingin melihat obyek wisata yang satu ini, tak ada bosan – bosannya sama sekali. Sejak beberapa tahun yang lalu mengunjungi salah satu obyek wisata di Pacitan ini, seperti tak ada rasa jenuhnya sama sekali, yang ada hanya puas, segar, senang, gembira, dan tentu bersyukur atas nikmat yang Allah anugerahkan di bumi Pacitan.

Ya, berkunjung ke Pantai Klayar seakan menjadi satu hal yang harus rutin dijalani ketika kita ingin menghilangkan stress dan penat akibat rutinitas di tempat kerja. begitu juga halnya dengan saya yang mungkin agak banyak pikiran, sehingga akhir pekan kemarin (03-04/11), dengan beberapa teman dari Semarang, mengagendakan untuk relaksasi, menikmati pasir putih dan tanah Lot Pantai Klayar yang menjadi ikon tersendiri di Pacitan.

Seruling Samudra

Seruling Samudra

Setelah hari sabtunya puas menikmati es dhawet jabung, pun demikian dengan hari ahad paginya puas menikmati Teleng Ria, makan Nasi bakar Tuna di atas laut Teleng Ria, perjalanan di akhir pekan itu kami teruskan menuju obyek wisata idaman, Goa Gong dan Pantai Klayar.

Ciri khas jalanan di pegunungan seribu yang merupakan wilayah di Kecamatan Punung-Donorojo, tempat Pantai Klayar dan Goa Gong berada, menjadi pemandangan unik yang mungkin hanya ada di pacitan. jalanan yang berkelok – kelok, naik turun, dan sangat sempit terpaksa membuat sang supir mesti ekstra hati – hati melewatinya, sebab kalau tak hati – hati, bisa sewaktu – waktu berpapasan dengan mobil lain bisa masuk ke jurang, karena sempitnya jalan yang dilalui, disepenjang desa Bomo-Sendang, arah menuju ke Pantai Klayar.

saya sarankan kalau ke daerah Klayar, wajib membawa supir berpengalaman, terutama yang asli Pacitan (promosi.com) 🙂

Dan, akhirnya, sesuai prediksi saya, Ahad sore itu, setelah sebelumnya kelelahan emnikmati stalagmit dan stalagtit Goa Gong, teman2

Kalayar Beach

Kalayar Beach

begitu terkagum – kagum dengan keindahan Klayar. Ya, tepat, sesuai prediksi saya, karena ini merupakan perjalanan pertama bagi mereka, jadi ya wajar kalau mereka terkagum – kagum dengan keindahan bebatuan dan karang2, dipadukan dengan deburan ombak Khas Lau selatan, wonderfull..

Wong saya saja yang orang asli Pacitan masih seneng kok, apalagi mereka yang baru liat Klayar pertama kali, ya mesti seneng to yaa

Dan, singkat cerita, sore itu kami berlima benar2 terpuaskan dengan Klayar. Bebatuan tanah Lot yang mempesona, pun demikian dengan seruling samudera yang sore itu membasahi baju kami, juga es degan Klayar, membuat penat kami dua hari ini rontok di sapu gelombang Klayar. Mantap surantap deh pokok’e.

Cocok juga jadi model… 🙂

Yah, namanya orang sih ada juga sisi narsismenya timbul dalam setiap kesempatan, apalagi saya, yang memang dari sononya gebitu, eh begitu. Mumpung bawa kamera bagus, dan pemandangan mendukung, jadilah saya foto – foto narsis di atas karang Pantai Klayar. Berbagai gaya dan pose sudah saya gunakan, dan setelah di timang2, saya cocok juga ya jadi model. Hehehehe. (pede-banget.com) 🙂 #yoben.

Dari pose konvensional, pose macam The Raid, pose siluet, dan pose sedang kena kepiting, semuanya sudah saya coba sore itu, dan hasilnya, tak terlalu mengecewakan. Nilainya 8 lah,, wkwkwkwkwk.

Klayar dan masa depan

Sejatinya, keindahan sebuah pemandangan, tampak lebih indah ketika dia dibiarkan natural, akan tetapi tetap perlu modernisasi untuk lebih mendukung marketisasi Obyek wisata tersebut. begitu juga halnya dengan Klayar. Walaupun dari sononya sudah bagus, tetap perlu ada pembaharuan untuk tambah membuat Klayar menjadi Pantai yang Top Markotop.

Katanya salah satu pemandu, Pak Hardi, katane sih akan dibangun aliran listrik di Pantai Klayar, biar menambah eksotisme Pantai. Maklum selama ini fasilitas pendukung seperti listrik masih belum ada, sehingga kadang kalau ada wisatawan berkunjung dan lupa ngecharge baterai kamera, terpaksa gigit jari tak bisa memotret pemandangan super dahsyat Klayar.

Pernah nih suatu ketika pas berkunjung kesini bareng teman2, batre kamera lupa di charge, dan terpkasanya ngecahrge pake accu di penduduk lokal situ, mbayar 10 ribu waktu itu, tapi cuma bisa buat njepret beberapa kali doang. menguciwakan lah pokok’e.

akhirnya ya terpaksa akhirnya qta pakek kamera hp, sehingga hasilnya tak terlalu bagus.. Hufft

Singkatnya, Klayar perlu pengelolaan lebih rapi, terarah, dan visoner untuk mengembangkan kawasan Klayar ini menjadi lebih maju. Dari sisi transportasi, fasilitas pendukung, marketing, dan dukungan struktur Pemkab dan Pemprov dalam upaya memajukan Klayar, sangat dibutuhkan.

Nah, begitu sekelumit kisah dari Pantai Klayar, untuk kesekian kalinya… 🙂

Berikut pose2 narsisku… hehehehe 🙂

Pose_7

Pose_7

Pose_6

Pose_6

Pose_5

Pose_5

Pose_4

Pose_4

Pose_3

Pose_3

Pose_2

Pose_2

Pose_1

Pose_1

Iklan

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s