Grazie Unnes!


Selasa-Rabu, 16-17 Oktober 2012, mungkin menjadi hari – hari yang membahagiakan bagi 3110 mahasiswa Unnes yang hari itu di wisuda. Dua hari yang mereka nanti – nantikan kedatangannya setelah selama 4 tahun atau lebih menuntut ilmu di Unnes. Saya pun demikian. 6 tahun lalu, saya masuk Unnes, dan hari itu di wisuda. Agak telat sih memang, tapi tak masalah, bagi saya ini adalah momentum saya untuk menyelesaikan studi saya di jenjang Strata 1.

Saat-saat belajar menjadi sehat dan bugar

Selama di FIK Unnes, tempat saya belajar, banyak sekali romantika perjalanan saya yang mungkin akan menjadi satu kenangan terindah yang tak pernah terlupa dalam sejarah hidup saya. Mulai dari kuliah Atletik yang waktunya siang hari, sehingga selama beberapa bulan saya keliatan berkulit hitam. Atau saat habis kuliah renang, terus siangnya kuliah teori, akhirnya ketiduran didalam kelas. Atau juga belajar Tenis Lapangan, yang hingga kini menjadi hobi baru saya.

Saat penelitian skripsi

Saat penelitian skripsi

Atau juga menjadi penanggungjawab alias asisten bu dosen saat mengajar kuliah Ilmu Gizi Olahraga dan Kesehatan Olahraga. Memandu temean2 seangkatan untuk ikut Kuliah ini, menjadi kebahagiaan tersendiri buat saya. Khusus untuk matakuliah ini, saya juga belajar banyak tentang program latihan fisik yang sangat berguna bagi perbaikan kondisi fisik kita.

Selama di FIK Unnes juga, tepatnya di jurusan Pendidikan Jasmani kesehatan dan rekreasi, saya belajar senam kebugaran, dan sebenarnya sih dulu tidak terlalu suka senam kebugaran, karena agak gimanaa gitu…, ketika harus berdiri menjadi instruktur didepan. Akan tetapi setelah dipaksa karena mau PPL, saya pun belajar, dan akhirnya bisa juga. Saya pun akhirnya tahu bahwa senam itu menjadi ilmu baru bagi saya. Dan bahkan beberapa kali saya diundang ngisi senam di berbagai acara organisasi. Hehehehe. Hingga akhirnya saya berkesempatan mengikuti TFT Senam Nusantara tingkat Provinsi. Duh senengnyoo!!

Saat belajar ngomong, ya di Unnes!

Sebelum masuk Unnes, sebenarnya saya bukanlah aktivis. Lalu setelah saya tertarik melihat para aktivis, yang terlihat setiap waktunya full manfaat, ada yang pandai orasi, ada yang pandai membuat proposal. Lalu setalah merenung, saya-pun pada akhirnya tertarik bergabung didalamnya. Asyik. Disini saya belajar banyak, tentang menajemen organisasi, tentang leadership, tentang ilmu bicara didepan publik, tentang kesekretarian, tentang event organizer, tentang liputan. Semuanya saya belajar di FIK dan Unnes.

Pertama sih saya diajak ikut gabung di redaksi majalah medula (sekarang namnya berubah menjadi SPORTIF) sebuah media untuk anak – anak olahraga, yang di buat oleh Dekan FIK saat ini, Pak Harry Pramono, disini belajar wawancara, belajar liputan, dan belajar menulis artikel. Tentunya yang namanya belajar, pasti ada gagalnya juga, ada berhasilnya juga, disini juga pada akhirnya saya menemukan dunia saya. Yes. Right. Menulis!

Pernah  suatu ketika karena telat ngumpulin artikel, saya bersama reporter lainnya yang saat ini menjadi Pegawai BNI di Jawa Tengah, Eros Budi Setiawan, diomelin habis2an oleh Mbak Nining Prasetya Utami, sang redaktur pelaksana yang juga reporter mingguan Express.

Pun demikian ketika saya memutuskan bergabung dengan BEM, Badan Eksekutif Mahasiswa, saya merasakan banyak manfaat yang saya ambil. Disana saya belajar tentang manajemen SWOT dari sebuah organisasi, belajar berbicara di depan umum, belajar manajemen konflik. Sungguh, saya bahagia ketika itu bisa disana dan menemukan rasa percaya diri yang tinggi. Di BEM juga saya bersama para aktivis tersebut menemukan dunia baru, dunianya para aktivis. Tercatat di BEM FIK, pengalaman saya yang cukup membahagiakan adalah ketika jadi Ketua Panitia Seminar nasional, juga menjadi Kadep Litbang, yang mengharuskan saya banyak ngomong, bisa mengayomi, dan tentu bisa memanajemen sebuah konflik.

Melalui tulisan ini saya mengucapkan terimakasih kepada Mas Agus Waluyo (Ketua BEM FIK 2007), Syarifudin (Ketua BEM FIK 2008), Adi Prasetyo (Wakil Ketua BEM FIK 2008), Slamet Sugiyanto (Presma Unnes 2007), dan Geri Setiawan (Presma Unnes 2008), karena berkat mereka mencemplungkan saya kedunia aktivis, saya jadi belajar banyak dan banyak belajar. Merci!

Ketika belajar berbenah menjadi shalih

Belajar shalih, itulah hal yang juga membuat saya merasa menjadi orang paling beruntung sedunia. Karena sebelum di Unnes,

^_^

^_^

kebetula aktivitas saya di SMA sangat super monoton sekali, sekolah, main bola, PS-an, main kartu, ikut les, gitu – gitu doang. Paling banter di SMA itu ya ikut Kemah di wilayah Tulungagung, atau ikutt Pondok Ramadhan di Sekolah. Gak ada yang spesial.

Lalu saya merenung dan mencoba merubah konsep hidup saya. Dan pada akhirnya singkat cerita, saya dipertemukan dengan mereka, yang berwajah adem, sejuk, dan menyejukkan, senyumnya membuat jiwa saya takluk. Ya, bertemu para aktivis Rohis telah membuat saya semakin bahagia menjadi mahasiswa.

Hingga akhirnya, saya ikut ngaji dengan aktivis Rohis, aktif di Rohis, dan akhirnya pernah didaulat menjadi Ketua Umum Rohis Fakultas. Ketua KARISMA FIK. Saya tak membayangkan sebelumnya, orang biasa seperti saya bisa menjadi Ketua KARISMA. Hemmm. (Baca tulisan saya tentang pengalaman ketika jadi Ketua KARISMA).

Bahagia sekali rasanya bersama orang – orang shalih tersebut, dan saya berharap mereka sampai kapanpun tetap istiqomah, dalm bingkai kebaikan. Saya juga bertekad untuk selalu istiqomah menyuarakan kebaikan, seperti saat itu, membersamai orang – orang shalih tersebut.

Makanya saya merasa ikut terpanggil ketika Rohis sedangg terkena isu dan fitnah yang keji beberapa waktu lalu, karena saya menganggap Rohis itu ya sarana untuk membuat kita menjadi bener akhlaknya, bukan yang lainnya. (Baca tulisan saya mengenai Rohis dan Indonesia).

So, saya sangat bahagia bersama orang – orang shalih tersebut, dan semoga sampai kapanpun, semangat untuk menjadi shalih dengan selalu menebar kebaikan ini terus ada didalam jiwa.

Amin YRA.

Belajar Visioner-Idoelogis-Filosofis

Bukan hanya belajar ngomong dan menjadi shalih saja saat – saat menjadi mahasiswa itu. Tentu yang lebih lagi adalah ketika saya belajar menjadi seroang pemimpi, visioner, belajar menjadi sosok – sosok ideologis dan filosofis. Yes. Hal itu adalah ketika saya memutuskan bergabung dengan para aktivis KAMMI. Bersama mereka adalah satu kebahagian tersendiri, apalagi disana bukan hanya sekedar bagaimana mengelola sebuah organisasi, lebih dari itu adalah tentang bagaimana mengkader, bagaimana berfikir progresiv-revolusioner, juga bagaimana kita mampu mencermati segala problematika nasional, dan kita juga diajak untuk mampu menjadi generasi solutif bagi Indonesia. This!

Di KAMMI, saya juga belajar lebih tentang pengorbanan, sehingga saya menemukan sebuah falsafah, tak ada cinta tanpa pengorbanan. Dan berawal dari hal ini juga, yang membuat saya merasa mencinta KAMMI dan segenap kader – kadernya dengan sepenuh hati.

My Graduation with Mom and Dad

My Graduation with Mom and Dad

Sejak awal belajar di KAMMI, ikut DM1 di Unnes, lalu berlanjut ke DM2 di Semarang, dan pada akhirnya ikut jenjang pengkaderan yang paling tinggi di KAMMI, DM3 Jogja, semuanya membuat saya semakin mantap dan yakin, bahwa Indoonesia kedepan tak perlu gundah lagi dalam mencari pemimpin masa depan. Karena stock pemimpin masa depan Indonesia itu ada di KAMMI. Ibelieve it!

Satu hal kecil yang mungkin terkenang selama saya di KAMMI adalah ketika saya bisa menyisihkan sebagian gaji saya saat ngajar untuk membuat buletin di KAMMI Komsat, selama kurang lebih 17 kali edisi penerbitan. Bahagia rasanya walaupun hanya kecil yang saya berikan. ^_^

Ah, banyak hal yang saya dapatkan dikampus kuning ini. Kampus di gunung yang siap mendunia. Banyak hal yang belum saya ceritakan disini, dan akan saya simpan sebagai kenangan indah yang tak pernah terlupakan. In my life!

Dan pada akhirnya, semua kenangan itu, telah menjadikan saya seperti ini adanya. Semua peristiwa – peristiwa hebat tersebut, telah membawa saya ke dunia baru, dunia baru yang semakin meneguhkan kecintaan saya kepada Indonesia. Saya semakin yakin, bahwa 3110 lulusan Unnes tersebut, semoga siap menjadi generasi solusi bagi Indonesia.

Sekali lagi, Grazie Unnes!

Iklan

9 thoughts on “Grazie Unnes!

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s