Bahagia, punya keluarga (baru)


Bahagia rasanya ketika kita punya keluarga baru, yang selalu membantu kita saat kita membutuhkan. Yang selalu memberikan kasih sayang kepada kita saat kita merasa sendirian. Begitu juga dengan saya, yang menemukan keluarga baru setelah keluarga asli saya. Ya. Keluarga baru yang satu ini mungkin telah menjadi keluarga dan menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup saya. Tetapi jangan salah tebak, keluarga yang saya maksud, bukan istri, atau keluarga besanan, bukan sama sekali. Karena saya belum beristri, jadi keluarga baru yang saya ceritakan itu adalah keluarga baru besan keluarga kami, tepatnya keluarga mertua kakak saya, Mas Wawan.

Baru sekitar 3 tahun lalu lamanya, ketika mas pertama saya dan satu – satunya di keluarga kami menikah dengan seorang PNS dari Kabupaten Wonogiri, dan semenjak itu pula saya menjadi semakin akrab dengan keluarganya mertua mas saya itu, yaitu keluargany Mbak Lina, Pak Jauhari dan keluarga. Apalagi setiap saya pulang dari Semarang, ke Pacitan selalu melewati Kabupaten Wonogiri, jadinya ya selalu melewati rumah sederhana yang berada tepat di pinggir jalan Provinsi Jawa tengah-Jawa Timur.

Hampir setiap pulang ke Pacitan, atau kebalikannya, dari Pacitan ke Semarang, saya selalu menyempatkan diri untuk sekedar istirahat di rumah yang juga dijadikan tempat produksi tempe keripik tersebut.

Tapi kadang saya jadi tidak enak sendiri, karena tiap kali saya berkunjung, selalu disuguh makanan yang enak2, entah itu sate, tongseng, dan macem2nya. Aduuduh, saya jadi tidak enak hati sama keluarga Pak Jauhari, hehehe, selalu merepotkan beliau berdua dan keluarga.

Rumah yang jadi tempat bermukim bagi keluarga Pak Jauhari ini seakan sudah menyatu dengan kehidupan saya, jadinya saya menemukan keluarga baru lagi, tentunya setelah keluarga asli saya.

Rumah produktif

Bagi saya, selain keluarga Pak Jauhari ini menjadi keluarga baru saya, juga saya menyaksikan mereka dengan tekun mengelola bisnis dan usaha rumahan berupat tempe keripik. Namnya tempe keripik barokah. Hampir setiap saya mampir, dari pacitan ke Semarang, saya selalu dibekali oleh2 tempe keripik yang dikelola oleh anggota keluarga Pak Jauhari.

Terkait produksi  tempe rumahan ini, saya pernah punya cerita unik, yaitu ketika usaha tempe keripik yang menjadi home industri ini masuk acara di televisi swasta nasional, bertajuk info niaga. Usut punya usut, ternyata hal tersebut berawal dari ketidak sengajaan.

Begini ceritanya, suatu ketika saya yang hobinya foto – foto in memotret proses produksi tempe keripik ini dengan kamera pocket. Saya sih hanya ingin menginformasikan semua proses produksi tempe tersebut di blog saya ini, eee, ternyata foto – foto hasil jepretan saya tersebut di ambil oleh tivi tersebut untuk dijadikan bahan acara info niaga tersebut. Hemm, selamat yaa..

Untuk tulisan saya yang satu ini, saya boleh lah mengatakan bahwa rumah pak Jauhari tersebut adlaah rumah yang produktif, alias rumah yang menghasilkan. Karena selain produksi tempe keripik yang setiap hari selalu ada dan disetor ke berbagai toko2 di wilayah Wonogiri dan sekitarnya, rumah model Joglo tersebut juga dijadikan bengkel tambal ban, jualan bensin, dan beberapa waktu lalu bahkan sempat dijadikan tempat rental Game.

Hemm, bahagia sekali rasanya, saya punya keluarga baru.

Iklan

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s