Karena mereka adalah inspirasiku


Hari ini, saya ingin bercerita tentang mereka. Mereka yang mungkin bagi sebagian adalah biasa – biasa saja, tetapi bagi saya mereka luar biasa. Mereka adalah pahlawan. Mereka adalah orang – orang yang menginspirasi saya, untuk selalu optimis menantang kerasnya kehidupan, untuk bersemangat sepanjang zaman, untuk tetap ceria, whatever, whenever, wherever, forever. Yes, they are my lovely Family.

Sembari mendengarkan Padi, dengan ‘elok’nya, saya ingin bercerita satu – satu tentang mereka. Yang pertama, adalah de bes father, ya, ayah saya. Bapa kula ingkang nglumantaraken kawulo dados tiyang ingkang migunani tumraping liyan. Ayah saya, adalah sang pejuang sejati, he is hard worker. Walaupun fisiknya kurus, tak setinggi aku, juga tak segemuk kakakku satu – satunya, tapi jiwanya besar, tetapi dadanya lapang. Dirinya seakan sudah ditakdirkan untuk menjadi penolong pagi masyarakat sekitar.

Walaupun beliau statusnya PNS, tepatnya Kepala SDN Kasihan II, tetapi hal itu tak menghalangi untuk senantiasa berkontribusi untuk masyarakat, memberikan efek kebermanfaatan kepada msayarakat sekitar. Hal yang saya ingat dalam salah satu nasihatnya adalah, “dadi uwong kuwi kudu tansah migunani tumraping liyan”. Ini kan hampir sama dengan nasihatnya Ali, Khairun naas anfa uhum lin naas. Atau bahasa gerakannya adalah The best of you is most contributing for people. Yes. Inilah filosofi dasar yang dipegang my father.

Sikapnya yang tegas, kumis tebal, dengan nada suara yang keras setiap kali berbicara, menjadi satu ciri khas tersendiri yang dimiliki bapak. Dengan kondisi yang demikian, tak jarang bapak sering ditakuti oleh para muridnya. Pun demikian, walau suara keras dan tegas, bukan berarti bapak dijauhi murid – muridnya. Justru banyak sekali murid – muridnya yang sering berkunjung kerumah, baik yang sudah sukses maupun yang masih menjadi murid.

Spesialisasi dari bapak yang hobinya ngarit (mencari rumput) dan memelihara sapi ini, selain menjadi seorang PNS, juga adalah pandai srawung dengan masyarakat sekitar. Kata bapak, srawung atau sering bersilaturahim dengan sesama akan memperbanyak pahala, juga menambah saudara. Karena seringnya srawung dengan masyarakat, beliau menjadi dikenal dan menjadi tokoh masyarakat setempat.

Selain itu, beliau adalah seorang pecinta budaya Jawa sejati. Dalam buku saya juga sempat saya kutip wawancara saya dengan bapak seputar tembang mijil. Tercatat beliau ini adalah seorang jawa yang mengerti segala sesuatu tentang budaya Jawa, mulai dari wuku atau penanggalan Jawa, tetembangan Jawa,  sekar sumawur, bahkan beliau sering didhapuk/daulat sebagai ketua manten, tentunya dengan pidato bahassa Jawa.

Lanjut, yang kedua adalah My Best Mom, Ibu saya. Beliau sama statusnya dengan bapak, seorang PNS, kepala SD Kasihan IV. Kalo bapak adalah tipikal sosok yang tegas, maka ibu adalah sebaliknya, lembut dan dengan bahasa yang dalam. Ibu saya adalah sosok motivator yang pandai memotivasi anak – anaknya, terutama memotivasi saya agar bisa memaknai hidup. Perhatiannya yang luar biasa, kasih sayangnya, serta sikapnya yang lembut, dan keshalihannya, menjadikan beliau wanita yang terbaik yang pernah saya temui.

Beliau berdua, bapak dengan ketegasannya, Ibu dengan kelembutannya, ibarat karang dan ombak. Tak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Mereka berdua adalah pasangan serasi, yang sejak awal memang bahu membahu untuk saling mencintai, dan terus mencintai. Juga beliau berdua tak diragukan dedikasinya dalam dunia pendidikan, ya karena sejak awal diangkat menjadi PNS, yaitu tahun 1982, beliau berdua sudah berkontribusi dalam dunia pendidikan.

Lanjut, cerita yang ketiga ini adalah tentang kakak saya berdua, kakak kandung dan kakak ipar saya. Kakak kandung saya adalah tipikal sosok bisnisman yang selalu ingin berada di level tertinggi dalam setiap perjuangannya dan selalu ingin hasil maksimal, ini adalah tipikal  sosok pemimpin. Sedangkan kakak ipar yang juga menjadi istri dari kakak kandung saya, adalah tipikal pendidik, seorang PNS yang grapyak, mudah bergaul, mudah akrab, dan senantiasa rajin mengerjakan sesuatu sampai tuntas.

Mereka sungguh luar biasa. Bapak, Ibu, dan kakak saya berdua menjadi spirit dan inspirasi saya dalam memaknai hidup untuk mencapai titik kesejarahan personal hidup saya. Mereka senantiasa menjadi penyemangat saya dalam setiap perjuangan menggapai hakikat hidup ini.

Dalam paragraf akhir tulisan ini, saya hanya meminta pengharapan kepada mereka, semoga mereka selalu istiqomah, selalu kokoh dalam kondisi apapun. Dan yang terpenting, semoga Allah Taala memberikan mereka kekuatan, dipanjangkan umurnya, diberkahi aktivitasnya, dimudahkan rezekinya, dan semoga mereka menjadi muslim sejati, sampai mati.

Karena mereka adalah inspirasiku ^^

 

 

 

Iklan

2 thoughts on “Karena mereka adalah inspirasiku

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s