Menelusuri ‘The Heaven Of Indonesia’ saat Lebaran


The Heaven of Indonesia adalah judul buku yang saya tuliskan beberapa waktu lalu, yang berkisah tentang pacitan dan yang ada didalamnya. Namun sampai sekarang buku tersebut belum bisa beredar karena berbagai alasan, salah satunya adalah visualisasi yang kurang memuaskan. Dan pada akhirnynya, saya berkesempatan untuk mengambil gambar – gambar yang saya butuhkan untuk buku saya tersebut pada lebaran H+3 ini, tepatnya hari ini, Selasa (21/08).

klayar

klayar

Hari ini, atau tepatnya Lebaran H+3, setelah dua hari sebelumnya full silaturahim, sengaja saya persiapkan khusus untuk touring mendokumentasikan beberapa bagian dari Pacitan, dan yang utama adalah tiga obyek wisata terkenal di pacitan, Pantai Klayar, Watukarung dan Pantai Srau. Dan alhamdulillah, setelah mempersiapkan amunisi (DSLR dan handycam), saya berboncengan dengan adek menuju ke tiga obyek wisata tersebut. Mendokumentasikan gambar untuk keperluan buku, sekaligus menikmati panorama pantai – pantai tersebut.

Setelah melakukan perjalan sekitar 2 jam, dari Tegalomo menuju Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, kami menikmati panorama Pantai Klayar yang mempesona itu, yang kebetulan hari itu sangat ramai dikunjungi wisatawan. Udara sejuk khas Klayar, disertai birunya laut klayar berpadu dengan debur ombak yang sahut menyahut, menambah keindahan pemandangan siang itu, sekitar pukul 11.30 WIB. Tanah lot khas Klayar masih saja terlihat anggun seperti kunjungan saya sebelumnya, begitu juga dengan pasir putihnya yang tetap elok. Luar biasa. Bagi saya Klayar adalah salah satu keindahan dunia.

Setelah kurang lebih 1,5 jam kami puas menikmati keindahan dan pesona Klayar, dan tak lupa saya mendokumentasikan beberapa bagian gambar, serta kadang nampang narsis juga, kami bergegas menuju ke obyek selanjutnya, Pantai Watukarung, tentu sebelumnya makan siang dulu di makan lesehan seafood dekat Pantai Klayar. Jarak yang kami tempuh dari Klayar-Watukarung, lumayan singkat, sekitar 25 menit dari Pantai Klayar, kami mengambil jalan pintas melewati desa Dersono Kecamatan Pringkuku. Kalau biasanya ke Watukarung harus melewati jalanan utama Kecamatan Punung, kami melewati jalan pintas biar segera nyampe lokasi.

srau

srau

Nah, singkatnya, kami akhirnya sampai di Watukarung dan segera mengambil beberapa view gambar pantai ini untuk didokumentasikan, tidak lama kami disitu karena memang tidak ada tempat parkir, juga saat siang hari, pemandangan watukarung kurang begitu menarik. Akhirnya setelah kurang lebih 15 menit di Watukarung, kami ke Srau untuk menikmati pasir putih dan nuansa karang yang istimewa.

Alhamdulillah kurang lebih 20 menit jarak yang kami butuhkan dari Pantai Watukarung menuju Srau. Ada satu hal yang menarik yang menjadi keistmewaan tersendiri dari Pantai Srau ini, yakni banyaknya wilayah pantainya, yang bisa diniimati dibeberapa tempat. Selain itu juga yang menjadi keunggulan adalah tempat parkir yang luas dan gratis, bebas parkir dimanapun, ada juga tempat yang representatif untuk dinikmati bersama keluarga, yakni di bawah kebun kelapa.

Sensasi Srau sore itu luar biasa. Walau kondisi laut sedang surut, tetap Srau terlihat cantik. Karang – karangnya yang berpadu dengan ombak yang bersahut – sahutan, juga pasir putihnya yang istimewa, menambah elok dan anggun Pantai Srau.

Akhirnya, setelah puas menikmati dan menulusuri ‘the heaven of indonesia’ hari ini, kami segera berkemas dan menyempatkan diri mengunjungi monumen tumpak rinjing.

Lebaran yang istimewa. ^^

Iklan

2 thoughts on “Menelusuri ‘The Heaven Of Indonesia’ saat Lebaran

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s