Sesi Takbir keliling


Sudah lama sepertinya saya merindukan bisa bertakbir keliling kembali seperti 10 tahun yang lalu saat masih berusia SMP. Saat itu masih saja teringat, membawa oncor, kembang api, berjalan – jalan keliling dari masjid kampung menuju ke pusat kota kami ‘ngebrak’, lalu kembali ke masjid untuk melaksanakan takbiran di masjid. Jiwa saya ketika itu berdesir, gemericik pertanda saat itu senyumnya anak – anak yang sedang dalam masa kebahagiaan.

Paragraf pertama tersebut adalah lamunan saya ketika berkendara sendirian mudik ke pacitan kemarin, H-1 lebaran. Kapan ya saya bisa merasakan takbiran keliling lagi, begitu pikir saya. Dan ternyata setelah sampai Rumah, dikabari kalau nanti malam ada takbiran keliling. Wuih, cepet nemen ya doa saya dikabulkan. Terimakasih Rabb.

Akhirnya, malam tadi saya ikut dalam rombongan takbir keliling dua masjid, Masjid Al – Amin dan Al – Ikhlas, kurang lebih 150

Rombongan Motor Takbiran

Rombongan Motor Takbiran

orang segala usia bercampur baur menjadi satu menerangi gelapnya jalanan Kasihan – Tegalombo – Kasihan. Setelah mempersiapkan amunisi, (handycam dan kamera Digital SLR:red), saya membonceng motor bersama adek temen saya, mengambil gambar yang bagus – bagus untuk dijadikan kenangan malam takbiran 1433 H.

Tepat pukul 20.00 lebih sedikit (itu namanya tidak tepat ^^), rombongan takbiran yang terdiri dari 3 truk andongan, 1 Suzuki Carry, 1 Suzuki APV, 1 Toyota Avanza, 1 Nissan Grand Livina, satu Truk Bak terbuka, serta diikuti kurang lebih 70 sepeda motor mengiringi perjalanan takbir keliling malam itu. Satu malam yang indah, yang sudah lama tidak saya rasakan.

Rute yang kami tempuh adalah dari masjid Al-Ikhlas menuju ke Tegalombo depan pasar, menuju ke Masjid Bhaitusshomad, langsung naik ke atas menuju ke Balai Desa Kasihan. Kurang lebih 2 jam waktu yang kami butuhkan untuk pelaksanaan takbir keliling itu.

Suara takbir dari mobil sound, suara kentongan, bedug, icik2, tetekan, diiringi dengan suara bleyer motor, klakson yang saling bersahut – sahutan, belum lagi gemerlap lampu hias mobil sound berwarna warni, bepadu dengan kembang api yang terus diletupkan ke angkasa selama perjalanan serta sesungging senyum dari anak – anak kecil yang turut serta takbiran malam itu, membuat malam yang biasanya mencekam dan pekat, berubah drastis menjadi malam yang berwarna, malam kemenangan, saya doakan semoga hati mereka menang juga. Amin.

Rombongan Mobil Takbir

Rombongan Mobil Takbir

Salah satu yang unik yang gambarnya berhasil saya abadikan adalah tradisi yang masih dipelihara oleh anak – anak muda dikampung saya, yang dulu waktu kecil juga pernah saya lakukan, yakni membawa baleman. Baleman adalah petasan ndeso, yaitu bambu yang dilubangi, lalu dikasih minyak, lalu diledakkan. Konsepnya mirip dengan meriam jaman dulu. Baleman ini juga menjadi takbir tadi malam, menjadi penghias dan pemecah keheningan malam bukit kasihan.

Ya, malam itu, saat sesi takbir keliling dikumandangkan, semoga kita semua menang, menang jiwanya, menang hatinya.

Akhirnya dua porsi bakso dan segelas teh hangat untuk menghangatkan badan yang kedinginan, di Ngebrak menjadi akhir perjalanan sesi takbir keliling saya malam itu.

Hemm.. asyiknya sesi takbir malam itu, 18 Agustus 2012. ^^

Ada yang bawa TOA sendiri

Ada yang bawa TOA sendiri

Rombongan takbir Keliling difoto dari atas

Rombongan takbir Keliling difoto dari atas

Iklan

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s