Sehari bersama Ustadz Anis Matta


“hal yang harus dipersiapkan untuk menang adalah kesiapan kita untuk memenangkan sesuatu itu, juga adalah tentang level of confidence”

Begitulah salah satu petikan taujih motivasi dari Ustadz Anis Matta saat mengisi sejumlah acara di Solo dan Jogja kemarin. Namun saya tak akan mengulas tentang taujih beliau, hanya sedikt berbagi inspirasi saat membersamai beliau selama satu hari kemarin. Satu hari bersama tokoh nasional dan sekaligus idola saya itu rasanya sesuatu.

Pada hakekatnya, tulisan kali ini adalah tentang kesiapan, kesiapan kita untuk menyambut segala kemungkinan dan segala sesuatu

Pak Anis yang tetap fit walau banyak agenda

Pak Anis yang tetap fit walau banyak agenda

yang akan kita hadapi. Ini pelajaran pertama dari petualangan saya di Jogja-Karanganyar-Solo kemarin. Dan saya sudah merasakannya betapa penting kesiapan itu untuk mensukseskan agenda kita itu sangat penting adanya.

Ternyata ada satu hal yang kemudian membuat saya menyimpulkan bawa sangat penting kesiapan itu diperlukan untuk mensukseskan agenda kita, yaitu saya lupa bawa Charge BB. Sehingga akibatnya beberapa kali saya harus meminjam Charge BB dari Korsad untuk mengisi energi BB saya. Ini nih akibat tidak siap.

Pose dulu didepan Masjid Agung Surakarta

Pose dulu didepan Masjid Agung Surakarta

Yang kedua pelajaran yang saya ambil adalah, tentang kesiapan dan kedisiplinan kita yang dibutuhkan untuk mensukseskan agenda kita. kebetulan kemarin saya semobil bareng rombongan Ustadz Anis Matta, dan diawal pemberangkatan saya dan Pak Supir harus terpisah dengan rombongan karena kami harus mengambil Handycam dulu, sehingga hal tersebut cukup membuat kami harus menguras energi, untuk sekedar menanayakan hotel tempat menginap Ust Anis. Pada akhirnya kita tetap memerlukan kebersamaan dalam tim, juga kedisiplinan dalam kebersamaan itu, agar kita tak tercerai berai.

Yang ketiga adalah tentang profesionalisme. Inilah pelajaran yang saya ambil dari agenda safari ramadhan Ust Anis Matta kemarin. Kebetulan saya waktu itu adalah seorang jurnalis debutan meliput agenda tokoh nasional di beberapa tempat. Dan kebetulan tim Humas kami juga tidak ada yang bisa sehingga akhirnya saya terpaksa harus melaksanakan semuanya sendiri, merekam sendiri, memotret sendiri, dan membuat liputan sendiri. Tetapi ini adalah tentang kerja, bagaimana kemudian profesionalisme itu tetap dijaga, semuanya dapat dilaksanakan dengan baik dengan mengedepankan prinsip profesionalitas kerja. Dan saya sudah mencoba itu, walaupun beberapa jepretan kamera SLR masih kurang baik, juga beberapa hasil rekaman masih goyang. Tak apalah.

Yang keempat adalah tentang kekuatan energi. Kali ini saya sungguh salut dengan Ustadz Anis Matta, mengisi taujih di Hotel Sunan,

Pose dulu sebelum bertugas

Pose dulu sebelum bertugas

langsung lanjut mengisi temu kader di Karanganyar, sorenya temu tokoh di Solo, dan malamnya menjadi penceramah di Masjid Agung Solo. Semua dilakukannya dengan antusias, menggelora. Disetiap kata – kata yang diucapkannya, tak terselip mengeluh dan rasa capek dari bibir beliau. Yang ada hanyalah rasa yang meledak – ledak. Beda dengan saya yang sejak selesai meliput semua agenda, langsung tepar di jok belakang pajero Sport saat pulang ke Semarang. Dan pada intinya, aktivitas kita akan berjalan dengan maksimal, kalau kemudian asupan energi itu maksimal juga. Energi tubuh, stamina, energi hari dan energi jiwa. Semuanya harus kuat karena kita adalah pemimpin dan sekaligus pelayan.

Begitulah, pada akhirnya, sedikit tulisan yang bisa saya share dengan teman – teman seputar pengalaman saya meliput agenda Safari ramadhan Wakil DPR RI Anis Matta, kemarin. Dari Jogja-Solo-Karanganyar.

Tetapi ada satu hal menarik yang ingin juga saya ceritakan kepada teman – teman, kebetulan kemarin seharian saya berada di mobil Patwal Polisi, dan rasanya itu seneng dan gundah. Yang biasanya saat lihat iring – iringan mobil pejabat yang dikawal oleh Polisi saya menggerutu, karena hak pejalan lain agak seidkit terhambat, kali ini saya senang, karena saat naik mobil patwal, serasa memiliki jalanan sepenuhnya, tetapi gundah juga, keran melihat pra pengguna jalan harus tersendat hak guna jalannya. Hehehehe.

Akhirnya, hari indah di hari ahad itu, berakhir di depan PGS Solo, menikmati Tengkleng, sate kambing, dan segelas es coklat  bersama rombongan ustadz Anis Matta sebelum bertolak ke Semarang.

 

 

 

2 thoughts on “Sehari bersama Ustadz Anis Matta

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s