Cengkeh dan senyum yang mengembang


Ada cerita menarik yang saya dapat saat kemarin awal – awal Ramadhan berkesempatan pulang kampung ke Pacitan. Kebetulan hampir semua warga di daerah pegunungan di Pacitan sedang dalam keadaan berbunga, senyumnya merekah, dan matanya berbinar. Selain karena akan menghadapi bulan Ramadhan yang didalamnya penuh dengan keberkahan, juga  dikarenakan hampir semua warga masyarakat sini sedang panen cengkeh. Ada apa kok bisa – bisanya cengkeh bisa membuat warga sini jadi berbinar dan senyumnya mengembang?

Cekidot

Begini ceritanya. Cengkeh bagi bagi masyarakat daerah pegunungan seperti dikampung saya menjadi solusi perekonomian yang

Napeni Cengkeh

Napeni Cengkeh

sangat solutif.  Selain karena multifungsi, juga harga cengkeh yang cukup mahal, sehingga menghasilkan uang yang sangat bia mendongkrak perekonomian warga disini. Apalagi mayoritas warga di kampung saya adalah bermata pencaharian bertani, sehingga harga padi yang terlalu buruk membuat cengkeh menjadi alternatif solusi perekonomian warga masyarakat pacitan.

Hampir tiap rumah di kawasan Kasihan memiliki tanaman cengkeh yang multifungsi. Selain utamanya dibuat bahan mentah rokok, bisa juga dibuat minyak cengkeh dan bahan  – bahan obat – obatan lainnya. Dan yang membuat cengkeh menjadi lumbung uang saat musim cengkeh bagi warga sini adalah harganya yang cukup mahal. Per kilogram 80-84 ribu (cengkeh kering), sehingga kalau masing – masing pemanen memiliki 100kg, maka bisa dipastikan sekali panen mereka memiliki uang 8 juta.

Padahal rata – rata warga sini setia p kali panen bisa menghasilkan lebih dari 100kg cengkeh kering. Sehingga hal tersebutlah yang membuat senyum warga masyarakat sekitar tambah merekah. Ibaratnya, saat panen cengkeh, saatnya memanen uang.

Di keluarga saya sendiri walaupun bapak dan ibu adalah PNS, tetapi kesehariannya juga tetap memanen cengkeh dan berkebun. Karena bagi kami, kurang lengkap kalau hidup didesa itu tak punya lahan untuk digarap, termasuk kebun cengkeh.

Untuk tahap panen cengkeh sendiri terbagi menjadi beberapa tahap, yakni tahap petik cengkeh, kemudian di pisahkan tangkai sama buah cengkehnya, kemudian tahap pengeringan cengkeh, dan yang terakhir tahap penjualan cengkeh kering.

Agar harga cengkeh kering maksimal, perlu diayak dan ditapeni untuk menghilangkan batu dan kerikil kecil yang biasanya nempel diantara cengkeh kering tersebut. Lalu setelah di anggap cukup bersih, cengkeh siap dijual.

Untuk harga cengkeh kering ini selain tergantung pada kebersihan cengkeh, juga sangat tergantung pada hasil tes kadar air cengkeh. Semakin tinggi kadar air, semakin murah harga cengkeh.

Begitulah sedikit cerita tentang keberadaan cengkeh bagi warga Kasihan, yang menjadi solusi bagi perekonomian warga. Berkat cengkeh, senyum mereka mengambang, matanya berbinar, dan semakin bersemangat untuk menjalani hari – hari.

 

 

 

Iklan

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s