Meramal Masa Depan Mesir di era kepemimpinan Morsi


Muhammad Morsi, tokoh sipil dari Ikhwanul Muslimin ini akhirnya berhasil memenangkan pertarungan pemilihan presiden pertama pasca tumbangnya rezim represif Mubarak di Mesir. Kemenangan itu dipastikan setelah Ahad (24/06) kemarin KPU Mesir secara resmi mengumumkan hasil perhitungan suara Pemilu Presiden tahap II Mesir. Dari hasil yang diperoleh, Morsi mendapatkan 13,2 juta suara dari sekitar 26 juta pemilih. Dia memperoleh 51 persen suara pemilih. Sementara itu, pesaing utamanya, Ahmed Shafik, yang juga perdana menteri terakhir era Husni Mubarak, memperoleh 12,3 juta suara. Sedangkan sekitar 800 suara dinyatakan tidak sah.

Dari hasil Pemilu yang akhirnya memenangkan Morsi dari FJP (Ikhwanul Muslimin) tersebut, masyarakat dunia menduga – duga, kemana arah gerakan Politik Morsi dan segenap perangkatnya? Menjadi negara islamis kah? Atau menjadikan Mesir menjadi negara post islamis laiknya Erdogan di Turki? Atau justru Morsi sama dengan pendahulunya, Mubarak? Membentuk kekuasaan baru yang represif dan otoriter.

Berkaca dari perjalanan sejarah mesir, beberapa pihak memprediksi dengan kemenangan Morsi yang berlatar belakang intelektual islamis tersebut akan membawa Mesir kepada pemerintahan Baru yang lebih moderat dengan merangkul semua golongan, baik itu militer, sipil, maupun elemen yang lainnya. Ini melihat dari background politik Morsi yang walaupun beliau adalah seorang aktivis islam dari Al Ikhwan Al Muslimun, akan tetapi latar belakang pendidikan beliau yang merupakan alumnus dari Universitas Southern California menjadi salah satu sebab mengapa Morsi akan membawa Mesir ke arah negara baru yang lebih egaliter dan terbuka.

Selain kondisi tersebut, tentu latar beliau yang merupakan seorang sipil, yang merupakan presiden pertama dari kalangan sipil selama enam dekade Mesir, akan membawa signifikansi bagi masa depan Mesir. Setelah sebelumnya Mesir dipimpin oleh seorang militer, yang pada kenyataannya membawa Mesir menjadi negara yang cenderung terpusat ke militer, kekuasaan militer absolut, dan pola kepemimpinan yang represif otoriter, maka kedepan, Mesir baru dibawah komando Morsi akan mengalami perbedaan, terutama dari pola kepemimpinan baru yang membawa sejumlah perbedaan yang akan membawa dampak signifikan bagi Mesir yang berbeda sama sekali dari kepemimpinan edisi sebelumnya.

Perbedaan itu nampak dari background ideologi yang di bawa oleh Morsi yang merupakan aktivis Al Ikhwan Al Muslimun yang membawa gerbong Islam. Sesuai dengan pernyataan Morsi beberapa saat setelah terpilih, beliau menyatakan akan menghormati dan menjalankan semua perjanjian internasional dan membawa pesan damai bagi dunia. Dalam kesempatan tersebut, Morsi juga akan mengusung kebijakan islami dalam pemerintahannya dan berencana menerapkan undang – undang syariah.

Dengan kebijakan demikian, beberapa kalangan menilai dan hal itu juga sempat menjadi ketakutan bahwa Mesir ke depan akan menjadi sebuah negara Islam yang mengekang kebijakan – kebijakan yang tidak pro Islam. Hal ini juga yang diprediksi oleh sebagian masyarakat Mesir yang takut, walaupun rezim militer otoriter telah tumbang, Mesir baru akan dibawa kepada zaman yang sangat islamis, menerapkan segala sistem syariah dan khilafah yang membuat kalangan minoritas takut kehidupan mereka akan dikekang oleh nilai dan peraturan Islam.

Akan tetapi sepertinya ketakutan – ketakutan akan sulitnya minoritas dan sekuler berkembang seiring terpilihnya Morsi sebagai presiden tidak akan menjadi kenyataan. Ini berdasarkan beberapa alasan yang memperkuat argumen tersebut. Hal tersebut berdasarkan pernyataan yang disampaikan Morsi pasca terpilihnya Morsi menjadi presiden, bahwa Morsi akan membuka tangannya untuk kalangan tentara, polisi, dan intelijen Mesir. Beliau menyatakan berterima kasih kepada mereka atas tugasnya melindungi negeri. Selain itu, beliau dalam janjinya juga akan tetap memberi peran kalangan militer. Alasan pertama ini kemudian dikuatkan bahwa Morsi akan menunjuk Wakil Presiden dari kalangan Kristen, tepatnya penganut Kristen Koptik, rumor yang berkembang adalah seorang intelektual Kristen Koptik yang bernama Habib Rafiq.

Pos Islamisme Mesir

Dalam janji yang diungkapkan pasca beliau terpilih, Morsi menyampaikan tekadnya untuk membangun Mesir, walaupun dengan nilai – nilai Islam dan syariah, akan tetapi Mesir sebagai negara nasional dibentuk dan dibangun dengan konstitusi demokratis yang modern. Artinya, kondisi negara yang demikian tersebut bisa dikategorikan bentuk dan konsep negara baru yang pos islamisme, seperti halnya di Turki.

Menurut pemaknaan dari Pos Islamisme sendiri seperti yang diulas secara gamblang oleh Dr. Ahmad Dzakirin dalam bukunya Pos Islamisme di Turki, makna Islamisme adalah cara pandang dunia yang menempatkan Islam tidak hanya sebagai agama semata, namun juga sistem dan identitas politik yang bersumberkan pada prinsip dan hukum Islam, eliminasi nilai-nilai jahiliyah, dan Pan Islamisme. Dalam Islamisme, kedudukan dan peran negara dianggap sebagai syarat yang harus dipenuhi dalam pencapaian kehidupan muslim yang paripurna.

Sedangkan kata Pos-Islamisme sendiri adalah merupakan transformasi pemikiran Islamisme para Islamis progresif yang berupaya melakukan objektifikasi pandangan dan gagasan Islam ke dalam realitas politik dan ranah kehidupan yang plural. Demokrasi dalam pandangan Pos-Islamisme merupakan prinsip negara modern yang berpijak pada kebebasan, persamaan, pluralitas, dan penghormatan HAM atas warga negaranya. Demokrasi juga berarti penyelenggaraan pemerintahan yang baik, transparan dan akuntabel. Selain memiliki nilai-nilai universal, demokrasi dalam praktik-praktik di berbagai negara dunia juga menghormati nilai-nilai partikular yang menjadi identitas dan karakter mereka sejak didirikannya.

Hal inilah yang sepertinya kedepan akan dilakukan Muhammad Morsi dalam menjalankan kepemimpinananya di Mesir. Dan sepertinya hal itu sudah nampak dari issue tentang pengangkatan beberapa tokoh di luar Islam  ke dalam struktur pemerintahannya. Menggunakan konsep pos Islamis yang dampaknya akan merubah pola kehidupan berbangsa dan bernegara di Negeri Fir’aun tersebut.

Perubahan besar akan terjadi di Mesir pasca terpilihnya Morsi sebagai presiden. Tata negaranya, konsep pemerintahannya dan cara menjalankan roda pembangunan di Mesir, serta kebijakan demokrasi modern Pos-islamisme yang dibawa oleh Morsi akan membawa terobosan – terobosan baru yang sangat bermanfaat akan terciptanya Negara baru Mesir yang mengusung asas kesamaan hak, kemerdekaan demokrasi, dan kesejahteraan rakyatnya. Yang tentu kondisi ini berbeda sama sekali dengan kondisi ketika rezim militer memimpin Mesir.

Konsep seperti ini sebenarnya pernah terjadi dan terbilang sukses sebagai sebuah negara Islam yang membawa konsep Islam rahmat bagi semua. Adalah Negara Madinah yang menerapkan kondisi demokrasi-modern-pos islamisme tersebut. Rasulullah SAW sebagai pemimpin tertinggi Negara Madinah memadukan konsep Syariah dan khilafah Islam adalah sebagai solusi dari setiap permasalahan kenegaraan dan kebangsaan.

Akan tetapi walaupun khilafah sebagai pijakan dasar konstitusi negara Madinah, tetap tidak mengekang kebebasan kaum minoritas, baik Yahudi maupun Nasrani. Kaum Yahudi dan Nasrani merasa nyaman dan tetap dihargai hak – hak mereka dibawah naungan Negara Madinah waktu itu. Sebuah konsep negara yang demokratis, yang dapat diartikan bahwa penyelenggaraan pemerintahan yang baik, transparan dan akuntabel. Selain memiliki nilai-nilai universal, juga  menghormati nilai-nilai partikular yang menjadi identitas dan karakter masyarakat Madinah.

Kedepan, kebijakan politik dalam negeri Mesir, ketika Morsi mampu menggaet dan merangkul semua kalangan, termasuk kalangan militer (SCAF) Mesir yang belakangan juga merasa ‘ketakutan’ akan masa depan mereka di Mesir, konsep Islam rahmat bagi semua ini akan menjadi akar baru peradaban dunia yang menyisihkan dan membuang jauh – jauh ideologi yang bersifat represif, otoriter, dan anti demokrasi modern. Ke depan masyarakat dunia akan melihat konsep baru kepemimpinan dunia dimana Islam tidak hanya menjadi solusi bagi internal islam sendiri, akan tetapi menjadi solusi bagi semua permasalahan bangsa.  Kita tunggu saja.

Iklan

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s