Saya dan Fotografi


 

Berbicara fotografi dan saya, ibarat dua mata uang, yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Selain karena memang hobi saya poto –

anak2 yang pergi ke sekolah, ini yang saya kirim ke Lomba Fotografi DIKITI, saya ambil dengan kamera OLYMPUS DIGITAL CAMERA

anak2 yang pergi ke sekolah, ini yang saya kirim ke Lomba Fotografi DIKITI, saya ambil dengan kamera OLYMPUS DIGITAL CAMERA

poto, juga kata temen saya (ini jujur lho) saya itu orangnya fotogenik :p . Tetapi memang fotografi bagi saya suatu hal yang penting untuk menjadi pendamping aktivitas kita. sebab gambar – gambar yang kita dapatkan dari aktivitas foto-foto tersebut, akan memperjelas narasi – narasi yang kita buat dalam bentuk tulisan. Tulisan – tulisan kita akan diperjelas dengan adanya fotografi. Misalnya gambar pemandangan, kalau kita buat dalam bentuk tulisan, gambar tersebut akan mempejelas visualisasi dari tulisan tersebut, sehingga nilainya menjadi lebih kuat. Ini juga yang barangkali seperti disampaikan korektor pribadi buku pertama saya kemarin, agar tulisan – tulisan itu diperjelas dengan foto agar nuansanya lebih hidup.

Karena kebetulan saya juga seorang pegiat humas, jadi sedikit sedikit mengerti lah tentang fotografi, baik tekniknya, maupun gambar – gambar yang bagus itu apa saja. Walaupun tak pernah diajari teknik fotografi dan tak pernah ikut training fotografi, ternyata minat dan kecintaan pada fotografi membuat saya suka dengan hobi yang satu ini.

Ini view di wilayah Tahunan Baru, Tegalombo, nature..

Ini view di wilayah Tahunan Baru, Tegalombo, nature..

Aktivitas fotografi yang saya tekuni ini, dimulai sejak saya punya blog ini, lalu memotret beberapa obyek gambar, seringnya saya ambil di pacitan, lalu saya posting di blog. Ee, ternyata hasilnya lumayan mendapatkan banyak apresiasi. Bahkan sekarang halaman saya di blog tentang Pacitanisme, yang isinya foto – foto, menduduki peringkat pertama tulisan terpopuler, dengan rata – rata pengunjung halaman ini berkisar antara 60-100 pengunjung per harinya. Memang sih, jujur, seringnya obyek yang saya ambil gambarnya adalah yang berbau Pacitan.

Ini juga yang makin membuat saya cinta Pacitan. Setiap kali saya pulang kampung, saya selalu menyempatkan mengambil view yang unik, menarik, dan bagus dari Kota yang mendapat julukan 1001 Goa ini, baik itu laut, pemandangan, gunung, tanah tandus, sampai aktivitas MCK di kali grindulu pun pernah jadi sasaran obyek bidikan saya. Lalu kemudian gabar – gambar tersebut saya posting di blog, saya tambahkan sedikit sentuhan emosional dalam bentuk tulisan, and then, jadilah artikel yang menarik.

Dan ternyata, kalau kita ketahui, ternyata bagi sebagian orang yang tidak terlalu suka membaca, mereka lebih tertarik membaca buku itu ketika ada visualisasinya dalam bentuk foto atau gambar. Hal ini saya dapatkan ketika memberikan buku pertama saya kemarin kepada beberapa orang di Pacitan. Mereka tidak tertarik membaca bab mengenai studi historiografi Pacitan, dan lebih tertarik membaca bab-bab tentang potensi Pariwisata Pacitan. Padahal di  bab historiografi, kajian analisisnya lebih mendalam, ada juga beberapa studi perbandingan – perbandingan di bab tersebut. Sedangkan bab potensi lebih kepada deskripsi umum tentang potensi Pacitan. Hemmm.

Mengenai lomba fotografi yang pernah saya ikuti, saya pernah ikt dua kompetisi fotografi, dan alhamdulillah dua – duanya belum

Bukunya Intan Pariwara dengan latar PT Dragonfly Arjosari Pacitan

Bukunya Intan Pariwara dengan latar PT Dragonfly Arjosari Pacitan

mendapatkan prestasi. Yang pertama ikut lomba fotografi bertemakan lingkungan, yang diadakan PATTIRO Pusat, dan hasilnya tidak ada kabarnya sama sekali dari pihak PATTIRO terkait lomba itu, kemudian yang kedua adalah Lomba Fotografi Pendidikan yang diadakan oleh DIKTI, dan alhamdulillah belum berhasil juga karena ada kesalahan teknis. Saya salah ngirim email. Duuh (geje banget).

Nyesel ia, tapi bangga juga ia. Itu hal yang saya rasakan ikut dua kompetisi fotografi tersebut. Nyesel karena tak menang karena salah kirim email. Tetapi disisi lain bangga juga, karena hasil jepretan saya saat lomba PATTIRO, kebetulan waktu itu tema-nya adalah tentang kerusakan lingkungan, jadi saya ngambil fotonya di kawasan PT Dragonfly Arjosari Pacitan. Nah, hasil jepretan saya di PT Dragonfly ini tidak ada kabarnya sama sekali dari PATTIRO, apakah gugur, apakah gimana, sampai sekarang tak ada kabarnya. Tetapi ternyata foto saya tentang PT Dragonfly ini berguna buat dunia pendidikan. Why?

Ya, foto saya tentang PT Dragonfly dipakek Cover buku- buku terbitan Intan Pariwara. Yah, walaupun belum bisa berbuat lebih, setidaknya hal itu cukup membuat bahagia. Karena turut berpartisipasi di dunia pendidikan, walaupun cuman jadi desain cover buku saja.

Dan kedepan, sepertinya saya masih akan terus menekuni hobi yang satu ini, apalagi kalau nanti DSLRnya sudah dapet, makin cinta deh sama fotografi.

Karena bagi saya, gambar itu menghidupkan, gambar itu warna – warni dunia, yang akan menghidupkan hatimu, yang akan membuat jiwa berwarna.

 

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s