Aku dan Karisma : nikmatnya cita rasa cinta dan ukhuwah


Cinta, kata teman saya,ia lebih melibatkan rasa, daripada sekedar logika, karena cinta adalah harmoni rasa.Tetapi terlalu kecil

Cover buku Aku dan Karisma

Cover buku Aku dan Karisma

memang, ketika kita memaknai cinta dan segala makna yang terkandung didalmnya, kata – kata terlalu cepat dan dangkal memaknai cinta. Kata Anna Altafunnisa, biarkan cinta mengartikan makna dibalik cinta itu sendiri. Dan rasulullah, juga para generasi terbaik ummat ini, telah mempersembahkan cinta abadi yang tak lekang oleh zaman, tak hilang tergerus sang waktu. Cintanya pada ummatnya, cintanya pada Islam ini, cintanya pada orang – orang yang ikhlas berjuang. Begitulah cinta, ia menyapa, bukan hanya menyapa, tapi membelai lembut hati para pecinta, yang membuat hati ini semakin jatuh kepada cinta, hati ini semakin tak berdaya melawan kuasa cinta.

Beberapa tahun lalu, kalau kemudian cinta itu tak menyapa lembut, menyentuh lubuk hati ini, saya sulit membayangkan, jadi apa saya sekarang. Mungkin saya hanya akan jadi mahasiswa, yang menghabiskan waktu untuk kuliah dan kuliah, tanpa ada visi yang jelas, tanpa ada tujuan yang pasti. Akan tetapi cinta Allah-lah yang pada akhirnya menang. Cinta Allah melalui perantara wajah – wajah sholih itulah, yang akhirnya membuat saya tak kuasa melawan cinta yang sejuk itu. Cinta yang menawan hati orang – orang beriman. Hal itu juga yang pada akhirnya terjadi pada saya. Dicintai oleh mereka, tulus, tanpa pamrih, mereka hanya berharap, saya tetap istiqomah dijalan ini. Itu saja.

Sejak awal saya memang bukan aktivis dakwah yang terkondisikan dengan baik dilingkungan orang – orang baik, dan setiap harinya dirawat dengan mata air kebaikan. Saya hanyalah seorang petualang, yang sejak usia SMP sudah merasakan pahit getirnya bertualang, bergaul dengan orang – orang dengan segala macam karakter dan sifat, sampai usia SMA dan kuliah, saya telah memantapkan hati untuk terus bertualang, dan pada akhirnya, saya dipertemukan dengan satu pertemuan yang mengharukan, menyenangkan, dan perasaat nikmat bercampur rasa bahagia. Ya, karena pada akhirnya saya berjumpa dengan perjamuan surga, dengan mereka, yang samasekali asing dimata saya sebelumnya. Tetapi pelan – pelan, mereka dengan segenap daya pikat surgawinya, mampu meluluhlahntahkan hati saya yang saat itu belum tersentuh embun tarbiyah. Samasekali. Nol persen.

*****

Itulah beberapa bait tulisan yang ditulis oleh salah satu ikhwah dalam Buku (kumpulan tulisan) Aku dan Karisma. Sebuah buku yang memang dibuat sebagai bentuk kecintaan terhadap Karisma. Buku yang mungkin takkan menjadi best seller di indonseia, tetapi bagi beberapa orang yang pernah merasakan pahit manisnya berjuang bersama karisma, buku ini menjadi penawar rasa rindu yang mendalam, tentang cinta, cita, ukhuwah, dakwah, dan tarbiyah, buku ini akan selalu menjadi best seller dihati mereka yang pernah merasakan perjuangan bersama Karisma.

Sedikit mengupas isi buku, bahwa buku ini dibuat adalah merupakan kumpulan tulisan dari ikhwah FIK dari berbagai generasi, tentang perjalanan menyejarah mereka, tentang romantika kehidupan selama bersama Karisma, membersamai dakwah, membangun cinta. pada akhirnya memang perasaan cinta jualah yang menggiring para penulis untuk sedikit mengungkapkan rasa kerinduan yang mendalam tentang cintanya untuk dakwah, dakwahnya untuk cinta.

Karisma memang hanya sebuah Rohis fakultas, tetapi kenangan bersamanya, telah membuat hati – hati mereka, para perintis, para pelaksana, maupun para pewaris telah tertautkan satu sama lain, dengan segala keterbatasan mereka, mereka mencoba memberikan satu hikmah, tentang dakwah yang begitu mempesona, yang mencipta harmoni, yang memiliki cita rasa, cita rasa cinta dan ukhuwah, rasa dakwah, rasa tarbiyah.

Jazakallahu khair saya ucapkan kepada Presiden mahasiswa Unnes, juga adik tercinta saya, yang menjadi penggerak dalam penerbitan buku ini, akhuna Dony Kusuma Ariwibawa, semoga pertemuan ini menjadikan satu catatan amal disurganya Allah Taala kelak. Barakallahu laka.

Semoga dengan diterbitkannya buku ini, dapat menjadi jembatan penghubung antara para masayikh dakwah, dan para generasi pewaris yang siap menoreh sejarah, fii dakwah. Selamat atas penerbitan buku ini. Semoga barakah, istiqomah, khusnul khatimah.

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s