Petualangan kuliner di Jawa


Rasanya khas. Khas Jawa. manis, atau kalau menurut orang Jawa rasanya legi. Apalagi rasa ketan tapenya, atau ditambahkan dengan

Es dhawet Jabung Ponorogo

Es dhawet Jabung Ponorogo

cendolnya yang segar, berpadu dengan santan dan gula jawanya yang lezat, akan membuat nuansa siang anda yang panas akan terasa sejuk dan dingin menikmatinya. Itulah sensasi es dhawet Jabung Ponorogo, es dhawet segar favorit saya. Dan Alhamdulillah setelah sekian lama merindukan rasanya, akhir pekan kemarin berkesempatan menikmatinya diacara resepsi pernikahan kakak saya di Tambakkemangi resort, Ponorogo.

Es dhawet jabung adalah satu dari sekian banyak kuliner yang pernah saya cicipi dan rasakan nikmatny selama melancong dan berpindah – pindah tempat selama ini, di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dan karena hobi saya adalah kuliner, maka saya dapat menyimpulkan bahwa masakan – masakan Jawa Timur dan Jawa tengah rasanya luar biasa lezat. Berikut cerita perjalanan kuliner saya selama berpetualang sejak SMP sampai saat ini.

Kebetulan saya adalah seorang petualang, alias jarang berada dikampung halaman yang berada dipelosok Kabupaten Pacitan. Sejak SMP saya sudah hidup dikos – kosan di SMP 1 Pacitan, dan berlanjut setelah saya sekolah di SMA 1 Ponorogo, sampai sekarang juga masih hidup kos/kontrak di Semarang saat kuliah di Unnes. Dan selama itu pula saya banyak menikmati berbagai kuliner khas daerah yang pernah saya singgahi tersebut dan menemukan kelezatan dan keunikan kuliner khas Jawa yang pernah saya rasakan.

Favorit saya yang pertama adalah nasi pecel lele Ponorogo, rasanya khas dan beda dengan nasi pecel biasanya. Selain lelenya yang besar – besar dan gurih rasanya, juga ada sayur daun mlanding dan keningkirnya yang mmebuat rasanya kian lezat. Nasi pecel lele ini biasanya dulu saya dapatkan di kawasan Jeruksing atau Ndengok Ponorogo.

Selanjutnya adalah soto surabaya. Walaupun jarang ke Surabaya, soto surabaya yang berada di Semarang ini juga sangat lezat. Selain porsinya yang banyak, rasa kuahnya yang gurih dipadukan dengan ayam kampung membuat soto surabaya memiliki tingkat kelezatan yang tinggi. Biasanya soto surabaya ini menjadi menu sarapan pagi saya di Semarang, dan biasanya saya beli di kawasan Banaran dan juga kadang di kawasan Johar, Kota Lama Semarang.

Penyetan, terutama bebek goreng penyet juga menjadi makanan favorit saya. Untuk penyet yang satu ini, yang paling nikmat tentu

Makan penyetan

Makan penyetan

bebek penyet pak Dhawut, patemon, Gunungpati. Bebeknya yang besar – besar, dipadukan dengan bumbu kuahnya yang lezat, serta sambalnya yang dahsyat membuat rasa penyetan semakin membuat lidah anda bergoyang dan air liur menetes, enak banget, sung. Kayaknya kalau pas ke Semarang, bagi yang hobi penyetan, boleh mencoba di penyetan pak Dhawut Patemon, dijamin tidak rugi.

Selanjutnya makanan favorit saya adalah terancam. Terancam yang merupakan lalapan ini biasanya dibuat dari campuran ketimun, daun leningkir, kacang panjang, lalu dicampur dengan ampas kelapa yang pedas. Trancam ini biasa digunakan untuk campuran nasi, dan lebih sedap apabila digunakan untuk lalapan makan siang. Tetapi selama di Semarang, saya baru menemukan trancam akhir – akhir ini di pondok makan Selaras, ditempat lain saya belum menemukan trancam yang enak.

Soto Pacitan. Ini menempati urutan makanan favorit saya selanjutnya. Sebenarnya sih hampir sama dengan soto – soto lainnya, terutama bahan – bahannya. Yang membedakan adalah lauknya yang dari ayam kampung, dan diambah dengan kacang tanah goreng untuk menambah cita rasa soto pacitan ini. Saya biasanya mendapatkan soto Pacitan ini di warung makan sirtum, dikawasan kecamatan Arjosari. Mau coba, main aja ke Pacitan.

Makan Grombyang sama jeroan di Grombyang H Warso Pemalang

Makan Grombyang sama jeroan di Grombyang H Warso Pemalang

Yang selanjutnya, grombyang, makanan khas pemalang juga menjadi makanan favorit saya. Grombyang setahu saya ya soto biasa yang pakai daging sapi. Tambah enak kalau ditambah dengan sate jeroan. Untuk grombyang ini selama di Semarang saya sudah menikmati 2 kali, yang pertama ketika bareng – bareng teman2 KAMMI, sampai ketika itu saya habis banyak duit, yang kedua makin enak aja, karena saya di bayari gratis oleh teman saya, makasih ya. 😛

Untuk menu favorit saya selanjutnya adalah, sate kambing muda blotongan. Ini rasanya sesuatu banget. Sate kambing muda yang harganya lumayan mahal ini dagingnya gurih bukan main, apalagi kalau dipadukan dengan lontong, wuih makin mantap aja. Yang agak disayangkan, walaupun sate kambing muda ini enak adalah harganya yang agak mahal, apalagi untuk ukuran mahasiswa. Tapi ya emangs ebanding sih dengan rasanya. Kalau anda mau beli di pinggiran jalan sepanjang blotongan, Salatiga, banyak ditemui sate kambing muda ini. Mantap.

Makanan terakhir yang sampai saat ini menjadi menu favorit saya adalah sate ayam blora. Khas banget. Rasanya juga gurih – gurih pedas nikmat. Walaupun saya baru sekali itu nyicipin sate ayam Blora, akan tetapi hal itu sudah cukup membuat saya merindukan untuk mencicipinya kembali. Dipadu dengan sambal kacang, dan lonthong, sate Blora siap menggoyang lidah anda.

Sedangkan untuk buah, saya terus terang paling suka adalah jeruk sama duren. Setiap habis makan kalau bisa saya selalu mengkonsumsi jeruk, sebagai pemenuhan gizi sekaligus makanan cuci mulut saya. Sedangkan duren adalah buah favorit saya juga. Ketika musim duren panen, biasanya saya melakukan pesta duren karena saking hobinya dengan duren. Pernah suatu ketika, saya sama Presiden Unnes 2011, Sustiyo Wandi, dan mas Pidi Winata, tokoh muda Jogja, pesta duren sampai habis 7 duren dikawasan Muntal, Gununpati. Wow. Mantap kan. Bahkan saking sukanya sama duren, saya sampai berfikiran, kalau dapat istri nanti adalah wanita yang tidak suka duren, agar nanti kalau pas musim duren, durennya bisa tak makan saya. Hehehe.

Itulah sedikit pengalaman kuliner saya selama di perantauan hingga saat ini. Entah mungkin dengan semakin lamanya saya berpetualang, makin banyak pula makanan dan kuliner lain yang menjadu menu favorit saya. Selamat berwisata kuliner. 😛

Iklan

4 thoughts on “Petualangan kuliner di Jawa

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s