Wiken Produktif dan kepemimpinan Indonesia


Mungkin bagi teman – teman yang melihat judul artikel diatas, agak janggal, atau kalau teman saya bilang dalam sebuah smsnya, wagu.

Wiken Foto sama saudara2

Wiken Foto sama saudara2

Katanya saya wagu. Tetapi, mohon jangaan disalahkan kata wiken yang tak pakek di judul artikel ini, terutama yang jurusan bahasa Inggris, karena saya, dan mungkin juga beberapa yang merasa, pasti ingin pengucapan sebuah kata dan tulisannya gampang dibaca. Dan memang bukankah akhir – akhir ini banyak sekali kata – kata yang tidak sesuai lagi dengan tata bahasannya? Dan ternyata kata – kata tersebut sudah menjadi tren, atau kalau bahasa didunia musik, sedang nge-hitz.

Kata beudd, cemungud, eea, atau yang lainnya, seperti sudah menjadi satu hal yang membudaya, terutama dikalangan generasi muda kita, tidak apa – apa sih, saya juga masih kadang memakai kata – kata bahasa alay tersebut, tetapi yang harus menjadi perhatian adalah, jangan sampai kita menjadi gagap, dan lebih parah lagi, hal tersebut justru melemahkan semangat produktifitas kita dalam berkarya kita dalam membangun Indonesia. Karena biasanya bahasa alay seperti ini adalah bahasa karena malas untuk menulis kosakata sesungguhnya. Misal kata cemungud berasal dari kata semangat, atau kata wiken berasal dari kata weekend. Nah lho, sekali lagi jangan melemahkan semangat kita untuk produktif berkarya, membangun Indonesia.

Nyetir

Nyetir

Sementara abaikan saja catatan saya pada alinea satu tersebut, karena tulisan saya pada paragraf – paragraf selanjutnya adalah tak ada hubungannya dengan paragraf satu. Tulisannya ya sesuai judul diatas, wiken produktif, atau libur produktif, sumonggo disimak, dan kalau ada yang bermanfaat segera ambil mesin ketik dan di kopi paste pake disket (zaman modern gitu lhoh, masak makek flasdisk, pake disket dong). J

Begini ceritanya kawan, yang pertama alasan mengapa saya memilih judul ini, ya karena sebenarnya berawa dari keprihatinan bersama, tentang pekan – pekan libur yang kadang, atau bahkan sering dimanfaatkan mahasiswa rantau untuk pulang kekampung halamannya masing – masing, tetapi kadang niat mereka libur sudah tidak lurus, mereka biasanya libur untuk malas – malasan, tidur – tiduran, atau papapun lah, yang bertentangan dengan tata nilai mahasiswa sebagai intelektual muda. Dan parahnya lagi, mereka, para aktivis kampus, yang biasa dikampus begitu aktif, rapat sana – rapat sini, seminar sana – seminar sini, demo sana demo sini, pokoknya aktif beudd deh.

Tetapi kadang ketika pulang wiken atau liburan dirumah, seringkali dimanfaatkan untuk hal – hal yang sangat bertentangan dengan nurani aktivis kampus, cie – cie, lagi sensitif kata nurani soalnya. Hehehe. Nah, pada artikel saya diblog saya yang ke 145 ini, saya ingin sedikit berbagi tentang tips – tips untuk mengelola liburan kita menjadi lebih produktif, setidaknya berguna bagi nusa dan bangsa, dan yang terpenting mampu menginspirasi dunia.

Satu lagi deh alasan penguat saya mengapa tertarik menulis artikel ringan ini, ya karena sebenarnya berawal dari keprihatinan juga

Saya dan mbak sepupu yang nikah

Saya dan mbak sepupu yang nikah

melihat lemahnya mental mahasiswa sekarang. Yang saya pahami, Indonesia masa depan butuh diisi oleh para pemimpin – pemimpin baru yang memiliki gagasan, dan juga karya yang besar, Indonesia nanti butuh pemimpin yang memiliki kapasitas kepemimpinan yang memadai, Indonesia butuh seorang visioner yang mampu mengejawantahkan nilai – nilai kontribusi dalam membangun Indonesia untuk menuju puncak kejayaannya kembali.  Indonesia butuh pemimpin – pemimpin, para lapis intelegensia yang memiliki ranah ketaqwaan, intelektualitas, dan juga jaringan yang baik. Dan idealnya, para pemimpin yang memiliki integritas tersebut bukan asal ambil saja, tetapi dibentuk, lama, sampai mengkarakter, sampai menjiwai, dan hal itu idealnya dibentuk dikampus. Bagaimana  kemudian lingkungan kampus menjadi lingkungan yang sangat kondusif untuk membentuk ketiganya, ranah keimanan, intelektualitas, dan juga jaringan.

Sudah cukup, cukup bangsa ini merana karena pemimpin – pemimpinnya tidak amanah, tidak memiliki kapasitas kepemimpinan, dan tidak memiliki jaringan yang baik untuk memantapkan kejayaan Indonesia. Sudah cukup bangsa ini tersiksa karena diakibatkan perbuatan para pemimpinnya mengkhianati bangsanya sendiri. Mata rantai keburukan dan sejarah kelam kepemimpinan kita harus segera diakhiri. Dan itu adalah tugas kampus, tugas aktivis kampus, untuk menjaga ritme gerakan mereka dalam menginspirasi Indonesia, menjaga konsistensi sikap mereka untuk selalu memiliki spirit, whatever, wherever, whenever, forever. Dan salah satu hal yang mungkin dapat dilakukan adalah dengan menghindari sifat malas dalam kondisi apapun. Termasuk dalam pekan liburan dirumah. Okey kawan – kawan? Sip.

Saya sendiri memang mengagendakan untuk pulang kampung dan menikmati liburan dirumah setelah sekian bulan tak pulang – pulang, dna kebetulan ada momentum kakak sepupu perempuan saya menikah, klop deh. Liburan produktif, itu niatan saya pulang selama 4 hari ini, dan sudah saya agendakan selama dirumah mau ngapain aja, sebagai pengisi liburan, biar jadi wiken yang produktif, dan tetap bermanfaat untuk ummat. Betul kagak? The best of you is the most contributing for people.

Wiken di Pacitan, nyaman dan aman

Wiken di Pacitan, nyaman dan aman

Agenda wiken produktif ini akhirnya benar – benar saya mulai kamis lalu, dimulai dari membantu di nikahan mbak saya, menjadi penerima tamu, atau nyinom, mencari viyu (view) obyek foto – foto yang bagus, dan juga tetap saya agendakan menulis buku, tentang Pacitan, dan alhamdulillah semua agenda tersebeudd berjalan dengan lancar. Dimulai dengan menjadi multijob dinikahan kakak saya, dari nyinom, nganter belanja untuk keperluan konsumsi pernikahan, njemput tausier, sehingga hari itu saya harus bercapek – capek ria, bolak – balik Pacitan – Tegalombo 4 kali perjalanan yang jaraknya 38 km x 4 = 152 km. Mantap, pakeknya mobil DPD PKS pula, sehingga kelihatan bangeudd kalo mirip dengan kampanye Gubernur DKI. Weitss.

Tetapi, beruntung buat saya yang dalam bulan – bulan ini sedang menyelesaikan buku ‘Pacitan, sepetak taman surga dari selatan’, karena malam itu saya bertemu paklik saya (H. Subiyanto Munir, S. Pd/Ketua UPT Rumah Pintar Pacitan), yang sudah menulis dua buku untuk Pacitan. Dan rencananya, kalau tidak ada halangan, paklik dan saya sedang merencanakan membuat buku tentang tokoh – tokoh Pacitan yang menjadi pemimpin nasional. Mohon doanya saja dari kawan – kawan agar buku 100 tokoh berpengaruh Pacitan segera jadi. Satu agenda lagi diliburan kali ini adalah mencari dan memotret foto tentang pendidikan, yang akan saya ikut sertakan dalam lomba fotografii pendidikan, dan hasilnya sudah ada, tinggal nanti dikirim saja, kalau tema saya adalah tentang ‘Man Jadda Wajada’, nilai kesungguh – sungguhan. Untuk fotonya tidak saya publish disini dulu, nunggu hasil lombanya.

Nah, cukup, cukup dua paragraf saja pengalaman saya pas liburan, karena nanti kalau terlalu banyak malah dikira curcol lagi, hehehe. Yang diparagraf ini kebawah, mungkin tips – tips yang berguna bagi teman – teman agar liburan kedepan menjadi lebih efektif dan produktif. Cekidot.

Niat yang lurus

Ketika mau liburan, niatkan liburan ini juga bernilai karya, terlebih lagi diniatkan bernilai ibadah, agar tak ada celah bagi sang terlaknat untuk mengganggu kita, karena segala sesuatu bergantung niatannya, ‘innamal amalu bi niat’. Kalau niat kita lurus dan bersih, hal itu akan berujung pada amal kita yang juga lurus, akan tetapi kalau sejak awal niatnya sudah tidak baik, segala sesuatu yang kita lakukan, akan tidak baik pula. Ini tips pertama.

Buat mapping weekend

Merencanakan dengan detail agenda liburan juga menjadi satu hal yang perlu dan penting dilakukan sebelum liburan panjang. Setelah niat yang lurus, jangan lupa merencanakan agenda selama dirumah, agar walaupun liburan, agenda tetap terprogram dengan baik. Bisa membuat tabel biar lebih rinci, atau bentuk yang lainnya, yang penting agenda selama liburan jelas, sehingga tak ada waktu – waktu yang tak terencana.

Bawa buku, kamera, laptop, dan koneksi internet

Sebagai calon pemimpin masa depan, wajib banget tuh untuk membawa buku, agar dirumah bisa dibaca – baca, jadi walaupun liburan,

View Pegunungan Pacitan, top

View Pegunungan Pacitan, top

tetap memiliki kesan intelektual yang tersemat dipundak teman – teman. Sedangkan kamera berfungsi untuk mendokumentasikan hal – hal unik dan menarik selama liburan. Merekam gambar  – gambar inspirasi, karena biasanya hal – hal unik nan menarik itu kita temui pas liburan. Dan bagi saya sendiri, yang memiliki prinsip setiap peristiwa adalah tarbiyah’, sangat sayang kalau satu peristiwa menyejarah dalam hidup tak sempat terdokumentasikan dengan rapi. Sedangkan laptop dan koneksi intenet berfungsi untuk mendokumentasikan agenda kita dalam bentuk tulisan, juga untuk tetap menjaga komunikasi dan informasi kita selama liburan. Komunikasi dengan teman – teman lainnya, juga informasi dari berbagai belahan dunia viya (via) internet dengan koneksi internet yang kita bawa dari rantau.

Jangan terlalu banyak lihat TV

Saat dirumah, biasanya mentok – mentok agenda hburan kita adalah TV, terutama mahasiswa yang berasal dari pedalaman atau pelosok, hehe. Nah, boleh lihat TV, tapi jangan terlalu sering dan menghabiskan waktu kita. Sebab biasanya, pengaruh televisi saat liburan dirumah ini sangat tinggi, bisa menyebabkan seorang aktivis kampus menjadi pasivis sejati saat dirumah. Apalagi acaranya adalah acara khayalan tingkat tingggi atau gosip – gosip, makin parah dah tuh. Rekomendasi saya, acara TV yang bermutu itu seperti ILC, Kick Andy, Metro Files, AKI, Genta Demokrasi, Stand Up Comedy, Liga Italia, Liga BBVA, dan Liga Inggris (hehehe).

Jangan tidur habis subuh

Bagi saya ini adalah kebiasaan jelek aktivis kampus, terutama yang mengatakan dirinya aktivis gerakan Islam, kalau masih saja melakukan aktivitas ini, maka belum di katakan syumul dalam pemahaman dan amalnya. Bukankah didalam sepuluh karakter kader, kita mengenal yang namanya efektifitas waktu, jadi kalau saja kita masih melakukan hal ini, akan menurunkan produktivitas kita. Juga akan mengurangi keberkahan aktivitas kita hari itu.

Kerjakan hal – hal yang bermanfaat

Mengerjakan hal – hal taktis dan bermanfaat lebih baik dilakukan dan jangan menunggu atau menunda untuk melaksanakan. Membantu orang tua, atau membantu mengerjakan hal lain yang bermanfaat untuk orang menjadi hal yang penting untuk diagendakan dan dikerjakan selagi liburan dirumah.

Silaturahim ke teman atau tetangga atau saudara

Ini juga penting untuk dilakukan, untuk menjaga tali rahim kita, sekaligus mengurangi waktu sia – sia kita selama liburan. Sharing pengalaman, diskusi seputar kekinian dan soal apapunlah yang dapat merekatkan tali rahim.

Nah, itulah beberapa tips liburan produktif yang bisa saya bagi ke teman – teman, semoga liburan kita menjadi produktif, dan menghasilkan karya – karya besar nan menyejarah, untuk Indonesia tercinta. Dan kalau menurut analisa saya, barangkalai berawal dari pandainya kita memanajemen diri dengan baik, mencegah kemalasan itu masuk dan menggoda aktivitas kita, adalah awal yang baik untuk menghidupkan karakter kepemimpinan itu didalam jiwa kita. sehingga kelak, ketika memimpin negara, tak ada rasa malas, tak ada lagi rasa malas untuk mengayomi Indonesia. Selamat mencoba. Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini.

Oleh : Panji Anom Kaliwinong

Iklan

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s