Surat cinta, BBM, dan Power Ranger


Saat saya menulis artikel ini, saya sedang menyaksikan Pak Sutan Batoegana memanas – manasi Dewan Pembina Demokrat untuk

BBM kartun

BBM kartun

mendesak mengeluarkan salah satu Partai dari Setgab setelah Partai tersebut menyurati SBY terkait 3 opsi kenaikan BBM. Yang pertama yang ingin saya tulis adalah, kata senyum, senyum dan senyum. Ya, kalau sejauh yang saya ketahui, yang namanya sahabat  ngasih surat ke sahabatnya itu adalah sebagai bentuk perhatian, bentuk kasih sayang, bentuk cinta, dengan menawarkan solusi yang lebih tepat untuk menyelesaikan masalah. Tapi ini malah tersinggung, bahkan ngeluarin pernyataan kontroversi, koalisi teri-lah, keluar dan jadi oposisi lah. Mbok yao, dirembug dulu, jangan langsung divonis bahwa si sahabat itu bersalah karena tidak sepaham dengan sahabat – sahabatnya yang lain. Dan saya pikir, gampang emosinya seseorang tersebut saat diingatkan sahabatnya adalah karena sedang mengalami kegalauan, mengalami ketakutan akan kelangsungan masa depannya. Ah, tapi itu tak penting lah, biarkan urusan surat cinta sahabat untuk sahabat itu diselesaikan mereka. Saya mah hanya pengamat saja.

Dan lebih tertarik ngomongin soal kenaikan BBM yang sepertinya pekan – pekan ini menjadi isu panas, dan bahkan menjadi satu ‘penghasilan tambahan’ bagi media – media yang mengangkatnya. Terus terang saya juga tidak akan memberikan analisis mendalam mengenai kenaikan BBM, karena saat saya menulis artikel ini, sudah banyak para pakar yang masih ‘waras’ cara berfikirnya menilai dan memberikan analisa bahwa kebijakan kenaikan BBM ini bukan kebijakan pro rakyat. Begitu juga teman – teman aktivis mahasiswa lainnya pasti sudah secara brilian menganalisis terkait kenaikan BBM ini, dengan kesimpulan bahwa mereka pasti secara tegas menolak rencana kenaikan BBM ini, apapun bentuk ideologi yang diyakininya, merah, putih, hijau, pasti sekarang segenap teman – teman gerakan mahasiswa sepakat bahwa menolak dengan tegas rencana kenaikan BBM ini, karena kebijakan ini adalah sebagai bentuk kedzaliman terhadap rakyat. Dan saya juga sangat yakin, bagi teman – teman mahasiswa, atau elemen mahasiswa, atau gerakan mahasiswa yang saat ini malah pro pemerintah, dengan menyetujui rencana jalan – jalan ke China, saya turut prihatin terhadap mereka, mereka telah menggadaikan harga dirinya, dan hal tersebut adalah serendah – rendahnya derajat gerakan mahasiswa.

Yang pertama, saya ingin mengucapkan selamat, salam hangat dan salam hormat dari saya, kepada teman – teman gerakan mahasiswa, yang beberapa pekan terakhir terus menghiasi media lokal dan nasional, cetak maupun elektronik terkait aksi – aksinya  yang saya bilang cukup gentle, cukup berani, dan semoga sampai kapanpun tak akan pernah berhenti selama pemerintah tidak memperhatikan suara mahasiswa, karena suara mahasiswa adalah suara rakyat. Rakyat dan mahasiswa ibarat sepasang kekasih, bila salah satu disakiti, sang terkasih wajib membela kekasih sampai titik darah penghabisan. Kira – kira begitulah analoginya. Jadi, saya serukan teruskan perjuangan kalian, tapi yang jelas jangan anarkis, karena mahasiswa identik dengan intelektual, jangan dibumbui dengan penjambretan dan hal – hal yang dapat menimbulkan kerugian masyarakat. Siap kawan ya!

Yang kedua, saya hanya memberikan satu saran saja, tak ada salahnya sih, kalau tiga opsi tadi coba di perhatikan pemerintah, saya kira pemerintah itu adalah tipe orang yang gengsian, malu – malu mau. Ayolah, demi rakyat, jangan sok jaim gitu, coba deh di bahas, dan diambil langkah terbaik demi masyarakat yang lebih baik dan makmur, jangan jaim ya pak, ya, ya. Daripada nanti malah kayak 14  tahun yang lalu, saat mahasiswa mulai ilfill dan bergabung, dan akhirnya Jakarta diserbu, kan malah berabe, nanti Foke malah cukur kumis lagi *ups, atau Jokowi malah gak pake Esemka lagi, tapi pake Esemmu. Kan gak keren tuh pak, kalau dimasa – masa terakhir ngemban amanah rakyat, eh malah nyakitin rakyat dengan naikin harga BBM. Hayoo, mau yang mana pakdhe? Pilih ngambil opsi terbaik dengan tak menaikkan harga BBM, atau, atau, kite – kite nih, bersatu dan berubah menjadi Power ranger yang menyelamatkan Indonesia dari monster Batogogna? Atau pilih saya gelitikin aja. Hehehehe.

Yang ketiga ini, saya memberikan saran serius untuk para mahasiswa, para aktivis mahasiwa, terutama yang sering kena kantong kering, yang takut nanti BBM naik, sebenarnya tak perlu khawatir kok, saat BBM naik nanti mungkin, saran saya, anda jangan beli BBM, tapi cukup mengambil minyak dari wajah – wajah mereka yang tak pernah pake pembersih muka, tuhh, kan kayak kilang minyak, jadi bisa deh buat bahan bakar motor. #eea. (garing).

Just Kidding. Bagi yang membaca artikel ini, jangan terlalu diambil hati, dibuat senyum saja, senyum kecut, senyum manis, den senyum sesuka – suka anda. 

(Dwi/Humas KAMMI Semarang)

7 thoughts on “Surat cinta, BBM, dan Power Ranger

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s