Visi komprehensif KAMMI untuk Indonesia


KAMMI adalah satu – satunya organisasi dan pergerakan yang memiliki visi komprehensif sebagai elemen kebangsaan yang bertugas

KAMMI Semarang

KAMMI Semarang

dan sekaligus berkewajiban mengawal proses kebangsaan yang sedang berlangsung dan disisi lain juga memiliki kewajiban untuk menjadi elemen yang menjadi solusi bagi setiap permasalahan bangsa kita. Statemen dalam paragraf pertama tersebut bukan tanpa alasan yang mendasar, sebab, KAMMI dalam perjuangan politiknya selama 14 tahun berkiprah dalam konteks kebangsaan, telah memiliki andil yang cukup nyata dan peran yang signifikan dalam upaya mengawal keberlangsungan Indonesia. Sejak awal berdirinya sampai saat ini, gerakan ini memposisikan sebagai gerakan oposisi kebathilan dengan mencoba komitmen sebagai wadah perjuangan yang akan melahirkan para pemimpin masa depan Indonesia. Hal tersebut nampak dari corak perjuagan KAMMI yang memiliki kejelasan Ideologi, yaitu ideologi Islam yang terejawantahkan dalam filosofi gerakan yang menjadi landasan KAMMI dalam menginternalisasikan gagasan langitnya.

Analisis Historis kelahiran KAMMI

Melihat realita historis kelahiran KAMMI, organ ini menjadi cermin dari lahirnya gerakan mahasiswa Islam sebagai representasi perlawanan ummat Islam atas ketidakadilan yang diderita dari rezim berkuasa. Karena sejarah telah mencatat, betapa Ummat Islam sebagai mayoritas populasi adalah minoritas dalam aspirasi. Setidaknya hal itu tercermin dari beberapa dekade kepemimpinan nasional kita. Belanda dan semua penjajah bersikap zalim terhadap Bangsa Indonesia, terkhusus kepada ummat Islam dan berbeda dengan agama kaum penajajah. Masa kekuasaan orde lama terdiri dari elit anti Islam, itulah sebabnya, akhirnya memang Soekarno “memilih” PKI yang notebenya partai Komunis daripada Masyumi.

Berlanjut ke masa rezim orde baru, dimana rezim ini pada periode pertama (tahun 70-90) bersifat represif dan otoriteristik. Orde baru yang pada dasarnya otoriter terhadap semua gerakan oposisi itu ingin mengendalikan dunia kemahasiswaan melalui birokrasi kampus yang mereka tawan. Melalui konsep NKK/BKK mereka mencoba melakukan tindakan represif terhadap aktivis kampus, terutama aktivis –aktivis Islam yang mereka nilai memiliki misi terselubung menjadikan negara Islam di Indonesia. Namun, ini adalah awal kebangkitan bagi aktivis Islam dan menjadikan masjid sebagai pusat perjuangan.

Dimulai sejak itu, orde baru jilid 2 pasca 90-an ditandai oleh munculnya kecenderungan lebih memihak Islam dari rezim berkuasa. Hal ini ditandai oleh berbagai peristiwa menarik seperti terbentuknya ICMI, didirikannya Bank Muamalat, dan sebagainya. Hal ini pulalah yang membuktikan bahw arus gerakan Islam mulai muncul ke permukaan, misal dalam salah satu peristiwa kasus demo pelarangan jilbab, LDK sebagai basis ideologisasi dan embrio gerakan KAMMI,mulai unjuk gigi dan rezim Soeharto mengalah, dan pada akhrnya jilbab dibolehkan dikampus dan sekolah pada tahun 1991. Dari peristiwa ini merupakan peristiwa mulai terbukanya keran gelombang gerakan Islam yang pada akhirnya pecah dan meledak pada 1998 dengan terbentuknya organisasi komite aksi bernama KAMMI, tepat tanggal 29 Maret 1998, yang dideklarasikan oleh aktivis FSLDK di Univeristas Muhammadiyah Malang.

Sejarah pada akhirnya kemudian mencatat bahwa KAMMI menorehkan titik – titik besar dalam sejarah perjalanan Indonesia, yang setidaknya ada tiga titik penting arus politik yang melekat di KAMMI itu. Yang pertama, adalah tekanan politik yang besar yang diproduksi KAMMI secara nasional sehingga berdampak pada penggulingan rezim Soeharto dalam kurun waktu 8 April – 20 Mei 1998. Yang kedua, eksistensinya sebagai organ gerakan yang leading dan outstanding ditengah kelesuan panjang ormas – ormas kemahasiswaan ekstrakampus lainnya macam HMI, PMII, dan gerakan lainnya. Yang ketiga, performance yang dibawa gerakan sebagai kelompok aksi yang konsisten, visioner, idealis, dan moderat, yang berbeda samasekali dengan gerakan yang lainnya, yang kadang juga memiliki sikap gerakan pragmatis, materialis dan tidak visioner.

Analisis peran KAMMI sebagai oposisi kebatilan

Identitas KAMMI yang dibawa sudah sangat jelas yaitu Islam, dan menjadi warna kepribadian dasar organisasi dan kader – kadernya daripada identitas simbolik  yang menciptakan fragmentasi dan apriori. Inilah yang kemudian menegaskan peran KAMMI sebagai oposisi permanen kebatilan. Cita – cita moral dan sekaligus cita – cita politik KAMMI adalah tegaknya Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai nilai dan acuan dasar. Cita – cita inin mungkin terasa radikal, tetapi jika kita ingin melihat aspirasi anak muda Islam zaman ini, KAMMI adalah representasinya. Menurut KAMMI, tidak ada basa – basi dalam hal keyakinan. Karenanya, jika seorang muslim meyakini bahwa Islam adalah acuan nilai dan pedoman tertinggi, maka kenapa tidak nilai Islam diperjuangkan menjadi nilai dan acuan dalam bermasyarakat dan bernegara. Inilah corak gerak yang dibawa KAMMI pada masa awal – awal kelahirannya, dan hakikat oposisi kebatilan itu sudah nampak jelas ditransformasikan dalam gerakannya menggulingkan rezim Soeharto, yang kemudian saya sebut dengan politik perlawanan.

Mulai dari corak gerak berupa politik perlawanan pada masa awal – awal kelahiran KAMMI, dimana saat itu gerakan yang sebenarnya sudah ada sejak rezim represif orde baru berkuasa, pecah dan tumplek bleg lahir dan langsung menggentarkan nyali para penguasa zalim. KAMMI sebaga gerakan Islam dengan konsepsi yang sangat jelas telah membuktikan saat itu bahwa dimana ada kebatilan, maka disitulah KAMMI berada. Dan sejak saat itu, KAMMI mendeklarasikan dirinya menjadi gerakan oposisi kebatilan permanen. Saat inipun, saat zaman sudah mulai berbeda dengan 14 tahun yang lalu saat KAMMI lahir, KAMMI mencoba tetap mengkondisikan gerakannya untuk selalu berpihak kepada kebenaran. Hal ini dipertegas dengan adanya filosofi gerakan KAMMI, dimulai dari visi dan misi gerakan, kredo gerakan, unsur – unsur perjuangan, paradigma gerakan, dan karekateristik gerakan KAMMI. Konsepsi gerakan yang diperjelas dengan instrumen tersebut semakin mempertegas wilayah amal dan ranah garapan KAMMI adalah memberantas semua kezaliman dan mengawal tercipatnya tatanan masyarakat baru yang madani di Indonesia.

Jika kita cermati dalam bentuk analisis, maka kita akan membuat tiga kesimpulan akan proses kelahiran KAMMI dan torehan menyejarah KAMMI untuk Indonesia diawal masa – masa reformasi. Pertama, sejarah bangsa Indonesia yang menjelaskan adanya ketidak-adilan terhadap ummat merupakan faktor obyektif munculnya perlawanan ummat Islam, termasuk kalangan kampus yang menggunakan masjid sebagai basis ideologisasi. Kedua, para perintis dakwah kampus telah mengembangkan satu metodologi yang sangat cerdas yang berasal dari sumber – sumber utama ajaran Islam dan dakwah serta pendapat para ulama. Metodologi inilah yang telah melahirkan strategi dan kreatifitas untuk mengembangkan dakwah yang sesuai dengan kondisi saat ini. Ketiga, KAMMI sebagai resultante perjalanan sejarah ummat di Indonesia, khususnya dikampus adalah ijtihad yang harus terus menyempurnakan diri dengan selalu mengembangkan kreatifitas berfikir dan berkarya dalam memposisikan perjuangan ummat, dikampus maupun dalam konteks dinamika global.

KAMMI dan Zaman Baru

Bergantinya corak zaman dari yang semula resistensi, lalu beralih ke zaman baru yang saat ini, tentu juga membuat KAMMI bereaksi cepat menyesuaikan dengan zaman yang ada. Perubahan corak gerak itulah yang membuat KAMMI sebagai gerakan dan kader KAMMI sebagai indoividu yang menopang gerakan ini, lebih matang dalam gerakan dan lebih dewasa dan arif dalam bersikap. KAMMI dan Zaman baru adalah dua hal yang sudah menjadi keniscayaan bagi gerakan ini untuk mematangkan konsepnya, mendewasakan alur berfikirnya, dan juga mengejawantahkan konsepsi surgawinya kedalam bentuk yang lebih sederhana dan tepat sasaran. KAMMI dan Zaman baru, setidaknya beberapa hal yang kemudian harus dilakukan KAMMI sebagai gerakan dalam upaya membumikan visi komprehensifnya untuk keberlangsungan ummat dan bangsa Indonesia.

Pertama, KAMMI harus membaca realitas sejarah, termasuk mencermati tiga poin KAMMI pada masa awal kelahirannya diatas, tekanan politik yang diproduksi KAMMI, eksistensi gerakan, dan performance KAMMI, inilah yang harus diperhatikan KAMMI saat ini dalam membaca realita sejarah kelahiran KAMMI. Pembacaan kembali realitas sejarah ini berfungsi untuk kearifan sikap kita dalam menentukan arah gerak kedepan. Hal ini menjadi penting karena beberapa kelemahan yang terjadi ditubuh gerakan islam adalah a-historis, buta akan sejarah kejayaannya, sehingga hal ini kadang memunculkan sikap skeptisme dalam tubuh ummat Islam sendiri. KAMMI harus menyadarkan bahwa bangsa kita adalah bangsa besar, memiliki hak untuk berkuasa dalam segala bidang, dan itu kewajiban mutlak yang harus dituntaskan menjadi sebuah kenyataan.

Kedua, KAMMI harus melakukan islamisasi ilmu secara mendalam dan berkelanjutan. Hal ini karena KAMMI adalah iron stock, cadangan masa depan ummat yang cepat atau lambat akan menjadi pemimpin dinegeri ini. Maka dari itu, visi kepemimpinan yang dibawa KAMMI sebagai fokus gerakan harus benar – benar tertransformasikan ke kader – kadernya. KAMMI sebagai gerakan intelektual harus mengkondisikan dirinya pada ranah kontribusi riil sesuai bidang keilmuan masing – masing. Dalam skema model manusia muslim abad 21, konsepsi kontribusi adalah medan amal puncak yang dimiliki oleh manusia muslim. Dan begitu juga dengan KAMMI dan kader – kadernya, harus mengetahui hakikat pentingnya ilmu dalam ranah kontribusi.

Ketiga, KAMMI harus menyiapkan diri bagi lamoratorium amal yang lebih luas. Dengan kata lain, keempat unsur gerakan (membangun basis sosial, basis operasional, basis konsep, dan basis kebijakan) dan juga keempat paradigma gerakan, yakni gerakan dakwah tauhid, intelektual profetik, sosial independen, dan ekstraparlementer menjadi fokus garapan dan amal KAMMI dalam era baru KAMMI saat ini. Berbicara masalah laboratorium amal yang lebih luas dalam poin ketiga ini, dalam salah satu tulisan Rijalul Imam daalm buku Capita Selecta, menggambarkan dengan Jelas bahwa perjalanan menyejarah gerakan ini telah sampai ke tahap dua, dimana tahap pertama KAMMI melandaskan geraknya pada politik nilai, dimana saat jilid satu tersebut gerakan KAMMI terlihat sangat definitif, yaitu gant rezim orba. Pada KAMMI jilid dua ini adalah era baru yang terbuka, dimana dalam jilid kedua ini mengalami 3 momentum sekaligus: momentum pergeseran peradaban global, momentum kebangsaan, dan momentum sejarah baru gerakan mahasiswa. Disini tantangan baru sebagai kaum muda muslim pun semkain kompleks dan karenanya membutuhkan desain gerakan yang lebih rinci.

Yang pertama adalah melihat realita kekinian, bahwa KAMMI hadir di era serba keterbukaan meskipun embrio lahirnya gerakan ini jauh sebelum keran – keran demokrasi terbuka lebar, jadi KAMMI harus memandang bahwa di era terbuka, masyarakat yang serba kritis, persaingan antar negara, hingga hegemoni korporasi dan kapitalis global, alias penjajahan korporasi yang dilakukan pihak – pihak tertentu dan nampak tersembunyi.

Yang kedua, adalah berbicara tentang perkembangan kapasitas gerakan. KAMMI tidak mungkin melakukan perbuatan diluar kapasitas gerakannya. KAMMI selalu menyandarkan gerakannya pada kapasitas dirinya sebagai kaum muda dan mayoritas mahasiswa. Namun, dengan poteni yang dimilikinya, KAMMI akan terus melakukan up-grade atas kinerja dan performance gerakannya. Karena yang perlu diingat dalam realitas sejarah keberadaan KAMMI, performance menjadi satu instrumen penguat prestasi – prestasi besar yang ditorehkan KAMMI dalam masa awal – awal kelahirannya, dan sampai kapanpun, performance gerakan ini harus tetap dijaga dan dipertahankan sebagai nilai – nilai keunggulan KAMMI.

Inilah Pekerjaan rumah KAMMI dalam memasuki Zaman baru yang serba baru. Menciptakan karya besar yang menyejarah sebagai gerakan, terus konsisten membentuk para pemimpin – pemimpin masa depan yang akan mewarisi Indonesia, disisi lain juga harus tetap komitmen untuk menjaga performance garakan dalam proses pengawalan keberlangsungan transisi demokrasi yang lebih beradab. Tiga hal yang menjadi pekerjaan berat yang dilakukan KAMMI di era saat ini, tetapi seiring pembelajaran dari sejarah masa lampau, dimana KAMMI mampu melewati fase sejarah awal tersebut dengan prestasi gemilang, saya kira kedepan KAMMI juga mampu untuk melewati zaman baru ini dengan prestasi – prestasi gemilang.

Referensi :

Capita Selecta KAMMI, Rijalul Imam, dkk

KAMMI dan Pergulatan reformasi, Mahfudz Shidiq

Buku Prestasi AB1 KAMMI Semarang

KAMMI menuju Muslim Negarawan, Taufiq Amrullah

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s