Mengeja makna cinta, bersama mereka


Yang saya pahami dalam tarbiyah ini,  ternyata tarbiyah, ternyata dakwah ini menjadi satu konsepsi yang kalau kita menikmati

Dibukit atas Pantai Manganti

Dibukit atas Pantai Manganti

kebersamaan dengannya, akan membentuk karakter jiwa yang kokoh, bahwa dakwah ini kalau kita menikmati aktivitasnya, melaksanakan semua perangkat-perangkat tarbiyah yang ada didalamnya, akan membentuk karakter profil kader yang kokoh. Perngkat – perangkat tarbiyah yang sudah disusun sedemikian brilian, ketika itu indibath untuk dilaksanakan, insyaallah akan membentuk pribadi – pribadi yang integral. Menyeluruh. Pemahaman, amal, fikroh, semuanya bersinergi didalam jiwa dan diri kader tersebut.

Rihlah, halaqoh, tatsqif, mukhayam, mabit, Katibah, usar, jalsah, daurah, Nadwah, Muktamar, adalah serangkaian perangkat tersebut,

Pagi di Pantai Bocor

Pagi di Pantai Bocor

yang seharusnya ketika memahami konsepsi dakwah ini secara syumul, kita akan menjadikan perangkat – perangkat tersebut sebagai sarana tarbiyah yang akan meneguhkan loyalitas kita kepada dakwah, sehingga perangkat – perangkat tersebut menjadi satu hal yang tsawabit bagi kader – kader dakwah. Pada hakekatnya, perangkat yang disusun sistematis tersebut, adalah suatu keragaman yang semakin menegaskan adanya ke – takamul –an (saling menyempurnakan) dalam tarbiyah seorang muslim. Suatu keragaman yang dibangun diatas pemahaman yang dalam terhadap sistem yang benar yang harus mendasari konsepsi pembinaan manusia.

Kalau kita perjelas dalam model yang lebih simpel, diibaratkan tarbiyah ini adalah alam yang indah, maka Halaqoh atau usrah adalah segumpal awan putih, lalu daurah adalah gunung – gunung, tatsqif adalah angkas yang membiru, katibah adalah laut yang jernih, rihlah adalah matahari, maka dari kesemua perangkat tersebut akan menciptakan harmoni alam yang indah. Minimal kita seharusnya memaham bahwa perangkat – perangkat tarbiyah ini menjadi satu sistem yang komprehensif dalam rangka pembentukan konsepsi dakwah integratif, yang salah satu fungsi didalamnya adalah membentuk kader integral.

Lanjut..

Sementara abaikan catatan saya di alenia 1-3 diatas, karena catatan2 itu sifatnya hanya mereview kembali materi yang sudah

Deburan Ombak Pantai Suwug

Deburan Ombak Pantai Suwug

disampaikan murabbi kita dulu, saya akan mencoba kembali ke tema awal, tentang tema mengeja cinta bersama mereka. Sebenarnya ini adalah ungkapan hati saya, bersama mereka,  dua hari bersama mereka, dan mengeja makna cinta dan ukhuwah, fii dakwah.

Bagi, saya, dan mungkin beberapa orang yang sepaham dengan saya, agenda mempertautkan hati adalah agenda yang mesti dijalankan agar kebersamaan, keterpaduan, bersama mereka di tarbiyah ini semakin kokoh. Dan rihlah, adalah satu agenda yang efektif, selain karena rihlah adalah salah satu perangkat tarbiyah, juga rihlah menjadi sarana efektif untuk lebih mendalami sifat dan karakteristik mereka, serta dengan rihlah akan menjadi satu saran untuk mencharge kembali energi yang hilang setelah banyak kesibukan. Rihlah, menurut Ustadz Ali Abdul Halim Mahmud, sangat penting untuk menciptakan iklim sosial ikhwah yang dipandu oleh nilai – nilai Islam dan kedisiplinan secara fisik, karena pada hari itu, ikhwah berada dalam satu kehidupan islami secara nyata, dan mentadaburri ayat – ayat Kauniyah Allah secara langsung.

Lanjut..

Makan Mendoan Raksasa di Waduk Sempor

Makan Mendoan Raksasa di Waduk Sempor

Sementara abaikan juga catatan di alenia 4-5 diatas, tentang konsep rihlah secara teoritis di Buku perangkat tarbiyah. Satu hal yang pasti, agenda rihlah adalah momentum untuk menguatkan azzam kembali, istiqomah bersama dakwah ini. Mungkin selama saya berada dilingkaran iman , sejak jadi mad’u, hingga hari ini membersamai dan merawat mereka, adalah agenda rihlah terjauh, terbanyak yang dikunjungi, dan tentunya meninggalkan sepahat kenangan manis yang tak terlupakan –in my life– . Dan Kebumen (6/02) menjadi tempat yang menjadi saksi, tentang kebersamaan bersama mereka. Mengharukan, nikmat, dan juga menumbuhkan semangat baru, terkhusus dalam diri saya, yang masih sangat jauh dari benar dan suci, tetapi semoga ini menjadi spirit bagi saya untuk menjadi lebih baik.

Bersama mereka, mengeja cinta

Cinta pada hakekatnya adalah tepautnya hati, sehingga hati pun menjadi kokoh, juga ada makna yang tersirat didalamnya, tentang kepedulian, tentang kebijaksanaan, tentang ukhuwah, semuanya berpadu dalam kata yang lebih mempesona, cinta. dan bersama mereka, saya yakin, cinta akan menmukan makna sesungguhnya. Di Kebumen, dan saya, bersama mereka berkunjung ke berbagai obyek wisata, pantai Suwug, Pantai Logending, Goa Jatijajar, Pantai Bocor, dan diakhiri dengan Mabit serta bakar-bakar ikan di Pantai Lepas Manganti, kebumen, dan hal tersebut sudah cukup untuk kembali menemukan spirit dan mempertautkan saya, dengan mereka, para generasi pewaris militan dalam tarbiyah ini.

Mengeja cinta bersama mereka,

Dinginnya pantai Manganti malam itu, ditemani temaram bulan purnama, tak menyurutkan saya, bersama mereka untuk bermalam

Senja di Pantai Manganti

Senja di Pantai Manganti

dan mabit di Pantai yang merupakan pantai Lepas di ujung selatan Jawa. Agenda bakar ikan, dengan makcam – macam ikan, mujair, bawal, bandeng, tongkol dengan alat seadanya menjadi nikmat walaupun dengan bumbu seadanya, ketika dibumbui dengan ramuan ukhuwah dan kebersamaan. Nikmat, apalagi bersama ombak malam yang saling sahut menyahut mempertontonkan harmoni malam purnama yang elok.

Bersama mereka, mengeja cinta,

Biarkan udara dingin, bebatuan, panorama pagi, segenggam kacang rebus, menjadi saksi betapa ternyata kekuatan yang akan memberikan spirit dalam dakwah ini bukan hanya kata – kata kita, tetapi kedekatan kita dengan mereka, adalah satu hal yang saya kira menjadi kekuatan tersendiri yang akan mengokohkan mereka, untuk tetap dan selalu, istiqomah, menjadi penyebarnya yang paling tekun, menyemai benih – benih iman, bersama dakwah ini. Jazakumullahu adik- adikku tercinta, semoga kalian tetap istiqomah, bersama dakwah ini.

Dan tetaplah membersamai mereka, dan mengeja cinta, mengurai benang – benang ukhuwah, lalu kemudian merajutnya kembali, agar indah, agar mempesona, dan menyejarah, dan engkau akan menemukan dirimu bahagia, kelak ketika di Surga. Semoga barakah, istiqomah, khusnul khatimah.

Diatas Tebing curam Pantai Manganti

Diatas Tebing curam Pantai Manganti

Iklan

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s