Terus terang, aku rindu kalian….


Bila saja kau ada di sampingku,

Ekspresif
Ekspresif


sama-sama arungi danau biru
Bila malam mata enggan terpejam
Berbincang tentang bulan merah ho…

Du du du du du du du du du du du du du du du
du du du du du du du du du du du du du du du

(Ebiet G Ade à Nyanyian Rindu)

Entah kenapa, tiba – tiba pikiran ini jauh menerawang mengangkasa, melewati pegunungan, lalu kembali jatuh di sebuah sudut kampung di ujung desa. Di kampung itu, walaupun kata orang – orang yang pernah kesana, hanya sebuah kampung yang sepi, yang tak bertetangga, tetapi bagiku, disini aku menemukan keramaian hati, disini aku menemukan kerenyahan senyum yang tak pernah ada ditempat lain. Entah kenapa, setelah melihat foto – foto itu, hati ini rindu sekali, untuk ingin kembali bersama mereka, bersenda gurau, menumpahkan segala isi kerinduan yang mendalam, lalu bersama  – sama dengan mereka, bercerita, dari hati kehati, bercerita dengan mata yang berbinar, dengan mulut yang antusias untuk menumpahkan segala kata – kata. Entah, walaupun belum lama ini membersamai mereka, tetapi ingin sekali, detik ini, diwaktu ini, aku bersama mereka, dan lalu, aku tak ingin berpisah dengan mereka.

Terus terang, aku rindu mereka, sebenar – benar rindu.  Dan tak terbantahkan. Aku hanya berharap, mereka juga merindukan aku.

Pose
Pose

Bapak dan Ibu yang tetap bersemangat melalui hari – harinya dengan mengajar, dan melalui sore dengan merumput, mas dan mbakku yang tetap serius dengan sesungging senyum  melewatkan hari – hari dengan mengajar bimbingan belajar dan bisnis poto kopinya, lalu adik sepupuku yang kini sudah nyaman mengajar sebagai Dosen si salah satu Universitas di Jogja. Lalu mas sepupu yang masih sibuk dengan bisnis jual beli mobil, atau mbakku yang berada nun jauh disana, di Jakarta dengan bisnis propertinya, atau Paklik, yang tetap berkarya dengan Rumah Pintar-nya. Atau juga adik sepupuku, yang malaupun sudah sangat jenuh, semoga tetap semangat mealui hari dengan semakin memperbanyak hafalan – hafalan Qur’an. Atau juga adik – adikku yang semoga tetap bersemangat menuntut ilmu, sampai kapanpun semoga tetap bersemangat.

Terus terang, aku rindu mereka, saat – saat itu, saat makan bersama, bercerita bersama, berkumpul bersama, bercerita, saling menasihati, saling memberikan ungkapan – ungkapan kasing sayang, saat bermain futsal bersama, dan lalu berfoto bersama, dan lalu saling menyemangati satu sama lain. Ah, rindu itu seperti tak ada habisnya. Terus menguliti kulit yang memang tipis ini. Namun aku yakin, suatu ketika, kita akan bertemu lagi, lalu dengan mata berbinar dengan wajah optimis menantang zaman, kita akan bercerita tentang indahnya harmoni kehidupan.

Aku berharap, semoga kalian juga demikian. Merindukan aku. Aku berharap, kalian saat ini, diwaktu ini juga tetap optimis, tetap

Action
Action

bersemangat, melakukan hal – hal yang bermanfaat, dan diwaktu yang tepat nanti, kita akan kembali bertemu, dalam wewangi kerinduan, dalam harum semerbak cinta dan kasih sayang.

Terus terang… aku rindu kalian…

Kapan lagi kita akan bertemu
meski hanya sekilas kau tersenyum?
Kapan lagi kita nyanyi bersama?
Tatapanmu membasuh luka, ho…

Du du du du du du du du du du du du du du du
du du du du du du du du du du du du du du du

(Ebiet G Ade à Nyanyian Rindu)

(A Tribute to El-Munir Community)

Ganteng kan? ^_^

Ganteng kan? ^_^

Ngumpul Tahun 2010
Ngumpul Tahun 2010
Ngumpul tahun ini dirumahku
Ngumpul tahun ini dirumahku
Team
Team
Iklan

3 thoughts on “Terus terang, aku rindu kalian….

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s