DMT oh DMT…


Ini adalah agenda yang barangkali menjadi satu kenangan tersendiri bagi saya, dan kami, para sesepuhkampus yang sebentar lagi pergi

DMT

DMT

meninggalkan kampus.  DMT begitu kami menyebutnya, sebagai bentuk komitmen kami untuk memperdalam fikrah kepada adik – adik angkatan. Sengaja kita konsep sedemikian rupa dalam bentuk training pembuat kebijakan. Tetapi selalu saja, ada hal menarik yang saya kira perlu saya tuliskan di artikel saya ini. Tentang kepanitiaan yang hanya berjumlah 10 biji, eh 10 orang saja. Dengan harapan TIK acara bisa tersampaikan, kami ber-sepuluh pun mengkonsep agenda ini agar bisa maksimal dalam pelaksanaannya. Dimulai dari penggunaan skema alur dauroh yang dibuat sangat bagus, kemudian ada tahap seleksi peserta, sampai format penilaian untuk peserta. Kesemuanya digarap oleh sie acara yang berjumlah 5 orang saja. Hmmmh mantep ya sie acara. Begitu juga dengan tema, pada mulanya saya begitu yakin dengan tema yang saya tulis sendiri di background, “Lets to elaborate of thinking depth, accuracy analysis, and agility moving“, ee.. setelah diperhatikan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya (kayak teks sumpah pemuda ya, eh salah, teks prklamasi maksudnya) ternyata ada beberapa ejaan dan penempatan kata yang cukup salah, dan kamipun dapat kritik dari Ust. Imam Mardjuki dan beberapa orang lainnya. Harusnya gini “Lets elaborate of thinking depth, accuracy analysis, and movement agility“. Hadew… tapi maklum lah, wong saya juga baru belajar bahasa Inggris, hehehe… #pembelaan.

Dari segi pembicara dan materi, kami juga tidak main – main dalam menggarapnya. Materi yang seharusnya untuk DM3 pun kami berikan untuk DMT ini dengan harapan wawasan kader tentang konsepsi dakwah bisa lebih baik. Materi Fikih Kemenangan dan Kejayaan yang diambil dari bukunya As Shalabi dan materi Pilar – pilar kebangkitan ummat  dari intisari Majmuatur Rasail sebagai materi utama sengaja kami sajikan dalam training agar dapat membentuk fikrah dakwah yang lebih syumul. Pun demikian dengan pemateri yang juga sengaja kami hadirkan dari Jogja, ustadz Sholihun (jazakallahu Ustadz) yang cukup menginspirasi (terutama bagi saya pribadi) dan juga semoga bagi peserta DMT.

Tetapi jangan anda bayangkan berapa jumlah dauroh ini, yang tidak seperti kebanyakan dauroh.  Dari total 53 orang yang direkomendasikan ikut dauroh ini, hanya 24 saja yang lolos, terdiri dari 12 ikhwan dan sisanya akhwat. Dan dari 24 orang tersebut sangat disayangkan hanya 70% yang benar – benar ikut full dan bisa lulus sesuai kriteria dari pantia. Namun insyaallah itulah yang terbaik. Dan ini bagi saya adalah bukti betapa kader Unnes yang sadar untuk mengikuti proses takwin, pembentukan, benar – benar baru sedikit, belum banyak. Dan ini saya kira adalah sebuah kewajaran. Karena sejarah telah mencatat, generasi pemikir dan para decision maker tidaklah banyak, hanya beberapa saja. Dan tentu kami sudah sangat bersyukur para peserta yang serius benar – benar mengikutidauroh tersebut dengan segala kesadaran, dan semoga mereka akan menjadi kader – kader ideolog kampus.  Tentu kami juga sangat menyayangkan sebagian peserta yang kurag semangat dan serius dalam mengikuti agenda ini, padahal kami juga telah merancang acara ini cukup bagus. Kami sebenarnya juga tidak menyalahkan pada agenda – agenda padat mereka, yang kami yakin hal itu lebih diprioritaskan. Namun sekali lagi, kami tetap bersyukur dan akan tetap bergerak karena kami yakin kami pasti akan diberi kemudahan – kemudahan.

Hingga agenda DMT ini usai, kami masih merasakan berkas – berkas kerinduan yang mendalam pada acara ini. Bukan apa – apa, kami hanya berfikir bahwa apa yang telah kami berikan kepada ummat ini belumlah seujung kuku dari yang telah diberikan para generasi sahabat nabi. Kalo para sahabat nabi, prinsipnya begini, sekali berarti, sesudah itu mati!! Kami hanya ingin lebih banyak bermanfaat untuk orang lain, untuk masa depan dakwah kampus, untuk kejayaan islam. Untuk kawan – kawanku panitia DMT angkatan 2006, Ukhtina Dian Ardhana Reswari, Ukhtina Dian Khairunni’mah, Akhina Muhammad Luqmanul Hakim, Akhina Saeful Agus Rahmat Yuliantoro, Akhina Muhammad Nur Roissul Khasan, Akhina Yuniar Kustanto, Ukhtina Sri Hesti Wahyuningsih, Ukhtina Reni Asriningrum, dan Ukhtina Alvia Rachmawati, jazakumullahu khairan katsir atas waktu, energi, dan segenap curahan cinta kalian untuk agenda DMT ini, semoga Allah selalu dan kembali mempertemukan kita dalam keistiqomahan fi dakwah.

(friends are like puzzle pieces. if one goes away, that special piece can’t be replaced or the puzzle will be the same. thanks for being our friend)

Iklan

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s