Seri Karakter kader Pilihan : Bina Ruhil ghirah


Ikhwahfillah, melihat kondisi dakwah kita saat ini yang memang secara mihwar terus berkembang, maka sudah selayaknya para kader

Ghirah

Ghirah

dakwah memantaskan diri untuk turut hadir dan berkontribusi sesuai mihwarnya yang ada saat ini. Dan kemudian menyadari bahwa semakin tinggi mihwar dakwah, maka akan semakin banyak tugas dakwah yang perlu diemban, oleh karena itu kader dakwah harus membangun keghairahannya. Keghairahan untuk terus berbuat dan berjuang demi kokohnya dakwah ini. Tidak pernah lemah, kemdur, atau bahkan mundur sedikitpun menghadapi rintangan. Tidak akan pernah gentar karena rintangan. Tidak pernah layu dengan bergulirnya zaman. Ia bagaikan batu karang ditengah lautan yang kokoh menghadapi terjangan ombak.

Berbicara tentang bina ruhil ghirah (membangun ruh keghairahan) dalam dakwah, kita akan teringat salah satu sahabat Rasulullah, Avu ‘Ala Al Maududi mengingatkan kader – kadernya, “Bila kalian menyambut tugas dakwah ini tidak sebagaimana sikap kalian terhadap tugas yang menyangkut urusan pribadi kalian, maka dakwah ini akan mengalami kekalahan yang telak. Oleh karena itu sambutlah tugas ini dengan ghairah.” Amatlah tepat taujih Abul ‘Ala Al Maududi ini bila melihat sederetan tugas dan harapan ummat. Bila saja kader dakwah memahami dengan benar, maka mereka akan berupaya untuk menjaga keghairahannya agar tidak pernah redup sedikitpun. Karena, akan berakibat fatal dalam menunaikan tugas dakwah.

Sebaliknya, jiwa yang berghairah dalam menyambt tugas – tugasnya, akan mudah untuk menyelesaikannya. Bahkan dapat menemukan celah  – celah sempit untuk menjadikannya sebuah peluang yang besar yang pada akhirnya menjadi penyebab kemenangan dakwah. Ia tidak pernah mundur  tatkala bahaya menghadang. Ia tidak pernah lelah ketika peluh bercucuran. Yang ada dalam benaknya adalah kami siap mengembannya untuk sebuah kemenangan.

Hal ini diteguhkan dan dikuatkan kembali oleh Allah Azza Wa jalla dalam Al-Qur’an :

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu prang-orang beriman. jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungghunya kaum (kafir) itu pun (pada perang badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syudaha. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim”.. (QS. Ali Imron: 139-140).

Karena itu sepantasnya bagi para kader untuk selalu berusaha meningkatkan ghairahnya melalui amalan-amalan yang disunnahkan Rasulullah SAW. Sehingga ghairahnya tidak kendur. Sehingga, ibadah sunnah, mengkaji sejarah kepahlawanan islam, membayangkan pahala dan balasan yang dijanjikan Allah SWT, bercermin dari kehidupan kader-kader daerah terpencil yang sangat bersemangat untuk menyebarluaskan dakwah, menjadi kebutuhan. Amalan – amalan tersebut menjadi bahan bakar semangat yang menggelora. Semoga menginspirasi. Semoga istiqomah, barakah, khusnul khatimah.

Iklan

2 thoughts on “Seri Karakter kader Pilihan : Bina Ruhil ghirah

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s