Lebaran 1432 H : Sungkeman, Ketupat, reunian, sampai (sempet) jadi tukang bakso


Burung – burungpun bernyanyi      

With my family

With my family

bungapun tersenyum

Melihat kau hibur hatiku

Hatiku mekar kembali

Terhibur simphoni

Pasti hidupku kan bahagia

Lantunan lagu simphoni yang indah yang didendangkan Elfonda Mekel (Once) tersebut mengiringi perjalanan mudik ke kampung halaman tercinta, Pacitan. Walaupun sempat terjebak macet selama kurang lebih dua jam di sekitar kawasan Bawen – Salatiga, akhirnya perjalanan mudik kali ini berjalan dengan lancer, dan tepat pukul 8 malam akhirnya sampai jualah diri ini di rumah tecinta. Nuansa rumah itu masih seperti dulu, hening, sepi, hanya kadang suara jankrik bersahut – sahutan, dan sesekali suara tokek  memecah kesuniyian malam. Udara khas desa kami pun mulai terasa, dingin, namun sejuk, berbeda samasekali dengan suasana Kota Semarang yang sudah sangat panas. Dan bersamaan dengan dimatikannya mesin Toyota Avanza H 8581 FE di garasi samping rumah, dimulailah sejuta kisah unik dan mengesankan Liburan Lebaran di kampung halaman tercinta. Pacitan.

Mudik dan Macet

Selalu menjadi kebiasaan, setiap agenda mudik terjadi, dimanapun diwilayah Indonesia selalu dibarengi dengan fenomena kemacetan

Macet

Macet

lalu lintas, dan tak jarang juga bahkan terjadi kecelakaan lalu lintas, entah akibat jalan yang rusak, maupun oleh ngawurnya para pengguna jalan, sehingga mengakibatkan terjadi laka lantas. Dan tercatat tahun ini kasus kecelakaan membengkak menjadi 34% dengan jumlah korban tewas 634 orang. Hal tersebut dapat diartikan bahwa agenda mudik bisa menjadi sang pembunuh yang mengerikan. Hmmmh. Eh, kok jadi ngomongin kecelakaan mudik ya. Eh, kembali ke tema, tentang mudik dan macet. Alhamdulillah, setelah menunggu beberapa hari untuk mudik, akhirnya mudik pun terlaksanan H-2, tepatnya hari Ahad pagi. Setelah kami bersiap dengan segala bentuk persiapan mudik, mulai dari baju, celana, kaos, raket tenis, sandal jepit, peralatan mandi, topi, sampai dengan kacamata hitam kami persiapkan, akhirnya kami berangkat mudik ke Pacitan, tentunya dengan segenggam harap dapat mudik dengan lancar. Namun walaupun begitu, walaupun kami mencoba menghindar dari penyakit macet, kamipun tetap terjebak kemacetan panjang di seputaran Ungaran-Bawen-Salatiga, yang biasanya jarak tempuk Semarang – Salatiga 45 menit, kmai harus menempuh dalam waktu 2 jam! sehingga Karena terlalu sering nahan kopling, rem dan gas, kamipun kecapekan dan harus istirahat sejenak. Kebetulan ada posko mudik PKS Salatiga, sehingga kamipun mampir dan sedikit meluruskan kaki agar tak terlalu capai. Lumayan, dapat tidur di Spring Bed gratis. Hehehehe.

Lebaran, Parcel, dan karleb

Lebaran tahun ini memang sedikit berbeda dari biasanya bagi saya, dan tentu menjadi satu kenangan tersendiri yang tak mungkin bisa terlupakan bagi saya. Dan kisah itu dimulai dari kelebihan rezeki dari Allah Azza wa Jalla untuk saya, yang Alhamdulillah dari hasil cetak – mencetak di insanmedia dan juga rezeki dari bisnis lainnya, menghasilkan kelebihan rezeki, sehingga akhirnya saya pun berinisiatif untuk turut memeriahkan Lebaran ini dengan parcel Lebaran (baca artikel sebelumnya : parcel cinta untuknya), yang secara khusus saya berikan kepada mereka yang dekat dengan saya, orang – orang terdekat saya. Doakan semoga tahun depan lebih banyak ya (amin). Namun karena saya tidak terlalu bisa membungkus parcel dengan cantik, akhirnya saya meminta bantuan akhwat2 jos Unnes, (jazakillahu ya ukhtifillah) untuk membungkuskannya. Hee, walaupun begitu, tetap saja saya harus membungkus satu parcel untuk kakak saya sendiri, karena ternyata setelah dihitung – hitung parcelnya kurang satu, sehingga saya harus membungkusnya sendiri karena yang membantu membungkuskan sudah pulang duluan. Dan akhirnya dapet complain deh dari yang nerima parcel hasil bungkusan saya, karena bungkusannya terlalu lucu dan jelek, lebih tepatnya ala kadarnya. Hihihi. Maaf ya mba Lina. Hehehe.

Cerita tentang 1 Syawal, ariayan dan Ketupat

Salah satu tradisi di kampung kami setiap menjelang lebaran adalah melaksanakan hajatan ariayan, dengan memotong ayam jantan dan

Opor Ketupat

Opor Ketupat

dibagikan ke tetangga sekitar sebagai bentuk wujud syukur kami telah menyelesaikan puasa, tarawih, dan amalan – amalan lainnya di bulan Ramadhan.  Pun demikian juga dengan Lebaran tahun ini, tradisi ariayan itu masih terjaga sampai sekarang, dan biasa dilakukan pas waktu menjelang takbiran. Namun ada yang menarik dan lucu di Lebaran tahun ini, setelah menyembelih ayam jago yang cukup besar, kami sekeluarga pun mengundang tetangga untuk menghadiri hajatan itu. Sementara pemerintah masih cukup plin plan menentukan 1 Syawal, kami sudah melaksanakan agenda ariayan Lebaran, karena saya lihat bapak cukup optimis kalau 1 Syawal itu hari Selasa tanggal 29 Agustus. Setelah selesai acara dan cukup sukses, kami mendengarkan bahwa dari Pemerintah menetapkan 1 Syawal tanggal 30 Agustus. Saya masih belum cukup percaya begitu saja, akhirnya sayapun sms Ustadz Ari dan Ustadz Irfan, dan setelah dari beliau meyakinkan untuk mengikuti pemerintah, akhirnya Lebarannya pun diundur satu hari, Selasa akhirnya tetap puasa. Hmmm, sudah ariayan, ee.. paginya masih puasa. Ini yang salah siapa ya? tuink.. tuink. Namun akhirnya kekecewaan itu terbayarkan, selasa siang saya dan keluarga (mas, mbak, dan adik) berwisata ke PLTU dan menikmati keindahan ombak Pantai Taman di Ngadirojo Pacitan. Tambah senang karena sore itu saya berhasil menceburkan kakak saya ke Laut, (hehehehe). Pun demikian pada hari Rabunya, kekecewaan itu terbayarkan dengan surprise dari My Lovely Mom. Ya, Ibu membuatkan ketupat Lebaran. Ketupat yang jarang kami nikmati setiap Lebaran. Menu pagi itu sebelum sholat Ied, ketupat Lebaran dan Opor daging makhluk terputih di dunia (daging sapi). Hmmm.. nikmatnya.

Reuni eks 2.5 SMA 1 Ponorogo

Reuni eks 2.5 SMA 1 Ponorogo

Sungkeman, Lamaran dan Reunian

Tradisi yang biasa dilakukan ketika Lebaran dimanapun berada di wilayah Indonesia ini adalah Sungkeman. Termasuk juga di keluarga besar kami. Sungkeman dimulai dari sungkem kepada bapak dan ibu saya, kemudian karena kami sudah tidak punya simbah lagi, sungkeman dilanjut ke Pakdhe Diyanto, anak tertua di keluarga Muniran. Seperti biasa, nasehat dan petuah para orang tua ke para anak muda pun terjadi. Nak, semoga hidupmu sukses, segera dimudahkan rezekinya, dan semoga semoga yang lainnya. Diantara doa – doa dan petuah para orang tua itu, yang paling saya sukai adalah doa, semoga segera dapat jodoh (wkwkwkwkwk/penginnikahmodeon.com).

Selain Sungkeman yang kami lakukan kepada saudara – saudara dan tetangga sekitar, Lebaran kali ini juga ada agenda reuni dan agenda lamaran. Agenda reuni dan halal bihalal sebenarnya ada banyak sekali, namun saya terpaksa tidak mengikuti dua agenda reuni yang cukup penting (Halal Bihalal IKMAL/alumni Rohis SMA dan halal bihalal mahasiswa Pacitan.. maaf untuk yang mengundang dan saya tidak bisa hadir). Tahun ini memang  saya ingin lebih dekat dengan keluarga. Ada reuni eks 2.5 SMA 1 Ponorogo, juga ada reuni dan halal bihalal keluarga Muniran pada hari Ahadnya (H + 5).

Selain disibukkan dengan agenda sungkeman, agenda lebaran tahun ini juga ada agenda lamaran. Namun ternyata ada yang kena tipu dengan agenda ini, dikiranya saya yang lamaran(tertipu.com). Hari itu, sabtu siang, mbak sepupu dari Ayah (putrinya pakde) dilamar oleh seorang pria dari Ponorogo, dan acara lamaran berlangsung cukup khidmat, walaupun pelaksanaannya molor sampai 4 jam. Terlihat ketika dilamar, mbak saya tangannya dimasukin cincin oleh sang pelamar, dan akhirnya resmilah mbak saya dilamar. Ihiiir. (jadipengin.net)

Jadi tukang bakso dadakan

H+1 Lebaran, sedikit saya ceritakan, mas saya itu adalah pebisnis sejati, saking sukanya sama bisnis, momentum Lebaran pun dijadikan lahan untuk cari uang. Dan untuk tahun ini beliau mencoba menjual bakso di warung kosong kami dekat masjid. Dan walaupun yang berinisiatif jualan bako adalah kakak saya, sayapun akhirnya jadi korban juga. Diminta menjadi tukang bakso dadakan. Hmmm. Walaupun seumur  umur tak pernah jualan bakso, akhirnya sayapun resmi jadi penjual bakso selama 2 hari setelah dikasih tahu tips dan trik menjual bakso dan mie ayam. Dinamika sang penjual bakso pun dimulai, (tret..tet..tet..tet..tet) dari repotnya meracik bumbu, memanaskan bakso, merebus mie, menyuguhkan ke pelanggan, sampai dengan mencuci piring pun terjadi pada diri saya selama dua hari itu. Dan hasilnya, punggungnya sakiiit. Tapi saya akhirnya bersyukur juga jadi tukang bakso dadakan, akhirnya jadi tahu betapa sulitnya mencari uang dari jualan bakso, punggung sakiit, capek, dll jadi satu. Sehingga sayapun tahu dan akhirnya kedepan tidak mau dikontrak jadi tukang bakso lagi. Hmmm. Kesel bos.

Tentang El-Munir Community

El-Munir Community adalah sebuah forum keluarga anak dan cucu keturunan Mbah Muniran. Dan untuk edisi tahun ini atau edisi

Reuni Keluarga Muniran

Reuni Keluarga Muniran

penyelenggaraan yang ketiga penyelenggaranya adalah keluarga kami, Keluarga bapak Susianto, anak ketiga dari Mbah Muniran. Berbagai persiapan sudah dilakukan, seperti menyembelih 3 ayam jago besar – besar, buat backdrop, pinjem LCD, sampai dengan pesen lapangan futsal. Dan Alhamdulillah akhirnya reuni dan halal bihalal keluarga Muniran di rumah kami terlaksana dengan lancar, termasuk pemutaran film kenangan el-munir, yang kalau saya bilang cukup sukses, karena berhasil bisa membuat beberapa peserta HBH menangis, terutama saat bagian kenangan bersama simbah diputar. Dan setelah pemutaran film, agenda rembug keluarga, makan – makan, dan foto bersama keluarga Muniran pun menjadi agenda pelengkap acara Reuni keluarga Muniran pagi itu. Disusul siangnya adalah pertandingan futsal di lapangan Futsal Rotterdam, dan Alhamdulillah saya berhasil membalas kekalahan tahun lalu, skor 25-21 untuk tim abu – abu Munir FC atas tim orange, lumayan bisa nyetak setengah lusin gol.

Reuni Keluarga Muniran

Reuni Keluarga Muniran

Munir FC

Munir FC

Membawa sejuta inspirasi Lebaran

Nah, begitulah sejuta kisah kami, saya dan nikmatnya berlebaran dirumah. Akhirnya setelah sepekan menikmati libur lebaran, kamipun harus kembali ke lading amal di Semarang. Menjemput keberkahan, merajut asa dan mimpi – mimpi yang belum tercapai, dan kebersamaan bersama keluarga selama liburan lebaran menjadi motivasi, inspirasi yang sangat berharga untuk melanjutkan rutinitas di semarang. Aku merindukan kalian. Dan mumpung mmasih suasana syawal, saya juga mohon maaf lahir batin kepada semua pihak yang karena interaksi dengan saya banyak terdzalimi dan tersakiti hatinya. Taqaballahu mina waminkum taqabal ya kariim.  Lagu I’m Yours dari Jason Mraz pun mengiringi perjalanan arus balik kami ke Semarang.

won’t hesitate no more, no more
It cannot wait I’m sure
There’s no need to complicate
Our time is short
This is our fate, I’m yours

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s