Sepaket parcel cinta untuknya….


Seperti kata Ustadz Anis Matta, Demikianlah cinta. Hanya cinta yang mampu merekatkan dan mengubah dendam dan keserakahan. Karena pada hakikatnya cinta adalah memberi dan berbagi. Cinta jugalah yang mampu mengubah dunia menjadi sepenggal firdaus.

Masih kata ustadz Anis, Cinta itu, seperti angin membadai. Kau tak melihatnya, tapi merasakannya. Begitulah cinta, ia ditakdirkan

Parcel

Parcel

menjadi kata tanpa benda. Seperti banjir menderas, kau tak kuasa mencegahnya dan hanya bisa ternganga saat ia menjamah seluruh permukaan bumi. Demikianlah cinta. Dan sebagai sebuah persembahan cinta untuk mereka, dan untuk mengungkapkan rasa rindu, rasa cinta yang mendalam kepada orang – orang sekitar yang mencintai kita, yang menyayangi kita, dan yang mendukung penuh aktivitas kita, sehingga keberadaan kita menjadi semakin kokoh dan teguh, bagi saya tak cukup dengan sekedar kata – kata. Bahasa cinta itu tak hanya cukup dengan bait – bait puisi, dan syair – syair yang tersusun indah,  tak juga cukup hanya dengan ucapan via sms maupun jejaring sosial yang kini sedang marak. Tak cukup pula dengan sekedar lisan berucap terimakasih. Tetapi bagi saya, harus ada yang special untuk mereka, untuk orang – orang tercinta yang sudah rela mencurahkan segenap waktu, tenaga, pikiran, dan bahkan dananya untuk kita.

Dan akhirnya, setelah pada lebaran tahun lalu sudah mengungkapkan isi hati melalui Kartu lebaran, tahun ini agak sedikit meningkat, mumpung rezeki juga lagi banyak, dan momentumnya pas, akhirnya, jadilah, sebuah parcel cinta, untuk mereka. Memang tidak banyak, hanya satu paket parcel berisi makanan dan kue Lebaran seperti kue Monde, Sirup, Permen Foxs, dan sebagainya. Namun sekali lagi, bukan makanan dalam paketnya yang menjadi tujuan saya memberikan parcel – parcel ini, tetapi adalah pertautan hati, ya, pertautan hati, yang menurut saya lebih dari sekedar ucapan terimakasih, tetapi bentuk kasih sayang yang terbungkus cantik dengan pita kombinasi merah, hijau dan pink dalam satu paket, yang kemudian saya beri nama, parcel cinta.

Dan juga tidak banyak, hanya kurang lebih 15 parcel dan bingkisan lebaran yang saya berikan untuk mereka, yang terus terang, keberadaan mereka disekitar saya, menjadi pemantik semangat, menjadi penyebab, mengapa saya masih disini, menapaki jalan ini, dan semoga istiqomah.

Sekali lagi sebuah persembahan, parcel cinta untuknya. Karena betapapun kita hidup, tetap butuh cinta, bahkan sangat butuh dia, karena dengan cinta kita tetap hidup, dan bergerak, menemukan dimensi kehidupan. Ya, dan cinta akan tetap bersama orang yang percaya akan kekuatan dan daya magisnya. Selamat menikmati parcel cinta.

Iklan

2 thoughts on “Sepaket parcel cinta untuknya….

  1. Ping-balik: Lebaran 1432 H : Sungkeman, Ketupat, reunian, sampai (sempet) jadi tukang bakso « Ladang amalku

  2. Ping-balik: Lebaran 1432 H : Sungkeman, Ketupat, reunian, sampai (sempet) jadi tukang bakso | Catatan Harian Sang Petualang

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s