Tentang cinta


Cinta, begitu orang menyebutnya. Dia adalah titik yang berpendar dalam jiwa, yang berada diruang – ruang jiwa, lalu memberikan

love4allah

love4allah

cahaya bagi kegelapan jiwa.  Cinta itu begitu berwarna wujudnya dan mewarnai manusia. Cinta bagi sebagian orang adalah hasrat untuk melampiaskan bentuk ketertarikan duniawi. Namun bagi sebagian yang lain, cinta termaknai sebagai sebenar  benarnya cinta sejati. Kata mereka, cinta adalah energi yang akan menggerakkan untuk berkorban demi apa yang dicintainya. Dan cinta tidak hanya berasal dari jiwa, karena cinta adalah satu titik yang berada di surga, dan titik itu kini bersemayam di jiwa.

Cinta, begitu orang mengatakannya. Adalah sesuatu yang indah, yang tidak semua orang memilikinya. Karena yang membuat orang tidak memilikinya adalah perbedaan pemaknaan kata cinta. Kata cinta, bagi sebagian orang adalah bagaimana melampiaskan hasrat dan gejolak jiwa, tetapi bagi sebagian lainnya adalah bagaimana melayani dengan ketulusan hati bagi yang dicintainya. Disinilah letak hakekat mencintai para generasi para Rasul, nabi, dan salafushalih. Hakekat mencinta adalah bagaimana melayani dengan tulus, bukan sekedar meminta, tapi memberi. Seperti kata Ustadz rahmat Abdulllah ketika berbicara tentang dakwah dan cinta. Ketika kita mencintai dakwah ini, kata beliau, semuanya tentang dakwah, berjalanmu, dudukmu, tidurmu, bahkan mimpi – mimpimu adalah tentang dakwah, tentang ummat yang kau cintai. Dengan begitu engkau akan merasakan nikmatnya mencintai.

Ada satu perbedaan mendasar tentang pemaknaan cinta bagi para pelaku cinta seperti Romeo Juliet, Laila Majnun dan kawan kawannya, dengan cinta versi para generasi salafushalih, para Nabi dan Rasul. Ada yang salah dengan cintanya orang – orang tersebut, karena mereka lebih sering dan bahkan menggunakan kata jatuh cinta dalam memaknai cinta, sehingga mereka benar – benar terjatuh dalam kubangan cinta semu yang berakhir dengan penderitaan. Lain halnya dengan pemaknaan cinta milik para generasi salafuhalih, cinta adalah bagaimana mereka memberikan sesuatu, merubah sesuatu yang dicintainya menjadi lebih baik, dan cinta versi mereka adalah cinta beraroma surga, karena cinta sejati selalu berasal dari sang maha Cinta.

Seperti yang terungkap dari mulut wangi orang mulia yang sedang terbaring ini, dia mengatakan, ‘ummaati… ummaati… ummaati…’. Begitu ucapnya. Satu bukti bahwa beliau sangat mencintai ummatnya. Beliau mencintai ummatnya, dan beliau telah melalui fase pemaknaan cinta sejati yang berhasil, karena tetap teguh, tetap kokoh mencintai meskipun cobaan selalu saja mendera setiap langkahnya.

Cinta memang begitu adanya, cinta sejati akan selalu menggerakkan sang pecinta ntuk bergerak, mencintai yang dicintainya. Karena cinta adalah energy jiwa, tetapi cinta juga adalah karunia dan rahmat dari sang Pencipta, dari Ar-Rahman Ar-Rahim, agar bumi ini sejuk dihuni, agar manusia merasakan aroma – aroma surga. Karena cinta adalah titik yang berasal dari surga. Mari menjadi para pecinta sejati.

Iklan

One thought on “Tentang cinta

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s