Fiqud tamkin wa nashr


Berbicara masalah kemenangan dan kejayaan Islam, maka hal tersebut adalah sebuah keniscayaan yang kelak suatu saat akan sampai

victory

victory

pula kepada Islam. Hal tersebut tentu kita sadari sebagai sebuah hal yang telah digariskan dalam Al-Qur’an, dimana kelak kebangkitan Islam setelah runtuhnya khilafah Utsmani di Turki 100 tahun yang lalu, akan kembali bangkit tidak lama lagi. Tinggal menunggu waktu dan kesiapan para pengusungnya untuk mewujudkan kemenangan dan kejayaan Islam itu. Tetapi memang kita menyadari bahwa kemenangan Islam itu tidak akan terwujud begitu saja. Ada tahapan – tahapan untuk menuju kepada kemenangan itu. Ada syarat – syarat yang harus dipenuhi agar kejayaan Islam itu kembali hadir. Dan mari kita mulai membicarakan kejayaan dan kemenangan Islam itu, dari sini, dari hal yang kecil. Tentang fikihnya. Fikih kemenangan dan kejayaan. Fiqud nashr wa tamkin.

Yang pertama ketika kita ingin memaknai fikih kejayaan dan kemenangan, kita harus tahu dulu makna dari fikih itu sendiri. Fikih berasal dari kata faqiha atau faquha, yang memiliki makna kefahaman mutlak dan menyeluruh. Jadi fiqh nasr berarti kefahaman mutlak dan menyeluruh tentang kemenangan termasuk semua perangkat yang mendukung semua itu. Sedangkan makna tamkin adalah sampainya pada kondisi kemenangan, memiliki kekuatan yang cukup, serta memegang tampuk kekuatan dan kekuasaan, juga dukungan publik, simpatisan dan pengikut. Ini merupakan bentuk eksistensi diatas bumi dan kemuliaan dalam semua urusan. Untuk macam – mavam tamkin, hal ini pernah disampaikan dalam Al – Qur’an, ada empat macam tamkin yang ada dalam Al- Qur’an.

Penyampaian risalah dan penuaian amanah

Pemberian kejayaan kepada para Rasul oleh Allah, dimana mereka mampu untuk menyampaikan risalah dan tidak menyerah pada ketakutan yang ditebarkan oleh penduduk negeri itu, juga ancaman dan intimidasi mereka (Yasiin:17)

Salah satu contoh kisah fenomeal tentang hal ini adalah kisah Askhabul Ukhdud. Dimana dalam kisah tersebut adalah kisah kemenangan seorang anak yang dengan imannya mampu mengalahkan kedzhaliman raja kafir, dan tersampaikannya risalah kebenaran kepada penduduk di negeri tempat raja kafir tersebut.

Amal shalih dengan segala jenis

Macam tamkin yang kedua adalah apabila terealisasi amal shalih dengan segal jenisnya, segala macamnya, sehingga tidak ada peluang lagi untuk tidak beramal shalih. Hal ini pernah dicontohkan ketika kekhalifahan Umar Bn Abul Aziz dimana pada waktu itu sudah menjadi negeri makmur, sehingga rakyatnya pun sudah mampu melakukan amalan – amalan dengan segala jenis bentuk amalannya.

Obsesi melakukan segala bentuk kebaikan dan kebajikan

Macam tamkin selanjutnya adalah apabila sudah dan selalu ada obsesi untuk melakukan kebajikan dan kebaikan dengan segala bentuknya, dengan segala macam kebajikan dan kebaikan yang ada, dan dilakukan secara penuh semangat.

Beberapa  hal tersebut adalah contoh yang terdapat di Al – Qur’an. Yang pernah dicontohkan pada zaman Nubuwwah. Nabi Yusuf dengan kapasitas dan amal shalihnya sehingga beliau mendapatkan amanah menjadi bendahara Negara, Nabi Musa dengan kekuaan perlawanannya terhadap kekejian Fir’aun, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat – sahabatnya yang luar biasa.  Pada zaman – zaman tersebut, terjadi keberlangsungan tamkin, yakni adanya penegakan shalat, penunaian zakat, dan adanya rasa ketaqwaan kepada Nabi dan Rasul.

Kemudian untuk mewujudkan tamkin tersebut,a da beberapa syarat yang haru dipenuhi agar terbentuk tamkin yang diidamkan oleh ummat Islam. Syarat yang pertama adalah iman dan taqwa kepada Allah SWT yang disertai amal shalih. Inilah syarat yang pokok yang harus dipenuhi dalam beberapa tahapan menuju tamkin. Kemduiian yang kedua adalah realisasi ibadah yang syumul, artinya ibadah yang dilakukan secara maksimal dari semua macam ibadah, baik mahdah maupun ghairu mahdah. Syarat ketiga yang harus dipenuhi dalam mewujudkan tamkin adalah senantiasa berperang melawan kemusyrikan sampai kapan pun.

Dalam konteks dakwah yang menuju kemenangan, setelah kita mengetahui beberapa syarat kemenangan, perlu juga kita tahu tentang aspek – aspek yang mendukukung kememnagan tersebut. Yang pertama adalah organisasi (tandzhimi) yang kokoh yang berperan menjadi jantung utama mencapai tujuan – tujuan kememnagan tersebut. Yang kedua adalah aspek system (manhaj) yang komprehensif yang akan mendukung terjadinya tamkin dalam sebuah perjuangan menuju kememnangan. Dan yang ketiga adalah pelakunya, yang menjadi pendukung atau mesin utama dalam mewujudkan tamkin tersebut.

Tetapi dalam perjuangan mewujudkan kemenangan dalam perjuangan dakwah, ada yang perlu menjadi perhatian bersama – sama, terutama bagi para pengusungnya, yang mengusung dakwah menuju kemenangan tersebut, yaitu adalah penyakit yang bisa saja menghalangi atau menghambat terjadinya tamkin tersebut. Penyakit tersebut aadalah isti’jal atau penyakit tergesa – gesa. Penyakit istijal ini dimaknai sebagai penyakit yang melanda sebagian dari kita. Ada yang menginingkan kemudian kemenangan Islam itu dirah secara instan, artinya dengan kemudian membentuk sebuah pemerintahan baru bernama Khilafah Islamiyah, dan tidak memperhatikan sebab – sebab adanya kemenangan. Harusnya, ibaratnya adalah ketika kita menginginkan sebuah tujuan utama yang akan diraih, selalu akan ada pentahapan – pentahapan yang kemudian harus dilalui. Kalau gerakan dakwah kita, kemudian membagi menjadi empat tahapan atau mihwar. Mihwar tandhim, syabi, muasassi, dan dauli. Dalam tahap – tahap yang dilalui tersebut, kerja – kerja kita adalah disesuaikan dengan zamanny, dengan tahap yang ada, dan dengan berbagai rintangan yang ada.

Inilah yang menjadi perhatian kita. Dalam rangka merealisasikan tamkin wa nashr dalam perjuangan kita, jangan sampai kita bersikap isti’jal. Ada dua hal yang kemudian menjadi kekuatan dalam tujuan utama mencapai titik tamkin wa nashr dalam perjuangan ini. Dia adalah sikap sabar dan tsabat. Kesabaran dan keteguhan jiwa. Sabar atau tsabat timbul karena adanya tantangan. Sejauh seseorang dapat bersabar, sejauh itu pula ia berhasil menghadapi suatu tantangan. Dengan kata lain, kesabaran adalah buah kemenangan yang dicapai oleh seseorang dalam bertempur menghadapi tantangan. Hal ini sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW, bahwa orang yang kuat adalah orang yang dapat menundukkan dirinya ketika ia hendak marah, mampu bersabar mengekang hawa nafsunya.

Allah menegaskan dalam firmannya, “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap Nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan dari jenis manusia, dan dari jenis jin, sebagai mereka membisikan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan indah untuk menipu.” (Q.S. 6/Al-An’am: 112)

Begitulah keadaan para nabi, para pewarisnya, dan siapa saja yang berdakwah di jalan-Nya. Namun, orang-orang mukmin yang yakin dan mengetahui umurnya di dunia sangat pendek, yang menyadari sunnatullah pada para rasul dan nabi serta para pengemban dakwah yang mengikuti jalan-Nya, merekalah orang-orang yang akan sabar menghadapi cobaan, tabah menerima ujian. Seperti disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Mereka yakin sepenuhnya bahwa dua hal tersebut , sabar dan tsabat dalam dakwah, adalah kunci dari kemenangan yang diharapkan, bahwa segala apa yang menimpanya adalah sesuai dengan kadar yang telah tercatat. Segala cobaan yang menimpanya mereka pandang sebagai pelajaran yang berharga, pendidikan yang akan membuat jiwa dan keimanan semakin matang Maka dari dua hal tersebut, akan menjadi kunci dari kemenangan dan kejayaan dakwah ini, dan hendaknya demikianlah halnya para pengemban dakwah, tidak akan pernah putus asa dan kehilangan harapan. Di dalam dirinya tertanam akidah yang kuat dan sejuta simpanan sebagai bekal dakwah dan senjata untuk menghadapi pergolakan hidup yang penuh tantangan. Insyaallah tidak akan lama lagi, ketika sikap – sikap seperti ini dimiliki dalam setiap aktifitas dakwah kita, kemenangan dan kejayaan, tamkin wa nashr, tidak lama lagi akan kita dapatkan. Insyaallah. Wallahu ‘alam bis showwab.

(Materi Fiqud tamkin wa nashr, oleh Ustadz Solikhun, dalam Training Kepemimpinan Nasional KAMMI DIY, Ahad, 15/05/11)

Iklan

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s