Rindu saat itu tiba …


Sabtu (30/04), pukul 00.41 WIB, di kantor Trustco Semarang, mata ini belum bisa terpejam. Entah mengapa, namun rasanya, wajah

Madani

Madani

ini masih rindu dengan wajah – wajah itu, tangan ini masih ingin untuk berbagi dengan sahabat sekalian, ya, mereka, para penyeru kebaikan di kampus konservasi. Dan entah mengapa, ketika teringat dengan kampus konservasi, ingatan ini kembali bersua dengan sebuah kata. Kampus madani. Ini bukan sebuah judul buku. Ini bukan pula sebuah team outbond. Kampus madani adalah mimpi. Kampus madani adalah spirit. Kampus madani adalah cita – cita mulia kita.

Dua tahun lagi itu bukan waktu yang lama, tetapi sangat singkat. Dua tahun menuju kampus madani. Mari kita siapkan segala sesuatu untuk menyambut panen raya tersebut. Mimpi kita tentang kampus madani harus menghiasi setiap penjuru ruang – ruang kampus, harus selalu menjadi motivasi bagi kita untuk lebih giat beramal. Karena saat itu adalah saat panen raya, saat dimana suara adzan menjadi idola bagi masyarakat kampus, menyingkirkan suara sinetron realita cinta dan rock n roll. Saat dimana adzan berkumandang, mereka berbondong – bondong menuju masjid. Saat dimana kajian – kajian keislaman menjadi rujukan bagi masyarakat kampus untuk menimba ilmu keislaman. Saat dimana angka 3550 bukan hanya angka impian tanpa kenyataan, tetapi sebuah angka yang konkret. Dan kita rindu saat itu tiba. Dimana setap empat mahasiswa yang berjalan, satu dari empat itu adalah aktivis dakwah. Kita rindu saat itu tiba, dimana para aktifis dakwah menjadi pemegang kebijakan kampus, bukan hanya pemegang kebijakan saja, tetapi mampu menjadi sosok panutan bagi yang lainnya, mampu mengayomi, mampu menjadi rahmatan lil alamin. Saat dimana para kader dakwah senantiasa giat beramal, semangat dalam bekerja, tanpa ada yang mundur, tanpa ada yang berguguran, tidak ada yang mengeluh dalam amalnya. Ah indahnya saat itu tiba.

Saya masih teringat betul, ketika tiga tahun lalu, isu besar menuju kampus religious menjadi grand isu yang menghiasi segala penjuru kampus. Namun hingga saat ini isu tersebut menguap begitu saja. Saya tidak mengkritisi isu ini, namun setelah ditelaah, ternyata dari segi keseriusan dan keistiqomahan kita masih kurang. Dan besar harapan saya, mimpi tentang kampus madani ini menjadi sebuah mimpi yang akan segera mendekati kenyataan.

Ikhwah, saatnya kita mempersiapkan saat itu tiba. Dan mari kita tanamkan dalam hati kita untuk senantiasa berazzam, bertekad bulat memperjuangkan mimpi itu. Dengan sekuat tenaga kita, sampai keringat kita mengalir deras dan tak bersisa. Akhi, sejenak mari berdendang.

Luas samudera kan kami arungi

Menuju harapan cita mewangi

Semua rintangan yang kita hadapi

Tak akan menghapus tekad sejati..

(Shuotul Harokah-  Bekerja untuk Indonesia)

Iklan

2 thoughts on “Rindu saat itu tiba …

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s