Mengenal gerakan Ikhwanul Muslimin yang transformatif


Akhir – akhir ini nama jamaah muslim yang satu ini kembali muncul ke permukaan seiring dengan revolusi di Mesir

Ikhwanul Muslimin
Ikhwanul Muslimin

yang menghasilkan mundurnya Presiden yang sudah berkuasa selama 30 tahun lebih, Hosni Mubarak. Ya, Ikhwanul Muslimin. Begitulah jamaah ini disebut. Jamaah muslim yang bergerak dengan rintisan Ustadz Hasan Al – bana ini menjadi kekuatan terbesar di Mesir, bukan hanya kekuatan politik, tetapi gerakan kultural dari jamaah ini yang membuat banyak rakyat Mesir bersimpati kepadanya. Namun, disisi lain Pemerintah Mesir dan bahkan Barat, memberangus dan menyatakan bahwa organisasi ini terlarang. Mengapa sampai demikian? Mari kita simak sedikit penjelasan tentang Ikhwanul Muslimin yang ditulis kembali dengan sedikit pembaharuan.

Mengenal Ikhwanul Muslimin

Ikhwanul Muslimin adalah salah satu jamaah dari umat Islam, mengajak dan menuntut ditegakkannya syariat Allah, hidup di bawah naungan Islam, seperti yang diturunkan Allah kepada Rasulullah saw, dan diserukan oleh para salafush-shalih, bekerja dengannya dan untuknya, keyakinan yang bersih menghujam dalam sanubari, pemahaman yang benar yang merasuk dalam akal dan fikrah, syariah yang mengatur al-jawarih (anggota tubuh), perilaku dan politik. Mereka berdakwah kepada Allah. Komitmen dengan firman Allah Taala,

Kebebasan adalah keniscayaan, hak mendasar yang telah Allah anugerahkan kepada setiap hamba-Nya, meski kulit, bahasa dan aqidah mereka berbeda; Kebebasan berkeyakinan, beribadah, mengungkapkan pendapat, berpartisipasi dalam membuat keputusan, dan hak untuk memilih dari beberapa pilihan secara bebas dan bersih, sehingga tidak boleh ada pengekangan hak untuk mendapatkan kebebasan, hak mendapatkan ketenangan, sebagaimana seseorang tidak boleh berdiam diri dan pasrah pada setiap permusuhan atau pengekangan terhadap kebebasannya.

Ilmu merupakan salah satu pondasi tegaknya daulah Islamiyah, berprestasi tinggi bagian dari kewajiban setiap umat agar dapat beramal menuju pengokohan iman dan sarana kemajuan umat, mendapatkan ketenangan, merasakan kebebasan, menghadang permusuhan, menunaikan risalah alamiyah (da’wah) seperti yang telah Allah gariskan, memantapkan nilai-nilai dan ajaran-ajaran perdamaian, menghadang kediktatoran, imperialisme, kezhaliman, dan perampasan kekayaan bangsa.

Islam menurut pemahaman Al-Ikhwanul Muslimun adalah sistem yang mengatur segala urusan kehidupan berbangsa dan bernegara, mengatur hajat hidup manusia sepanjang masa, waktu dan tempat. Islam lebih sempurna dan lebih mulia dibanding perhiasan kehidupan dunia, khususnya pada masalah duniawi, karena Islam meletakkan kaidah-kaidah secara sempurna pada setiap bagiannya, memberikan petunjuk ke jalan yang lurus dijadikan sebagai manhajul hayat (life style), dipraktekkan dan selalu berada di atas relnya.

Hubungan antara bangsa, negara, dan umat manusia adalah hubungan gotong royong, saling membantu, dan bertukar pikiran, sebagai jalan dan sarana kemajuan berdasarkan persaudaraan, tidak ada intervensi, tidak ada pemaksaan kehendak, kekuasaan dan kediktatoran atau pengkerdilan hak orang lain. Al-Ikhwanul Muslimun adalah jamaah yang memiliki cita-cita, mencintai kebaikan, bangsa yang tertindas, dan umat Islam yang terampas hak-haknya.

Dakwah mereka adalah salafiyah, karena mereka selalu mengajak umat untuk kembali kepada Islam, kepada penuntunnya yang suci, kepada Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya. Sebagaimana Al-Ikhwan adalah thariqah sunniyah (beraliran sunni), karena membawa jiwa mereka pada perbuatan dan dalam segala urusan sesuai dengan sunnah yang suci khususnya pada masalah aqidah dan ibadah.

Al-Ikhwan adalah jamaah shufiyah, mereka memahami bahwa dasar kebaikan adalah kesucian jiwa, kebersihan hati, kelapangan dada, kewajiban beramal, jauh dari akhlaq tercela, cinta karena Allah dan ukhuwah karena Allah. Al-Ikhwan juga merupakan jamaah yang bergerak dalam bidang politik, yang menuntut ditegakkannya reformasi dalam pemerintahan, merevisi hubungan negara dengan yang lainnya, dan membina umat pada kemuliaan dan kehormatan diri.

Al-Ikhwan adalah jamaah yang memiliki vitalitas tinggi, memperhatikan kesehatan, menyadari bahwa mukmin yang kuat lebih baik dari mukmin yang lemah, dan berkomitmen dengan sabda nabi saw, “Sesungguhnya badanmu memiliki hak atas dirimu”, dan menyadari bahwa kewajiban-kewajiban dalam Islam tidak akan terlaksana kecuali dengan fisik yang kuat, hati yang penuh dengan iman, akal yang diisi dengan pemahaman yang benar.

Al-Ikhwan adalah jamaah persatuan keilmuan dan tsaqafah, karena ilmu dalam Islam merupakan kewajiban yang harus dikuasai, dicari walau hingga ke negeri cina, negara akan bangkit karena iman dan ilmu.

Al-Ikhwan adalah jamaah yang memiliki ideologi kemasyarakatan, memperhatikan penyakit-penyakit yang menjangkit masyarakat dan berusaha mengobati dan mencari solusinya serta menyembuhkannya.

Al-Ikhwan adalah jamaah yang memiliki kebersamaan ekonomi, karena Islam adalah agama yang mengatur hal-hal yang berkaitan dengan harta dan cara memperolehnya, nabi saw bersabda, “Sebaik-baik harta adalah milik orang yang shalih. Barangsiapa yang pada sore harinya mencari nafkah dengan tangannya sendiri maka ampunan Allah baginya.”

Pemahaman ini menegaskan kesempurnaan makna Islam, keuniversalan dalam segala kondisi dan sisi kehidupan, pada segala urusan dunia dan akhirat.

Ikhwan dan alasan mengapa barat dan pemerintah Mesir begitu membencinya.

Ikhwanul Muslim, gerakan Islam berpengaruh ini dicitrakan sama buruknya dimata Barat dan rejim aristokrat Arab yang korup.  Dimata Barat, Islamisme Ikhwan telah menjadi palu godam politik yang sedemikian menakutkan. Sedangkan bagi rejim Arab, Islamisme menjadi alasan pembenar  untuk mempertahankan kekuasaan dan aksi represifnya.

Di Mesir misalnya, Husni Mubarak menyatakan bahwa dia sebenarnya kenyang kekuasaan namun dia khawatir akan terjadi kekacauan yang pada akhirnya member jalan bagi Ikhwan mengambil alih kekuasaan. Ikhwan dalam rentang waktu lama menjadi telah menjadi pesakitan namun sekaligus hantu bagi kepentingan supremasi para rejim korup.

Pemberangusan kebebasan, penyiksaan dan pemenjaraan tanpa proses hukum serta manipulasi pemilu menjadi ide dan praktek politik yang diterima Barat. Rejim aristokrat Arab yang korup meghadapkan AS dan Barat kepada dua pilihan konyol, menghadapi Islamisme atau mendukung rejim despotik sekalipun minus dukungan rakyat. Pilihannyapun jatuh kepada kekonyolan serupa. Barat memihak rejim setan sekalipun menghadapi kemarahan rakyat yang menentangnya.

Barat tidak menyadari bahwa suka maupun tidak, Ikhwan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi masyarakat Muslim. Ikhwan adalah gerakan Islam popular di lebih 80 negara. Ikhwan telah bertransformasi baik secara politik dan kultural di pelbagai sudut dunia Islam. Dari Tunis, Maroko, Mesir, Jalur Gaza, Qatar, Islamabad maupun Jakarta. Menurut Wikileaks, Ikhwan akan menang pemilu di Negara-negara Teluk jika ada pemilu.

Alih-alih, melakukan pendekatan dan diplomasi, Barat secara salah mengembangkan ketakutan dan mispersepsinya sendiri. Pasca menang pemilu 2006, Barat tidak mengakui kemenangan Hamas- sayap  Ikhwan di Palestina dan sebaliknya menghukum rakyat Gaza karena pilihan politiknya. Alasannya, Hamas tidak mengakui eksistensi Israel sebagai penjajah.

Namun ironisnya, Barat tutup mata dengan kebangkitan fundamentalisme Yahudi seiring kemenangan partai sayap kanan Likud dan ultra kanan, Beitenu Yisrael yang terang-terangan hendak membom bendungan Aswan, Mesir dan mengusir bangsa Arab dari tanah jajahannya. Clinton ‘cukup bersabar’ menghadapi Menlu Israel, Avigdor Lieberman yang rasis dan nihilis namun tidak sudi berdialog dengan Ismail Haniyeh yang mengirim isyarat kesediaan Hamas menerima perbatasan pra 1967.

Sehingga secara sinis dikatakan Barat lebih menyukai konstruksi rejim despotik ketimbang Demokrasi di negara-negara Islam. Jika selama ini, Barat hanya bernegosiasi dengan seorang tiran dan itu jauh mudah –karena hanya melibatkan kepentingan ekonomi dan finansial sang diktator- ketimbang harus bernegosiasi dengan aspirasi mayoritas rakyat. Untuk itu, Barat merasa nyaman dengan model tiran seperti Mubarak, Ben Ali, Bashar Ashad ataupun Hasan. Untuk itu, secara sadar ketakutan, mispersepsi dan kepentingan politik rejim despotik terinstitusionalisasi.

Sebagai ibu dari pelbagai gerakan Islam, Ikhwan telah mengalami sejarah pengalaman yang panjang. Gerakan ini bangkit dari retorika kebangkitan Islam dan anti penjajahan. Dalam perjalanannya, Ikhwan menjadi penentang utama kekuasaan status quo. Akibatnya, Ikhwan ditindas, para pemimpinnya ditangkap dan dibunuh serta organisasinya dilarang di beberapa negara.

Pelbagai tekanan dan pengalaman politik yang dilaluinya telah menjadikan Ikhwan kini sebagai gerakan Islam yang matang. Ikhwan belajar dari jejak sejarahnya dan kemudian bangkit dari keterpurukannya. Ikhwan sudah cukup lama berhenti dari eksploitasi ideologisnya dan berubah menjadi gerakan sipil yang dekat dengan rakyat.

Tranformasi Ikhwan telah dimulai sejak kepemimpinan Hasan Hudaibi saat dia menolak tuntutan sayap radikal untuk mengkafirkan dan mengangkat senjata melawan rejim despotik, Gamal Abdel Nasser. Rejim bengis  yang membunuh dan memenjarakan ribuan kader Ikhwan. Sikap politiknya itu ditegaskan dalam karya masterpicenya. “Du’at la Qudhat” (Penyeru Bukan Hakim). Sikap politik itu yang menstrasformasikan garis politik Ikhwan sesudahnya, sekalipun pelbagai gerakan ekstrim pecahan Ikhwan timbul dan tenggelam.

Ikhwan lebih konsern dengan agenda reformasi dan institusionalisasi kultural. Bencana ‘diaspora’ para aktivis di era 70-an akibat kezaliman rejim Mesir alih-alih menjadi berkah tersendiri bagi gerakan ini. Para aktivis ini menjadi pioneer perluasan jaringan Ikhwan dengan agenda dan pendekatan baru. Muncul sosok-sosok inspiratif yang lahir dari paradigma ini, seperti Syaikh Yusuf Qaradhawi, Muhammad Ghazali, Kamal Halbawy, Muhammad Imarah dan Fahmi Hudaiby. Islam diperkenalkan dalam wajah peradaban yang kosmopolit dan ramah.

Di Eropa dan AS, Ikhwan mengembangkan jaringan dan asosiai professional yang berkontribusi dalam kebangkitan pemikiran keislaman modern. Ikhwan menjadi katalis pemikiran ekonomi syari’ah yang booming dewasa ini. Sementara di negara-negara Arab, Ikhwan secara kultural merepresentasikan dirinya sebagai kekuatan sipil yang diminati rakyat. Jaringan pelayanan sosial dan pendidikan Ikhwan menjadi alternatif bagi kemacetan dan inefektifitas rejim sekuler dan korup.  Ikhwan secara sadar telah menjadi bagian dari jaringan edukasi dan pemberdayaan masyarakat sipil. Ikhwan telah membangkitkan masyarakat dari apatisme kolektif karena minimnya peran negara, mengajak dan  mengambil alih peran yang ditinggalkan tersebut secara damai.

Dalam konteks ini pula, kemudian dukungan masyarakat terhadap Ikhwan tidak hadir dalam ruang kosong. Dukungan politik publik kepada Ikhwan karena peran nyata yang mereka mainkan ditengah masyarakat. Ini serupa dengan pepatah, “siapa yang menanam maka dia yang akan menuai”. Kemenangan Ikhwan dibeberapa tempat sama sekali bukan karena ide-ide revolusioner, retorika anti barat ataupun kevakuman politik seperti Jerman pasca PD I atau revolusi Bolshevik, namun lebih merepresentasikan peran edukasi dan eksistensi kultural gerakan itu ditengah-tengah masyarakat. Ini artinya, amputasi atau menegasikan peran mereka dalam setiap arus perubahan baik di Mesir ataupun dimana saja adalah kesia-siaan.

Kini pilihan itu  ada pada Barat. Bersama dengan masyarakat Mesir atau berpihak kepada rejim korup dan mempercayai demonisasi Zionis tentang Ikhwan. Barat telah banyak membuat kesalahan dan harus belajar dari kesalahan tersebut. Langkah yang salah kesekian kalinya hanya akan semakin memberi sinyal kuat kepada dunia Islam bahwa Barat hanya  hendak beretorika. Barat sejatinya akan melakukan apa saja demi mempertahankan hegemoninya sekalipun menabrak prinsip-prinsipnya sendiri. Jika demikian, tidak dapat dihindari kemudian, ekstrimisme dan radikalisme menjadi pemenang.

 

 

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s