Menikmati parade iman


Sahabat, Alhamdulillah kita bisa berbincang kembali dan mendiskusikan setiap kata yang tertulis riuh dan ramai ini, dan semoga masih dalam lindungan Allah SWT. Allah yang senantiasa mendidik kita dengan manhaj-Nya, mengumpulkan kita dengan tatanan-Nya, menetapkan aturan dengan izin-Nya, dan memutuskan pekara diantara kita dengan hukum-hukum-Nya. Sesungguhnya Allah adalah Pemilik hak untuk menciptakan dan memerintah. Semoga kita mendapati diri kita adalah pribadi – pribadi yang senantiasa mensyukuri nikmat keimanan yang melekat dihati kita, yang diberikan Allah SWT kepada kita. Amin.

Sahabat, ada satu kata yang sering menjadi tolak ukur kesuksesan kita hidup di dunia dan akhirat. Kata tersebut adalah iman. Dan berbicara tentang iman, kata tersebut ibarat sebuah parade dalam sebuah lomba. Parade keimanan. Inilah simbol dan tanda ciri-cirinya. Inilah rambu-rambu jalannya. Parade itu menghadapi umat manusia dalam perjalannya yang panjang diatas planet bumi ini. Parade iman ini menghadapi mereka setiap kali jalan yang menikung. Setiap kali mereka menyimpang dari jalan Allah yang lurus, dan setiap ada cabang jalan yang menyesatkannya, dibawah tekanan syahwat yang didorong syetan dari celah-celahnya, sebagai usaha untuk memuaskan dendamnya, melaksanakan ancamannya, dan mengajak Bani Adam dari reruntuhan syahwat menuju jahanam.

Lalu, tiba-tiba datang parade yang mulia ini menghadapi umat manusia dengan membawa petunjuk, memancarkan cahaya kepada mereka, menghembuskan angin surga, mengingatkan mereka dari godaan setan terkutuk, musuh klasik dan abadi manusia.

Sahabat, sekarang mari kita bertemu dengan parade iman yang panji-panjinya dijunjung tinggi oleh para utusan Allah yang mulia : Nuh, Hud, Yusuf, Musa dan Muhammad. Lihatlah Musa dengan parade imannya, akhirnya mampu menumbangkan rezim diktator yang melegenda, Fir’aun. Lihatlah Yusuf, dengan parade keimanannya akhirnya mampu membawa kepada amanah yang tidak main – main, bendahara Negara.

Kita menyaksikan bagaimana kelompok mulia ini – dengan arahan dan instruksi dari Allah – berusaha menyelamatkan kafilah manusia dari jurang, karena syetan telah menyeret ke dalamnya dengan dibantu oleh syetan-syetan manusia yang sombong untuk menerima kebenaran di setiap zaman. Disamping itu, kita juga menyaksikan kondisi-kondisi pertarungan antara petunjuk dan kesesatan, antara kebenaran dan kebathilan, antara rasul-rasul yang mullia dan syetan-syetan dari golongan jin dan manusia.

Kemudian kita selalu menyaksikan tumbangnya para pendusta di setiap akhir perjalanan dan keselamatan orang-orang mukmin setelah diberi peringatan. Inilah parade keimanan, yang selalu berkahir indah bagi mereka yang taat, dan beriman, tetapi berakhir buruk bagi para pendusta.

Kisah-kisah yang disebutkan dalam Al-Qur’an tidak selalu mengikuti garis sejarah. Tetapi, di dalam surat ini ia mengikuti garis tersebut. Kafilah manusia sejak penciptaan pertama, memaparkan parade iman yang berusaha memberi pentunjuk kepada kafilah ini dan menyelamatkannya setiap kali tersesat dari rambu-rambu jalan, dan syetan menyeretnya secara total kepada kehancuran secara total, dan pada akhirnya ke neraka jahanam.

Karena parade iman pada hakekatnya adalah pertarungan antara kebenaran dan kebatilan, maka kita tinggal memilih antara keduanya, memilih berada dalam parade keimanan yang agung dengan menjunjung tinggi nilai – nilai keimanan, seperti halnya Yusuf yang merasakan nikmatnya parade keimanan ketika berhasil mengalahkan bujukan iblis bertopeng seorang wanita bernama Zulaikha ketika mengajaknya untuk bermaksiat. Seperti halnya parade keimanan yang dinikmati Musa bersama Harun, yang menggulingkan diktator yang juga ayah angkatnya, atau parade keimanannya para generasi shalafusshalih.

Sahabat, mari kita menikmati parade keimanan kita. Wallahu’alam Bis showwab.

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s