Indibath, saudaraku…


Alhamdulillah ikhwah, kembali kita harus berkontemplasi dan muahasabah diri, sudahkah hari ini kita bersyukur atas segala kenikmatan yang Allah berikan kepada kita, semoga kita hari ini keimanan itu masih membersamai kita, dan kita tetap bersemangat untuk menyeru. Menyeru kepada kebaikan. Semoga.

Ikhwah, diwaktu saat ini, alahamdulillah kita masih dan terus meniti jalan dakwah ini dengan sepenuh cinta dan harap.Cinta yang mengail beban-beban yang terkadang membuat luka. Harap yang tidak jarang membekaskan kekhawatiran kalau-kalau kita terjatuh dalam dakwah ini. Dan  sekali lagi, kita harus bersyukur Allah memberikan kesempatan bagi kita untuk menarik nafas, mengehmbuskan kembali, dan menggerakkan tangan kita untuk menyeru, mulut kita untuk berbicara tentang dakwah, kaki kita untuk bergerak dalam rangka manyeru, dan hati kita untuk senantiasa bertaut pada dakwah yang mulia ini.

Ikhwah fillah,

Hari ini berbagai cobaan dan tantangan hidup terus digulirkan-Nya guna membersihkan generasi ini dari kekesatan jiwa, dari hati-hati yang hampa. Allah dengan kelembutannya, telah mengkaruniakan kita pekerjaan-pekerjaan besar yang gunung-gunung gagah pun enggan menerimanya. Maka dengan kebeningan jiwa dan kesucian hatilah pekerjaan-pekerjaan mulia berkail amanah itu bisa kita tuntaskan.

Akhi, begitu banyak kekuatan dan planning setan dalam memperlambat dan mangacaubalaukan kerja dakwah kita. Sungguh tidak sedikit modal yang kita siapkan dalam menghajar segala bentuk kekufuran yang mereka promosikan.

“Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan, yang dengannya kamu menggetarkan musuh-musuh Allah, musuh-musuhmu dan musuh yang tidak kau ketahui sedang Ia mengetahui.”QS alAnfal (afwan lupa ayatnya).

Akhi, begitu banyak bagian dari modal-modal tempur kita telah peroleh atas izin-Nya. Belum sempurna memang, namun proses pematangan dan penempaan alamiah akan terus berjalan.

“Am hasibtum an tadkhulul jannah …( Al- Baqarah:204)

Belum jelas siapa dari kita yang lolos verifikasi amal di akhirat, yakin kita masuk surga? Sementara amal-amal kita belum seujung kuku dari kerja dakwah Rasulullah SAW dan sahabat. Satu dari amalan yang menunjang kita dalam proses pengusungan kebangkitan Islam ialah sikap disiplin.

Komit dengan waktu, komitmen dengan janji. Adalah sebuah kekuatan yang memaksimalkan kekuatan iman dan senjata doa yang dimiliki. Adalah komitmen pengiring dalam memantapkan keluasan ilmu dan tsaqofah kita. Disiplin mengajarkan kita beramal dengan ahsan profesional. Tanpanya, barisan dakwah pun berantakan. Tanpa disiplin tujuan-sasaran-target dakwah melemah. Maka displin menjadi mutlak dimiliki setiap jundi-jundi fii sabilillah.

Saudaraku fillah, mari kita lihat inspirasi dari salah satu sahabat, ketika Umar bin Khaththab ra mendisiplinkan warior-wariornya untuk selalu bersiwak dalam sebuah pertempuran, terjadilah percepatan kemenangan. Ketika Khalid bin Walid ra mengatur barisan brimob dan infantrinya dalam Mut’ah dan Yarmuk dengan full kedisplinan, maka pasukan musuh yang sampai 10-60 kali lipat pun bisa terpukul parah.

Disilplin yang diajarkan Rasulullah SAW adalah ketika sahabat dilarang merusak tanaman dan rumah ibadah dalam sariyah dan patroli, maka sahabat tidak merusak tanaman dan rumah ibadah.

Ketika dilarang membuka surat perintah dalam dua hari perjalanan, maka sahabat tidak membuka surat perintahnya. Ketika instruksi Panglima SAW hanya mengintai, maka sahabat pun sekedar mengintai sekalipun memiliki kesempatan untuk membunuh.

Disiplin bukan seperti yang dicontohkan oleh pasukan panah Muslim di perang Uhud. Bukan pula oleh sahabat yang membunuh saat masuk Rajab (bulan haram berperang) ketika perintah hanya sekedar berspionase. Bukan pula disiplin itu sikap yang hadir dalam diri Kaab bin Malik ra. Disiplin ialah sami’na wa atho’na, patuh kepada qiyadhah. Disiplin adalah meresapi ‘Waktu adalah pedang’. Disiplin bukan terlambat, terlebih menentang. Disiplin adalah tepat waktu, tepat sasaran. Nah, akhi sudahkah kita mewarnai kerja-kerja dengan kedisplinan?

Ikhwah, Suatu hari Rasulullah punya janji meeting dengan seseorang di suatu tempat. Dan Rasulullah pun datang on time,  bahkan menunggu seharian guna menunaikan janjinya. Dalam memenuhi hak istri-istrinya pun Rasul melakukannya dengan disiplin. Rasul kita yang mulia itu sangat menekankan agar umatnya tepat waktu dalam menunaikan sholat jamaah. Sebab sholat jamaah dimulai dari panggilan adzan hingga penutupan salam sholat memberikan sebuah tarbiyah indhiba’ (pembinaan kedisiplinan). Dalam memenuhi hak istri-istrinya pun Rasul melakukan dengan disiplin.

Entah bagaimana jadinya jika Fathu Makkah, tidak terlaksana sesuai jadwal waktu yang diplanningkan. Seorang sahabat ra yang ditugaskan menjaga pasukan berinisiatif mengisinya dengan sholat, tiba-tiba panah melesat dan menancap di tubuhnya. Namun ia terus melanjutkan sholatnya karena keengganan memutus bacaan sholatnya yang begitu nikmat, hingga panah berikutnya mampir lagi. Kita melihat betapa ia sangat khusyu dan taqorrub, namun dari segi askariyah (militer), barangkali panah tersebut merupakan teguran Allah atas kelalaiannya menjaga. Bagaimanakah kiranya saat ia sholat kemudian satu kompi pasukan kufar menerobos lewat posnya sementara ia sedang asyik sholat hingga tidak sempat memperingatkan pasukan muslim yang lain. Entah apa akibat yang diperoleh muslimin saat menghadapi tentara salibis dalam perang salib, jika saja Shalahuddin tidak menerapkan kedisiplinan dalam penjagaan dan qiyamul lail tentaranya.

Saudaraku, suatu hari dalam acara rihlah, para ikhwan berangkat dengan sebuah mobil bus, dan ketika ikhwan menaiki bus tersebut, mereka berebutan kursi hingga Imam Hasan alBanna membatalkan rihlah tersebut demi melihat kejadian tersebut. Maka bagaimanakah dengan kedisiplinan kita akhi? Bagaimanakah dengan komitmen kita terhadap kerja dakwah? Terhadap janji dan ketepatan waktu kita?disiplin untuk senantiasa patuh kepada qiyadhah kita. Mari kita renungkan kembali. Wallahu a’lam bishowwab.

Iklan

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s