Kemajuan Islam di ‘mantan’ negara komunis, Serbia


Sahabat, memang benar bahwa islam adalah agama yang diridhai Allah SWT. Agama yang selalu memberikan kenyamanan bagi setiap pemeluknya. Dimanapun tempatnya, apapun suku bangsanya, ketika Islam sudah menyentuh hati, dan Allah SWT sudah menentukan nasib suat u kaum dalam keadaan jahiliyah atau dalam pelukan Islam, maka jadilah. Contohnya adalah sebuah negeri di eropa yang dulunya adalah surganya paham Atheis dan Komunis, namanya adalah Serbia. Serbia adalah negera pecahan Negara Komunis Uni Soviet. Syiar Islam kini mulai tumbuh subur di Serbia, negara di semenanjung Balkan yang semula berhaluan komunis. Salah satu indikatornya, makin banyak Muslimah yang tak takut lagi menunjukkan identitasnya dengan mengenakan jilbab.

Beberapa waktu lalu, beberapa perempuan muda dan satu wanita dewasa memutuskan untuk mengadopsi pemakaian jilbab hari itu juga setelah menghadiri debat yang berjudul “Bagaimana Muslimah Berbusana”  yang diselenggarakan oleh Universitas Internasional Novi Pazar. Mufti lokal, Muamer Zukorlic, tampil sebagai pembicara.

Keputusan mereka serta-merta didukung hadirin. Mereka bertepuk tangan setelah ke delapan wanita itu keluar dengan penampilan baru mereka, berbalut busana Muslimah.

Secara keseluruhan, hanya sejumlah kecil wanita Muslim di Serbia yang mengenakan jilbab. Namun kecenduran makin meningkatkan perempuan berjilbab baru-baru ini sempat membuat polemik: apakah perlu penggunaan jibab dilarang atau tidak.

Corovic Aida, seorang aktivis hak asasi manusia di Novi Pazar dan kepala Urban In, sebuah LSM advokasi, mengatakan pemakaian jilbab lebih soal fashion daripada iman. Namun jilbab juga bisa merupakan respons terhadap tekanan dari keluarga dan lingkungan. “Kebanyakan perempuan muda di bawah 18 tahun memakai jilbab, dan sebagian besar bahkan tidak menyadari artinya,” katanya.

Muhamed Jusufspahic, wakil Reis-ul-ulama dari  Komunitas islam Serbia mengatakan negara tak perlu mengatur busana warganya. Sebagaimana kaum Muslimah, katanya, pilihan mengenakan jilbab semestinya diserahkan pada mereka.

Selama era Komunis di Yugoslavia, sebuah undang-undang pada tahun 1950 melarang perempuan mengenakan pakaian yang menutupi wajah. Aturan itu akhirnya dicabut.  Saat ini, tidak ada hambatan seperti itu untuk wanita di Serbia. Mereka bahkan bisa difoto untuk dokumen identitas dalam  pakaian Muslimah.

Dalam perang Balkan, serbia menempatkan kaum Muslim sebagai musuh utama. Genosida warga Muslim dilancarkan dan ribuan Muslim syahid dibantai.

Parlemen Serbia tahun lalu menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa pembantaian ribuan warga Muslim Bosnia pada Perang Balkan pada 1995. Namun mereka menolak aksi kekerasan saat itu disebut sebagai sebuah peristiwa genosida.

Subhanallahu, begitu dahsyat keajaiban Islam.

Referensi http://balkaninsight.com/

http://dakwatuna.com

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s