Tentang pesta demokrasi


Pekan – pekan di minggu ketiga Bulan terakhir Tahun 2010 ini memang menjadi bulan pesta demokrasi bagi sejumlah kalangan dari berbagai wilayah. Terutama bagi saya, minggu ketiga ini menjadi momentum penentuan masa depan, baik dikampus ataupun diaderah saya, Pacitan. Tanggal 20 Desember ada pemilihan kepala Daerah di Pacitan, kemudian esoknya tanggal 21, juga ada Pemira Online dikampus, dan beberapa pemilu fakultas di Unnes. Pada hari Senin (20/12), seperti diketahui bersama, khusunya masyarakat Pacitan, bahwa tanggal itu Pacitan menyelenggarakan hajatan besar untuk menentukan pemimpinn Pacitan selama 5 tahun kedepan. ya, hari ini Pacitan menyelenggarakan Pilkada untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati. Pilkada Pacitan periode tahun 2010 ini diikuti oleh tiga pasang Calon Bupati, yaitu Pasangan Nur Tjahjono, Pasangan Indartato, dan Pasangan Aziz Ahmadi.

Selama masa kampanye, ketiga calon Bupati tersebut dengan segenap upaya mencoba menarik minat warga Pacitan untuk memilih mereka. Berbagai atribut kampanye mewarnai Jalanan dan tempat umum di berbagai daerah di kota Pacitan. Mulai dari poster, Spanduk besar, Baliho, dan bebagai atribut lainnya. Selain kampanye berupa media, para calon tersebut juga menebar peseonanya dengan berbagai kampanye kreatif dengan harapan masyarakat Pacitan akan memilihnya di hari Pemilihan nanti. Berbagai Visi dan Misi serta tawaran perjuangan melalui program kerja ditawarkan oleh para calon pemimpin itu, mulai dari visi strategis sampai dengan visi jangka panjang untuk membangun Pacitan. (Artikel tentang Pilkada Pacitan ini bisa juga dikunjungi di blog penulis lainnya, http://pacitanisti.com)

Kemudian esoknya, juga berlangsung pesta domokrasi Pemilu KM Unnes yang menentukan Presiden Mahasiswa selama 1 tahun mendatang. Ada 6 calon dari berbagai disiplin ilmu yang turut serta memeriahkan pesta demokrasi di Unnes tahun ini. Yansen Marudut, Wafda Hadian Umam, Abik Afada, Fajar Randi Yogananda, Bayu Aji Nugroho, dan Sustiyo Wandi adalah para calon Presma Unnes yang penentuannya akan dilaksnakan pada hari itu. Ada yang menarik dari penyelenggaraan Pemira Unnes tahun ini, yakni penyelenggaraannya yang menggunakan sistem On Line, dengan cukup mengklik calon di Laptop masing – masing TPS. Tema besar Unnes yang mengusung Grand Issue Konservasi, termasuk juga didalamnya adalah penghematan penggunaaan kertas (Paperless) juga tercermin dengan penggunaan media elektronik berupa Laptop sebagai salah satu sarana dalam Pemira kali ini.

Tentunya, yang menjadi pengharapan bersama tentang pesta demokrasi kali ini, dimanapun tempat dan waktunya, apapun tema besarnya, adalah terpilihnya seorang pemimpin yang mampu menjiwai rakyatnya, menjadi pengayom bagi rakyatnya, menjadi pelayan yang baik bagi rakyatnya, mampu mensejahterakan rakyatnya, seperti halnya Rasulullah, para Khalifah yang telah terbukti mampu memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya. Satu hal yang mesti kita catat dalam buku harian kita, bahwa kita tidak akan mungkin membenahi bangsa kita, daerah kita, kampus kita hanya dengan berbicara banyak dan banyak bicara, hanya berkoar – koar saja, tetapi lebih dari itu. Kontribusi dan partisipasi. Dua hal tersebut yang semsetinya dan seharusnya kita lakukan ketika kita ingin memperbaiki sebuah kerusakan, bukan hanya berbicara. Talk Less, Do More. Saatnya kita bergandengan tangan, membenahi negeri ini, dimulai dari hal terkecil, dari diri kita, dan sejak saat ini. Mari hilangkan aptisme, wujudkan optimisme tentang kejayaan bangsa kita. Merdeka, selamat memilih.

Iklan

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s