Barakallahu Laka


Barakallahulaka barakallahu’alaika

Wajama’a bainakuma fii khairin

Jalanan kota Boyolali, hari sabtu (20/11) sekitar pukul 08.00 WIB waktu pagi, masih sangat lengang ketika Daihatsu Xenia yang saya kendarai melaju kencang dengan kecepatan kurang lebih 100 km/jam, meluncur bak mobil ferrari di F1 ketika melewati jalanan lurus diwilayah Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Hari ini saya segera cepat – cepat harus pulang kampung karena tidak ingin melewatkan momentum hajatan keluarga, pernikahan kakak kandung saya, Mas Wawan. Dan Ngomong – ngomong soal pernikahan, tema yang satu ini menjadi sensitif ketika dibincangkan, apalagi dikalangan aktivis dakwah kampus, terutama kampus Konservasi Unnes. Ya, karena memang beberapa minggu ini banyak yang menyelenggarakan Pernikahan, dan sibuk memenuhi undangan pernikahan. Seperti halnya saya, sejak pertengahan oktober lalu, undangan untuk menghadiri pernikahan bak cendawan di musim hujan, atau bak abu vulkanik saat meletusnya merapi, sangat banyak. Mulai dari pernikahan salah satu guru di Yayasan tempat saya mengajar, kemudian pernikahan Kadept kaderisasi KAMMI Unnes, berlanjut ke pernikahan kakak saya minggu ini, kemudian ke pernikahan Kadep Annisa KARISMA 1430 H pekan depan. Fiuh, setiap pekan ada undangan nikah, sehingga agenda urgen kadang terpaksa harus tercecer (afwan mas pram). Selain karena banyaknya jadwal undangan nikah, pernikahan juga menjadi perbincangan hangat kalangan aktivis dakwah kampus Unnes, mulai perbincangan di jejaring sosial sampai obrolan ringan para ikhwan di sela – sela waktu menunggu agenda syuro kegiatan. Selalu menarik memang ketika memperbincangkan hal yang satu ini, terutama bagi para pelaku IT (Ikhwan Tua) yang memang sudah saatnya menggapai tahapan yang kedua dalam jalan ini, membentuk keluarga muslim. Tetapi selayaknya (nasihat untuk ‘oknum’yang sering mendiskusikan masalah ini) tidak atau jangan terlalu vulgar memperbicangkan masalah ini didepan adik – adik yang notabene baru saja bergabung. Tetapi tak menjadi apa, untuk kebaikan bersama, untuk meluruskan hal yang satu ini, mari kita bicara soal ini. Pernikahan.

Pernikahan atau munakahat dalam islam wajib hukumnya bagi laki – laki dan perempuan yang sudah siap secara fisik akil baligh, dan dalam urusann yang satu ini, Islam tidak mensyari’atkan sesuatu melainkan dibaliknya terdapat kandungan keutamaan dan hikmah yang besar. Demikian pula dalam nikah, terdapat beberapa hikmah dan maslahat bagi pelaksananya :

1. Sarana pemenuh kebutuhan biologis (QS. Ar Ruum : 21)

2. Sarana menggapai kedamaian & ketenteraman jiwa (QS. Ar Ruum : 21)

3. Sarana menggapai kesinambungan peradaban manusia (QS. An Nisaa’ : 1, An Nahl : 72)

Rasulullah berkata : “Nikahlah, supaya kamu berkembang menjadi banyak. Sesungguhnya saya akan membanggakan banyaknya jumlah ummatku.” (HR. Baihaqi)

4. Sarana untuk menyelamatkan manusia dari dekadensi moral.

Rasulullah pernah berkata kepada sekelompok pemuda : “Wahai pemuda, barang siapa diantara kalian mampu kawin, maka kawinlah. Sebab ia lebih dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Namun jika belum mampu, maka berpuasalah, karena sesungguhnya puasa itu sebagai wija’ (pengekang syahwat) baginya.” (HR Bukhari dan Muslim dalam Kitab Shaum).

Nah, berangkat dari beberapa dalil penguat tersebut, maka sudah selayaknya bagi yang sudah mampu, untuk menyegerakan dalam hal pernikahan. Pun demikian dalam konteks bingkai dakwah, pernikahan menjadi suatu hal yang urgen, sakral, dan perlu perencanaan yang sangat matang untuk melaksanakannya. Karena pernikahan dalam dakwah bukan hanya mempersatukan dua insan manusia, tetapi konteksnya lebih luas. Selain menggenapkan separuh dien, juga menjadi penting karena dengan menikah, diharapkan para aktivis dakwah menjadi lebih semangat, progresif, dan istiqomah untuk terus berada di jalan dakwah. Menikahnya aktivis dakwah juga seharusnya menjadi lahan ekspansi dakwah yang baru agar dakwah yang sudah dirintis generasi awal tarbiyah menjadi lebih luas. Bahkan, seharusnya ketika perlu, pasangan aktivis dakwah yang sudah menikah ditempatkan di wilayah – wilayah garapan baru yang membutuhkan sentuhan lembut para penyeru kebenaran itu. Dengan begitu wilayah garapan dakwah ini menjadi lebih luas, lebih kompleks sesuai karakter daerah masing – masing.

Maka dari itu, proses awal seorang aktivis dakwah dalam pernikahnnya harus menjadi perhatian penting, bukan asal – asalan saja. Kesesuaian terhadap Manhaj dakwah harus menjadi perhatian utama ketika seorang aktivis dakwah hendak melangsungkan proses pernikahannya. Artinya ketika kita terjun dalam aktivitas Rabbani ini, sudah seharusnya konsekuensi logisnya adalah segala sesuatu harus diselesaikan atau diproses sesuai dengan Manhaj yang kita anut, manhaj Dakwah. Logikanya, ketika kita akan membina sebuah keluarga yang barakah, yang mendapatkan keberkahan sejak awal sampai akhir, maka proses – proses awalnya pun harus dilalui dengan baik dan Mahhaji, seperti misalnya diawali dari proses awal yang tidak menyimpang, atau kalau menurut bahasa gaulnya adalah virus merah saga (Jambu diganti dengan saga, karena akhir2 ini sulit mendapatkan jambu, terutama dikampung saya), pun dengan jalur yang dipakai juga harus sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam jamaah ini.

Secara kenyataan dilapangan, aktivis dakwah, terutama aktivis dakwah kampus sangat rentan dengan cobaan – cobaantersebut. Rutinitas kampus yang sering mempertemukan dua insan, ikhwan dan akhwat menjadi sebuah cobaan yang sering menyebabkan ‘pelanggaran-pelanggaran’ nilai manhaji dalam dakwah ini. Walaupun ketika bertemu suda hada hijab yang menghalangi, tetapi memang hati manusia bisa melenggang kesana kemari tanpa ada hijab, sehingga kalau sudah begini, kepahaman, keiklhasan menjadi hijab utama yang akan melindungi dari godaan dan rayuan Syaithon yang memang taka akan pernah henti untuk menggoda hati – hati manusia. Banyak kasus – kasus pelanggaran seperti ini yang sudah terjadi dalam dakwah kampus, dan bahkan para qiyadhah kampus pun tak lepas dari cobaan mahadahsyat yang bernama VMS ini. Jadi memang kesimpulannya, virus ini akan menyerang aktivis dakwah dengan level apapun, tak pandang bulu, tak pandang rambut, tak pandang kaki akan menyerang ketika kita tidak siap dengan penangkalnya. Dan penangkalnya tak lain dan tak bukan adalah doa – doa kita, doa – doa saudara kita, dan tentu adalah usaha – usaha kita untuk menjauhkan kita dari bahaya serangan VMS ini. Nah, untuk cara menangkalnya, kita bisa menanyakan ke murabbi kita masing – masing, biar lebih jelas, karena kalo saya bahas disini, kasihan murabbinya dunk (hehehe, piss).

Pernikahan, atau bahasa kerennya munakahat, adalah sesuatu yang suci, sakral, dan pernikahan adalah akad untuk segala hal yang bernama kebaikan, setidaknya itulah yang harus ada dalam benak kita, ketika kita menginginkan pernikahan yang akan dilangsungkan nantinya adalah lompatan agar peluang amal kita menjadi lebih besar, lebih nyata, dan insyaallah menjadi lebih berkah. Jodoh kita memang sudah ditentukan Allah Azza wa Jalla dalam Lauhil Mahfudz nya, selanjutnya kita tinggal memilih jalan yang mana untuk bertemu dengan jodoh kita. Jalur yang biasa saja, atau jalur yang mendapatkan do’a orang – orang shalih dan diamini oleh sejuta malaikat yang mengelilinginya dan insyaallah barakah, tinggal kita yang akan menentukan dan memilih jalur mana yang akan kita lalui. Lalu, selanjutnya syair dari Justice Voice akan menjadi pengiring para mujahid dan mujahidah yang telah bersatu dalam Cinta-Nya. Barakallahu laka…

Barakallahulaka barakallahu’alaika

Wajama’a bainakuma fii khairin

Semoga Allah melimpahkan berkah

Semoga Allah taburkan kebaikan

Dan semoga engkau berdua dikumpulkan dalam kebahagaiaan

Bila Allah jadikan pernikahan berkah keindahan menjadi kebaikan

Kemesraan dan canda ceria kan menjadi kesucian agung

Barakallahulaka barakallahu’alaika

Wajama’a bainakuma fii khairin

Bila Allah jadikan pernikahan ini berkah

air mata kan menjadi kearifan

Segala kekurangan akan menumbuhkan

Menumbuhkan kebesaran jiwa

Bersemailah kemaslahatan bersemi dari hari ke hari

Bila berkah Allah tiada bersama

Bahagia bisa jadi nestapa

Canda mesra bawa petaka

Oleh : Dwi Purnawan (https://terpaksabikinwebsite.wordpress.com/) -> tafadhol kalo menjadi bahan diskusi

Iklan

One thought on “Barakallahu Laka

  1. sepakat dgn note antum diatas..^_^ Sdh mjd rahasia umum ktika bnyk aktivis dakwah mulai tergores oleh virus2 mematikan hati jika tdk kembali meluruskan niat hidup dan dakwah ini…

    trz memperbaiki niat, pengencangan hijab hati pada diri para aktivis dakwah..agr dakwah tetap bersih dan barokah..^_^

    wallahu’alam bishowab

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s