Menyoal Kinerja Pemkab Pacitan


Oleh : Dwi Purnawan *)

Luar biasa, kata itu yang mungkin akan kita ucapkan ketika melihat prestasi gemilang yang ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam rangka untuk membangun Pacitan dari segala sektor pembangunan. Sepak terjang dari Pemkab yang mendapatkan prestasi dan award dari berbagai pihak ini bisa kita lihat, mulai dari terpilihnya Pacitan sebagai kota Adipura untuk ketiga kalinya, penganugerahan  gelar Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha yang merupakan anugerah yang diberikan kepada bupati/wali kota yang berprestasi dalam pencapaian kinerja, penghargaan GNRHL (Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lingkungkan) yang diserahkan langsung oleh Presiden SBY kepada Bupati Pacitan, yang semua penghargaan itu diterima Pemkab pada tahun ini. Secara sekilas memang Pemerintah Kabupaten yang dikomandani oleh Bupati Sujono berhasil membangun Pacitan dari beberapa sektor pembangunan. Merujuk pelaporan LKPJ Bupati tahun 2009 tingkat kesejahteraan masyarakat terus mengalami peningkatan.  Pendapatan per kapita penduduk Pacitan tahun 2008 mencapai Rp. 4.724.665,86 (empat juta tujuh ratus dua puluh empat ribu enam ratus enam puluh lima rupiah delapan puluh enam sen). Naik kembali di tahun 2009 menjadi Rp. 5.215.554,63 (lima juta dua ratus lima belas ribu lima ratus lima puluh empat rupiah enam puluh tiga sen)  atau meningkat 10,38 %. Begitu juga dengan indeks pembangunan manusia (IPM), pada tahun 2008 sebesar 70,91, terus meningkat 71,23 ditahun 2009. meningkatnya pencapaian tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal seperti, membaiknya angka harapan hidup, angka rata – rata lama sekolah serta meningkatnya angka melek huruf masyarakat pacitan.

Lalu benarkah Pemerintah Kabupaten Pacitan benar – benar telah berhasil melakukan tugasnya untuk membangun Pacitan. Sedangkan setiap tahun, kita masih saja melihat Pacitan masih penuh dengan masalah – masalah berulang yang menjadi indikator macetnya pembangunan Pacitan, terutama pembangunan SDM seutuhnya. Memang, Pacitan secara sah mendapatkan Piala Adipura, namun mengapa setiap tahun selalu terjadi kasus tanah longsor disekitar jalan Pacitan – Ponorogo, mengapa selalu terjadi banjir di beberapa tempat di Pacitan. Ketika memang Pacitan mendapatkan , penghargaan GNRHL (Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lingkungkan), lalu mengapa masih saja ada hutan – hutan gundul di wilayah Pacitan yang berpotensi menyebabkan bencana alam. Bolehlah Pacitan masuk nominasi Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha, dengan indikator Pemkab sukses mensejahterakan masyarakat Pacitan dari segi pendapatan perkapita 10%, atau IPM yang meningkat sekitar 2%, namun ternyata Pacitan belum memiliki SDM – SDM dengan spesialisasi keilmuan masing – masing yang berguna dalam rangka pembangunan Pacitan. Mari kita tengok pembangunan PLTU di Kecamatan Ngadirojo, secara sekilas memang program tersebut hampir dikatakan berhasil, namun apakah sudah dipersiapkan SDM yang mumpuni yang berasal dari putra daerah setempat untuk mengelola pembangkit listrik tersebut. Atau tidak usah jauh – jauh, pengelolaan sektor potensial seperti pariwisata masih mengalami stagnanisasi dalam pengelolaanya, yang jika kita runut penyebabnya adalah tidak adanya stock SDM dengan spesialisasi keilmuan pada bidang tersebut. Begitu juga pengelolaan sektor potensial yang lain, seperti perikanan, yang menyisakan masalah yang juga pelik, para nelayan belum mampu mengangkat derajat ekonomi. Juga sektor lingkungan hidup seperti masih seringnya Pacitan terkena bencana alam, yang sama setiap tahunnya, yaitu tanah longsor dan banjir, yang artinya memerlukan penanganan yang bukan hanya simbolis saja, tetapi memang benar – benar untuk kemajuan Pacitan.

Disisi satu kita bangga dengan prestasi pemkab Pacitan yang mendapatkan berbagai prestasi, tetapi disisi lain, sebagai warga pacitan yang baik, tentu juga kita patut untuk merasa prihatin atas kinerja Pemkab Pacitan yang belum secara menyeluruh menyentuh pembangunan itu sampai ke tataran terendah, pembangunan masih bersifat elitis, artinya hanya dirasakan beberapa gelintir pihak saja, sedangkan  masyarakat golongan rendah, belum merasakan makna sebuah pembangunan sebenarnya. Mari kita lihat, berapa banyak warga di pelosok desa Pacitan yang sudah mulai melek teknologi, mari kita lihat berapa banyak warga pelosok yang mulai sadar pentingnya pendidikan. Mereka lebih asyik bergelut dengan sawah, dengan kebun, dengan ternak mereka yang pengelolaannya pun masih sangat tradisional dan apa adanya, sehingga daya jualnya menjadi rendah, bahkan sangat rendah. Kalau dari pemerintah (dalam hal ini Menkominfo) mencanangkan desa internet, atau pengembangan IT di desa, maka sudah selayaknya dari Pemkab merespon dengan sangat hal tersebut untuk pembangunan di wilayah pedesaan Pacitan. Sehingga konsep – konsep pertanian yang merupakan mata pencaharian pokok mayoritas warga Pacitan mulai dikenalkan dengan IT, sehingga sektor pertanian akan menjadi komoditi yang menghasilkan. Inilah, yang semestinya perlu dan penting serta mendesak untuk segera dilakukan Pemkab dalam rangka membangun sepenuhnya Pacitan secara komprehensif, bukan parsial. Pembangunan Pacitan benar – benar dirasakan sampai ke tataran terendah dari masyarakat Pacitan, sehingga prestasi – prestasi yang diraih oleh Pemkab tidak hambar, menjadi kinerja nyata dengan prestsi gemilang yang sesungguhnya untuk kemajuan Pacitan. Masih teringat apa yang dikatakan Bapak Bupati beberapa waktu lalu, bahwa fokus pembangunan Pacitan adalah program pembangunan yang terfokus dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan pertumbuhan ekonomi dan perluasan kesempatan kerja, artinya kalau saja fokus pembangunan tersebut secara konsisten dilakukan Pemkab, maka masalah – masalah yang selama ini masih saja menghantui Pacitan akan segeara terselesaikan, sekali lagi hanya untuk kemajuan Pacitan yang merupakan daerah Potensial ini.

* Hanya ingin urun rembug untuk konsep ideal pembangunan Pacitan,

Penulis adalah warga Pacitan yang sedang belajar, mencari ilmu di daerah seberang

Dan suatu ketika akan kembali membangun kota Pacitan

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s