Antara aku, engkau, dan KAMMI


Pemuda itu. Seorang mahasiswa semester akhir. Rambutnya agak kusut. Wajahnya kelihatan sayu Karena lelah selalu membayangi langkahnya. Tubuhnya kelihatan kurus karena jarang makan. Dengan berbalut jaket merah yang nampak agak kusam karena terlalu sering dipakai, matanya berbinar penuh semangat dan optimis. Lalu ia pun berjalan, bergabung bersama segerombolan orang lainnya yang juga mengenakan jaket merah. Nampaknya mereka sedang aksi, berdemonstrasi seperti layaknya pemuda – pemuda lainnya, seperti halnya kelompok – kelompok mahasiswa lainnya. Sayup – sayup terdengar lagu – lagu penuh perjuangan itu dari mulutnya. Lagu darah juang yang terkenal itu, lalu disambut dengan sesekali pekikan takbir dan kepalan tangan. Lalu, sang pemuda itu, bergerak kedapan, dengan bersenjatakan megaphone, ia berdiri didepan teman – temannya, didepan kelompok polisi berbadan kekar dan bersenjata lengkap, ia pun mulai berbicara. Dengan diawali salam, iapun mulai berorasi. Ia mengutuk, membeberkan segenap permasalahan yang membuat rakyat menderita, namun iapun memberikan solusi, dan dengan berapi – api, ia selesaikan orasinya dengan takbir, dan disambut meriah oleh seluruh teman – temannya.

Ada beberapa hal yang menarik dari narasi diatas. Pemuda, Idealis, kritis, solutif, Jaket merah dan takbir. Dan itu semua, akan didapatkan disini, ditempat ini, di rumah ini. KAMMI. Sebuah rumah perjuangan yang membentukmu menjadi pribadi – pribadi berkarakter. Pemimpin – pemimpin yang tangguh untuk memimpin bangsa ini. Untuk mengentaskan bangsa ini dari sakitnya. Untuk menghindarkan bangsa ini dari tangan – tangan oportunis. Lalu, mari kita simak, bagaimana KAMMI dan komitmennya untuk melahirkan pemimpin – pemimpin yang tangguh. Visi besar KAMMI itu, sebagai mesin pencetak pemimpin guna mewujudkan masyarakat islami di Indonesia, tentu butuh proses yang panjang untuk mewujudkannya. Butuh kader – kader yang akan mewujudkan visi besar nan mulia itu. Diperlukan adanya sebuah rekayasa untuk mewujudkan perubahan sosial yang komprehensif, dan tentu kita tahu bahwa perubahan sosial itu berawal dari sebuah ide yang kemudian ditransformasikan kedalam amal – amal nyata dilapangan.

Dan KAMMI, yang mempunyai manhaj sangat jelas, tentu harus tetap menjadi kekuatan penyeimbang (balancing power) bagi perubahan sosial yang diinginkan. Maka sesuai dengan kredo gerakan yang sering kita ucapkan setiap agenda kegiatan KAMMI, perlu kiranya kita menerapi dan memaknai setiap kata yang tertulis rapi dalam kredo tersebut kedalam amal – amal kita, bahwa kader KAMMI adalah orang-orang yang berpikir dan berkendak merdeka, bahwa Kami adalah orang-orang pemberani, bahwa Kami adalah para petarung sejati, bahwa Kami adalah penghitung risiko yang cermat, bahwa Kami adalah para perindu surge, bahwa Kami adalah putra-putri kandung dakwah, bahwa Kami adalah orang-orang yang senantiasa menyiapkan diri untuk masa depan Islam, bahwa Kami adalah ilmuwan yang tajam analisisnya. Maka ketika aku, engkau, dan kita, para kader KAMMI tetap berkomitmen untuk menerapi jiwa muslim negarawan itu kedalam otak kita, lalu kemudian kita salurkan ke dalam hati kita, lalu mentransformasikan kedalam energi di kaki dan tangan kita, bersiaplah engkau menjadi generasi rabbani yang dirindukan itu. Menjadi Musa dan Yusuf baru di era modern.

Maka bukan saatnya lagi kita hanya mampu mengatakan ‘tolak, hancurkan’, tetapi lebih dari itu yang harus kita lakukan adalah mampu memberikan solusi konkret bagi perbaikan ummat. Dan itu akan semakin meneguhkan aku, dan engkau, sebagai generasi muslim negarawan sejati. Dan ini akan menjadi sebuah cerita indah,kelak. Disana. Ditempat abadi. Cerita tentang peradaban yang akan kita rajut bersama – sama. Dengan darah, dengan pena, dengan tetesan air mata, dengan saudara – saudara kita. Cerita ini, akan menjadi sebuah cerita indah, cerita indah, antara aku, engkau, dan KAMMI. Dan sebuah persembahan, dari generasi pendahulu, sebuah syair, untukmu kader KAMMI….

Aku harapkan pemuda inilah yang akan sanggup
membangunkan zaman yang baru
memperbaru kekuatan iman
menjalankan pelita hidayat
menyebarkan ajaran khatamul-anbiya’
menancapkan di tengah medan pokok ajaran Ibrahim
Api ini akan hidup kembali dan membakar
jangan mengeluh jua , hai orang yang mengadu
Jangan putus asa , melihat lengang kebunmu
Cahaya pagi telah terhampar bersih
Dan kembang-kembang telah menyebar harum

Khilafatul-Ard akan diserahkan kembali ke tanganmu
Bersedialah dari sekarang
Tegaklah untuk menetapkan engkau ada
Denganmulah Nur Tauhid akan disempurnakan kembali
Engkaulah minyak atar itu , meskipun masih tersimpan dalam
kuntum yang akan mekar

Tegaklah, dan pikullah amanat ini atas pundakmu
Hembuslah panas nafasmu di atas kebun ini
Agar harum-harum narwastu meliputi segala
Dan janganlah dipilih hidup ini bagai nyanyian ombak
hanya berbunyi ketika terhempas di pantai
Tetapi jadilah kamu air-bah , mengubah dunia dengan amalmu

Kipaskan sayap mu di seluruh ufuk
Sinarilah zaman dengan nur imanmu
Kirimkan cahaya dengan kuat yakinmu
Patrikan segala dengan nama Muhammad

(Muhammad Iqbal—> di terjemahkan secara bebas oleh Muhammad Natsir)

Iklan

2 thoughts on “Antara aku, engkau, dan KAMMI

  1. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Barakallah saudaraku…”Berbahagialah orang yang kata-katanya sebagai pembuka hidayah dan ujung penanya mengukuhkan jiwa”
    MANTAPZ,…Teruslah berkarya…!!!
    Ikut Copas,,Syukran
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s