Yup… Ishadu bi ana muslimun


Oleh : Dwi Purnawan

Bismillahirrahmanirrahim…

Hanya karenaa Allah segala sesuatu terjadi, hanya karena izinNya semua yang kita impikan terwujud. Manusia hanya mampu berusaha sedang Allah jualah yang menentukan hasilnya. Dengan izin Allah pula, pada kesempatan ini kita dipertemukan kembali walaupun dalam media yang berbeda, semoga itu tak mengurangi indahnya ukhuwwah diantara kita. Amin.

Saudarakau yang dirahmati Allah Rabbul Izzati….

Ketika kita melihat dihadapan kita adalah bunga dengan beraneka ragam warnya, air terjun yang dibawahnya mengalir sungai – sungai dengan air jernih, pohon – pohon yang mengijau yang dibelai oleh angin sepoi, burung – burung yang berkicau dengan merdunya, dan pemandangan alam yang indah, tentu yang terbayang di benak kita adalah keindahan abadi, kesejukan, dan sebuah harmoni alam yang tidak ada tandingannya. Begitu juga dengan identitas kita saat ini sebagai ummat Islam, yang sebenarnya ketika kita renungi lebih lagi, begitu banyak kenikmatan – kenikmatan, begitu banyak keindahan – keindahan akan muncul ketika kita bercengkerama, ketika kita serius mendalami, memahami, mengamalkan Aad-dienul haq yang mulia ini. Tak ubahnya Islam adalah pemandangan indah yang sulit diungkapkan keindahannnya oleh pelukis manapun di dunia ini. Karena islam adalah agama yang syamil mutakamil, agama yang sempurna dan menyempurnakan, agama yang dibawa oleh orang yang mulia, Muhammad Ibnu Abdillah, yang kebenarannya tak diragukan lagi. Inilah agama Islam, Agama yang suci, seperti halnya warna putih, lalu kemudian Allah mencelupkan kedalamnya, warna – warni, warna kesejukan, warna ketegasan, warna keceriaan, dan cinta. Inilah Islam, Agama Rahmatan lil Alamin, yang rahmatnya dirasakan oleh seluruh penghuni jagad raya ini, gunung – gunung, Air dilautan, burung – burung, pepohonan pun senantiasa mengucap kata tasbih, mengucap dzikir atas anugerah yang diberikan Allah. Semua makhluk menuruti kehendak sang khalik. Pepohonan yang menghijau senantiasa tetap menjadi pelindung bagi bumi ini dari terpaan sang surya, air dilautan yang membiru memberikan nuansa sejuk untuk memberikan kebermanfaatan bagi manusia. Bumi pun demikian, senantiasa istiqomah untuk berputar siang dan malam, selama ribuan tahun, sampai detik ini tanpa kenal lelah, begitu juga angkasa raya ini, yang berputar teratur mengelilingi matahari. Semua, semua, dan semua makhluk yang diciptakan Allah senantiasa berkomitmen untuk menjalankan amanah yang diberikan Allah dengan kapasitas masing – masing. Inilah islam, yang sangat indah, sangat memahami umatnya, yang mengurusi bahkan hingga hal yang terkecil sekalipun. Ah, kalau kita berbicara tentang indahnya Islam, tak akan ada habisnya, karena setiap hal yang kita temui dalam Islam (kalau kita paham) akan sangat indah.

Yang menjadi pertanyaan dari semua hal diatas, ketika memang kita sangat tahu bahwa Islam adalah agama yang sempurna, mengapa sampai saat ini, umat islam tidak mampu menjadi ummat terbaik (khaira ummatin), tidak menjadi insan kamil atau manusia sempurna, justru yang terjadi saat ini, ummat islam sedang terpuruk, terpuruk akhlaknya, terpuruk kualitasnya, dan terpuruk dalam hal prestasi. Sebenarnya apa yang menjadi faktor dari keterbelakangan ummat islam saat ini? Apa yang salah?siapa yang salah?dan apa solusinya?

Sebenarnya banyak sekali faktor yang menyebabkan ummat islam hari ini begitu terpuruk, namun yang menjadi faktor utama adalah disebabkan oleh kita sendiri yang mengaku sebagai seorang muslim. Saat ini, ummat islam krisis identitas, kita tidak percaya diri dengan kemusliman kita, bahkan cenderung kita menyembunyikan kemusliman kita, kita malah terbuai oleh budaya – budaya yang menjauhkan kita dari identitas kemusliman kita. Kita tidak PD ketika kita selalu mengenakan pecis, memakai baju koko, dan berjanggut bagi cowok, berjilbab dan menutup aurat bagi cewek, namun kita justru percaya diri ketika mengenakan baju serba minim, memamerkan aurat kesana – kemari, kita justru percaya diri ketika menghias rambut kita dengan model Mohawk, kenapa tidak model rambut yamg disisir rapi kesamping, sudah kuno, katanya. Padahal kita tahu, bahwa Islam mengajarkan kita tentang keindahan. Mengapa kita tidak peduli dengan saudara – saudara sesama muslim kita yang sedang ditindas, di Irak, Palestina, Lebanon. Naudzubillah. Sangat menyedihkan. Inilah kondisi ummat pada hari ini. Mengapa kita tidak bangga mengenakan baju islam dengan hiasan iman dalam setiap aktifitas kita? Mengapa, mengapa, dan mengapa semua ini terjadi? Padahal kita tahu sejarah kegemilangan kaum muslimin. Kita ingat bagaimana seorang muslim bernama Ibrahim ‘Alaihis salam dengan penuh semangat telah memenggal berhala dengan kapak kecerdasan serta membungkam Namrud Tuhan palsu. Ingatkah kita dengan Syaikh Ahmad Yasin, pejuang palestina, seorang tua renta, yang divonis kena penyakit stroke, yang setiap harinya dihabiskan diatas kursi roda, namaun keadaan tersebut tidak menghalangi komitmennya, tidak meghalangi kesemangatannya untuk senantiasa membela agama yang mulia ini dari penindasan Yahudi laknatullah ‘allaih.

Judul diatas saya ambil dari komentar salah satu teman di blog saya. Yup…Ishadu bi ana muslimin. Ya…saksikan bahwa aku adalah seorang muslim. Seharusnya itu kata yang senantiasa kita ucapkan untuk menembah kebanggaan kita sebagai muslim. Inilah muslim, sebuah anugerah agung yang diberikan oleh Allah kepada hamba – hambaNya yang senantiaa bersujud, sebuah predikat sepanjang masa yang tidak akan pernah kita lepaskan sampai maut menjemput. Muslim, sebuah panggilan yang indah dari pepohonan dan bebatuan yang akan berbicara di akhir zaman tentang Yahudi, musuh kebenaran yang bersembunyi dibelakangnya.

“Belum akan tiba kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan Yahudi. Kaum muslimin membunuh mereka dan meraka bersembunyi di balik bati dan pohon. Lalu batu dan pohon berkata, “Wahai muslim, wahai ‘Abdullah, ini ada Yahudi di belakang saya, mari bunuhlah dia…” (HR Ahmad)

Tetaplah menjadi seorang muslim yang haniif, yang bangga dengan kemuslimannya. Seperti halnya Frederic Kanoute, seorang pesepakbola muslim  yang ketika merayakan golnya ia dedikasikan untuk saudaranya di Palestina, ia telah memberikan inspirasi bagi kita, bahwa whatever, wherever, whenever, forever, we are muslim. Apaun, dimanapun, kapanpun, dan selamanya kita adalah muslim.

“…Kamilah penolong – penolong (agama) Allah. Kami berikan kepada Allah, dan saksikanlah, bahwa kami adalah orang – orang muslim!” (QS Ali ‘Imraan 52)

Tetap teguhkanlah hati kita untuk berbangga dengan kemusliman kita, seperti halnya para hawari para pengikut setia Nabi ‘Isa Allaihis Salam. Tetapi hari ini murid ‘Isa telah tiada, dan orang yang mengaku  sebagai pewaris Nabi ‘Isa telah berpaling dari kalimat Laa Ilaaha Illallah. Saudaraku, kini giliran kita. Muslim sejati yang bangga mengenakan baju muslim, berhiaskan iman yang terus akan kita kenakan sampai kapanpun. Muslim sejati yang selalu mengajak semua manusia kembali pada kebenaran fitrah. Muslim sejati yang marah ketika nama Islam di injak – injak. Muslim sejati yang bangga untuk terus berkarya, untuk berprestasi, dan mengharumkan nama Islam yang mulia ini, seperti halnya Muhammad Al Mustofa, seperti halnya Ibnu Sina, seperti halnya Al Farabi, seperti halnya BUYA HAMKA, seperti halnya Bung Tomo, seperti halnya Jenderal Soedirman.

Saudaraku, ingatlah akan satu hal, bahwa seribu, seratus, sepuluh, ataupun hanya satu sekalipun, muslim sejati tak akan pernah ragu untuk membela Islam, takkan pernah ragu untuk berkata, Saksikan bahwa aku seorang muslim. Mari kita naik ke gunung yang paling tinggi, kita kepalkan tangan kita seraya kita teriakkan dengan lantang, Ishadu bi ana Muslimin !…………………. Wahai dunia, saksikanlah bahwa aku seorang Muslim………… Wallahu ‘alam bissawhab.

Iklan

One thought on “Yup… Ishadu bi ana muslimun

  1. Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Subhanallahu,,,,,,tulisan yg sangat bagus n mnginspirasi qta untuk selalu bersyukur atas nikmat-nikmat yg telah Allah berikan kpd qta. Ishadu bi ana muslimin (saksikan bahwa aku seorang muslim )kata-kata yg memang masih asing di telinga qta.tapi begitu indah kalau qta mengetahui maknanya. qta memang harus bangga bahwa qta adalah seorang muslim. Di zaman yang modern ini banyak sekali orang yang mengaku islam tapi pada kenyataannya mereka tidak melakukan apa-apa yang telah di perintahkan oleh Allah,,,,

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s