Ramadhan : Madrasah Jiwa perindu surga telah tiba


………….
Telah datang bulan keagunganramadhan1
Bulan rohmah untuk keberkahan
Berlombalah untuk pahala
Dari malam seribu bulan
Lailatul Qodar
Perbanyaklah ridhoi Robb-mu
Syahadah istigfar selalu
Mintalah ridho-Nya karena tujuan-Mu
Mohon perlindungan dari nerakanya
Ramadhan… Ramadhan..
…………
(Izzatul Islam — Ramadhan)

Jum’at, 21 Agustus 2009 pukul 19.05 WIB, ada yang beda ketika aku datang di Mushola kecil dekat rumah kosku. Mushola kecil yang biasanya ketika jama’ah shalat Isya hanya diisi paling banyak dua shaf itu tiba – tiba hari ini penuh sesak. Full sampek belakang. Bahkan saking penuhnya Mushola, para ibu – ibu jama’ah pun menggelar tikar diteras rumah samping mushola. Ya, memang malam itu adalah malam Shalat Tarawih pertama, dan akupun teringat kalau malam itu adalah malam yang spesial bagiku, bagi orang – orang disekelilingku, dan bagi ummat Islam diseluruh dunia, bahkan angin – angin malam itu yang biasa  menghembuskan kesejukannya pun sekan berhenti, pepohonan pun berhenti bergerak dan senantiasa bersujud untuk menyambut kedatangan tamu agung.

Ya, Bulan Ramadhan tlah tiba. Seperti Bulan yang dirindu tlah datang dan akan menemani keseharian kita. Bulan yang tentunya menjadi madrasah bagi kita, madrasah untuk menahan segala bentuk hawa nafsu, madrasah bagi para calon – calon penghuni surga, dan tentunya adalah madrasah penuh kemuliaan dan rahmat dari Rabbul Izzati.

Tetapi pada catatanku ini aku tidak akan membicarakan tentang keindahan – keindahan yang ada di Bulan Ramadhan ini, karena ketika akan dibeberkan sekalipun, Ramadhan tetaplah ramadhan, bulan yang penuh dengan kemuliaan – kemuliaan didalamnya. Yang tentu menarik perhatianku adalah ketika setiap kali Ramadhan tiba, seakan – akan semua mata, semua topik pembicaraan, semua media, semuanya berganti dengan tema Ramadhan. Dari beranda dirumah – rumah sampai beranda di facebook semua tak lepas dari Ramadhan. Bahkan artis – artis ibukota, yang semula berpenampilan serba minimalis pun berganti kostum hingga super religi, ucapan selamat ramadhan juga menghiasi kotak masuk di HP. Masjid – masjid di pusat kota sampai dengan mushola – mushola kecil diujung gang sempit pun penuk sesak para jama’atul muslimin untuk melaksanakan Shalat Tarawih. Tetapi yang masih mengganjal dihatiku dan menyangkut di otakku hingga akhirnya keluar bersama goresan tinta penuh tanya adalah, mengapa aktivitas – aktivitas itu hanya berlaku di bulan Ramadhan, mengapa ucapan penuh ukhuwah saling memaafkan dengan saudara – saudara kita hanya kita saksikan di bulan Ramadhan, mengapa penampilan – penampilan super religi hanya kita lihat di bulan Ramadhan, mengapa aktivitas – aktivitas Berdzikir, mengkhatamkan Qur’an, dan memenuhi shaf – shaf di masjid – masjid seakan hanya berlaku di bulan Ramadhan. Padahal tentu kita sudah sangat tahu, bahwa kunci kejayaan Islam salah satunya adalah ketika jumlah orang yang berada di Masjid ketika sholat Shubuh sama dengan Jumlah orang ketika Shalat Jum’at. Bukankah kita tahu, bahwasanya  bulan Ramadhan ini adalah bulan madrasah, bulan pelatihan bagi kita untuk mempersiapkan bulan – bulan selanjutnya, seperti halnya kawah candradimukanya para Pandawa, maka itulah seharusnya kita memaknai bulan Ramadhan, bahwa bulan Ramadhan adalah sebuah proses menuju menjadi Insan Kamil. Tentu kita tahu bahwa ketika para pandawa tersebut masuk kedalam kawah candradimuka, merekapun menjadi lebih sakti dari sebelumnya. Nah, seharusnya seperti itulah Ramadhan. Setelah melaksanakan ibadah dibulan Ramadhan, kita bisa menjadi lebih sakti/takwa. Tetapi sepertinya, Ramadhan – Ramadhan kita hanya digunakan sebagai sebuah ritual saja, sebagai sebuah formalitas yang kita jalani, dan setelah itu kembalai kepada kehidupan sebelum Ramadhan.

Sahabat…. mari, kita renungkan datangnya Ramadhan ini sebagai sebuah perenungan untuk menjadi pribadi – pribadi berkualitas, bukan hanya sebuah formalitas, dan bukan hanya aktivitas tanpa makna. Mari kita jadikan Ramadhan ini, sebagai madrasah – madrasah bagi para perindu surga. Dan mari, kita renungkan, setiap hal yang kita lakukan di bulan suci ini sebagai sebuah proses untuk menjadi Insan Kamil pada bulan – bulan selanjutnya, tahun – tahun selanjutnya, dan selamanya. Insyaallah.

One thought on “Ramadhan : Madrasah Jiwa perindu surga telah tiba

  1. iya betul, seharusnya memang seperti itu, ketika kluar dari bulan Ramadhan seharusnya kita umat muslim lebih bertaqwa kepada sang Khaliq, tapi apa boleh di-kata roda kehidupan terus berputar, memang harusnya seperti itu, karena manusia mempunyai akal yang sangat rapuh.

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s