For My Beloved Bunda


S4020096

Oh ibuku, dengarkanlah suara dalam hatiku.
Ku bersyukur, ku bahagia
Akan limpahan rahmat-Nya Ku ingat hari-hari yang indah
Ku ingat masa masa lalu
Betapa senang ketika ku bersama ibu.
Kau ajar aku mengenal Allah,  Lewat apa yang dicipta
Kau ajar aku mencinta Allah Lewat sholat dan puasa
Jalinan kasih darimu ibu,
Terukir indah dalam hatiku,
Kesabaranmu tak pernah pupus oleh sang waktu

(Bestari)

Ketika seperti biasa, pagi itu akau mengantarkan bunda untuk pergi ke Sekolah yang beliau pimpin, sekitar 5  Km dari rumah kami, ada senandung keharuan yang harus kubagi kepada saudaraku semuanya…

Aku megeluh ketika jalan yang kulewati dengan kendaraan roda dua sangat becek dan berlumpur sehingga menyulitkanku untuk menjalankan kendaraan…”huh, coba jalannya aspal, pasti lebih mudah… buk (panggilanku kepada bunda), kenapa to kok musti milih sekolah yang pelosok kayak gini?’, tanyaku pada ibunda… maksudku cuman menanyakan perihal jalan yang rusak tersebut.., nah jawaban inilah yang membuatku tak kuasa menahan gejolak haru, tangis, sedih dalam hatiku “Nak, ini adalah takdir Allah kepada Ibu, ibu dikasih rezeki oleh Allah dengan melewati jalan seperti ini, ini akan memberikan kita pelajaran untuk kamu, bahwa mencari rezeki itu tak mudah, ya seperti inilah ibu setiap hari, harus melewati tanjakan berlumpur untuk sekedar sampai kesekolah, ini hanya untuk mengais rezeki dari SD pelosok demi kamu nak, dan jangan pernah mengeluh atas apapun yang diberikan oleh Allah kepada kita, bisa jadi inilah sarana yang diberikan oleh Allah untuk mengetahui seberapa besar makhluknya yang bernama manusia itu bersyukur…. ”

Itulah jawaban yang sangat diluar dugaanku, walaupun saat itu aku mencoba memaksakan untuk tersenyum, namun hati ini rasanyanagis, seakan- akan aku diingatkan bahwa selama ini aku berdosa kepada ibuku, belum membalas – jasa beliau….

Ya Allah….kumohon kepada-Mu , panjangkanlah usmur kedua orang tuaku, hingga aku bisa membalas semua jasa – jasanya

Ya Allah …. kumohon kepada-Mu, jangan Engkau suruh Izra’il datang kepadaku, sampai aku mampu membalas jasa Ibu dan Ayah tercinta….

Aku rindu rumah….

Iklan

2 thoughts on “For My Beloved Bunda

  1. Ibu,
    selalu ada kenangan terindah bersama Ibu…
    apalagi saat raga jauh dari beliau seperti saat ini, 🙂

    Salam,

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s