Merencanakan Kemenangan


pic03

Ayyuhal ikhwah…

Saat ini, tentu kita tahu bahwa kita memasuki dunia dakwah yang serba kompleks,  artinya kita akan berbenturan langsung dengan kaum ammah yang tentu sebagian  menerima dan sebagian lain kadang juga menentang kita. Mungkin sebagian dari kita  beranggapan bahwa kita, yang dikatakan sebagai anak – anak masjid hanya akan  bersinggungan, hanya akan bersentuhan dengan anak – anak masjid lainnya, sehingga  selamanya kita tetap akan menjadi da’i yang hanya bertugas sebagai  penceramah saja. Tetapi ikhwah, sekali lagi ana katakan tidak. Kita, para aktivis  dakwah harus tahu bahwa kemungkaran dimuka bumi tidak dapat dicegah hanya  menggunakan mulut saja, tetapi bisa dengan tangan kita, dengan kaki kita, dengan hati, bahkan kalau perlu dengan darah kita, itulah yang disebut da’i sesungguhnya. Ketika kita melihat begitu banyak kemungkaran yang terjadi dimuka bumi, sudah menjadi kewajiban bagi kita (para da’i) untuk mencegahnya, sudah menjadi kewajiban bagi setiap dari kita untuk menegakkan panji – panji kebenaran diatas bangkai – bangkai kemungkaran, sudah selayaknya kita mengazzamkan dalam hati ini bahwa yang benar itu benar, dan yang salah itu salah.

“Berangkatlah kamu ke medan juang. Bekerjalah, berdakwahlah, berjihadlah dalam keadaan ringan atau keadaan berat. Susah ataupun mudah. Di semua keadaan. Dan berjihadlah kamu dengan harta kamu, dengan jiwa raga kamu dijalan Allah SWT”. (QS. AtTaubah : 41)

Ba’da takbir.

Ayyuhal ikhwah….

Ada banyak hikmah yang tentunya dapat kita ambil dari perjalanan dakwah sang qudwah kita Nabi Muhammad SAW yang tentu dapat menumbuhkan motivasi dalam diri kita dalam berjuang di barisan harokah ini. Kita tentu ingat perjuangan Rasululullah bersama kaum muslimin dalam perang Ahzab. Orang – orang musyrikin quraisy, orang – orang Yahudi dan orang – orang munafik berhimpun untuk memusuhi dakwah. Akan tetapi, kaum muslimin tidak gentar, tidak berkecil hati, tidak ciut. Kaum muslimin dengan gagah perkasa, dengan sikap patriotisnya, menghadapi persekutuan musuh – musuh dakwah itu. Dan Al – Qur’an telah mengukir dengan indah lembaran sejarah itu, sebagaimana firman-Nya ;

“ Di antara orang – orang mukmin itu ada orang – orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; Maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu – nungu dan mereka tidak merobah (janjinya), “ (QS. Al Ahzab : 22 – 23)

Jika kita bisa mengambil ibrah dari perang Ahzab tersebut tentu kita tahu bahwa permusuhan banyak kelompok terhadap dakwah ini merupakan sesuatu yang turun temurun terjadi hingga saat ini, ketidaksukaan para kompetitor terhadap dakwah, kebenciannya terhadap dakwah menyebabkan mereka bersatu memusuhi dakwah. Sampai akhirnya, mereka ingin memadamkan cahaya dakwah itu. Akan tetapi, sejarah telah membuktikan bahwa kebathilan akan selalu kalah, sesuai dengan sifat al – bathil itu sendiri, hilang, hancur, dan kalah. Dan Al – Bathil akan selalu dikalahkan oleh Al – Haq, kemunkaran akan selalu kalah oleh kebenaran, itulah hukum alam yang terjadi. Tetapi yang menjadi persoalan adalah bagaimana kita, sebagai orang yang berpijak diatas panji – panji kebenaran Islam mentransformasikan kebenaran itu menjadi sebuah kekuatan yang terorganisir, karena kita semua tentu tahu bahwa kebenaran yang tidak terorganisir akan mudah dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir.

Ayyuhal ikhwah ….

Sebagai aktivis dakwah tentunya kita harus merasa terpanggil untuk ikut serta dalam kereta dakwah ini dalam rangka menyeru kepada Al – Haq dan tentunya untuk menggapai kemaslahatan ummat, dan menjadi sebuah kewajiban bagi kita sebagai kader dakwah untuk memenangkan dakwah ini, kapanpun, dimanapun, dengan siapapun.

Ikhwan-Akhwatifllah, tentu untuk memenangkan dakwah itu sendiri dibutuhkan sosok – sosok kader yang senantiasa menjaga kesemangatan, kualitas tarbiyah, dan tentunya militansi dan keistiqomahan yang lebih dari cukup. Untuk itulah, menjadi sebuah keniscayaan bagi kita untuk terus menyusun agenda – agenda dan rencana kedepan dalam dakwah ini karena itu merupakan bentuk dari kesiapan kita menghadapi tantangan – tantangan dan harapan – harapan dalam dunia dakwah ini. Semoga Allah SWT menjadikan kita orang – orang yang selalu istiqomah berjalan di jalan dakwah yang sangat panjang lagi berliku ini.

Pacitan, 02 Syawal 1429 H

Yang masih sering mendzalimi…

Dwi Purnawan

Iklan

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s