Sinopsis Buku : Pacitan, The Heaven Of Indonesia


Pacitan, The heaven of Indonesia. Begitu judul buku ini di tulis, yang memberikan penjelasan, baik dari sisi historiografi, geografi,

cover depan buku

cover depan buku

potensi, dan juga narasi Pacitan masa depan, yang juga memberikan gambaran bahwa kota dengan julukan Kota 1001 Goa ini adalah sebuah kota yang begitu banyak potensi dan pada akhirnya dengan multipotensi tersebut, Pacitan siap menjadi kota menyejarah, Pacitan siap mendunia, tentu hal tersebut tak pernah lepas dari peran kontributif yang wajib dilakukan oleh semua pihak yang merasa memiliki Pacitan dan segala potensinya. Dan tak salah kalau kemudian kita menyebut Pacitan adalah surga yang ada di Indonesia, hal itu ketika kita melihat potensi dari kota kecil ini yang melimpah ruah, terutama dari sektor wisata alamnya.

Buku ini bisa dikatakan buku serial Pacitan yang paling lengkap karena mengupas Pacitan dari berbagai sisi secara mendalam. Karena di buku ini, dalam satu paket dibahas Studi Historiografi Pacitan, kajian Geografis dan pemetaan wilayah, studi sosial budaya dan karekterisasi masyarakat Pacitan, kajian potensi pacitan, dan yang terakhir mengupas narasi Pacitan masa depan. Mungkin bisa juga dikatakan dengan membaca buku ini, orang yang belum pernah ke Pacitan pun bisa mengenal lebih dalam tentang Pacitan.

Dalam Bab I ini tentang studi Historiografi, penulis mencoba menganalisis sisi sejarah Pacitan, baik dalam konteks Pacitan zaman Pra-Sejarah dengan budaya pacitanian, juga selain itu mengupas secara komprehensif babad tanah Pacitan. Didalam bab ini, penulis mencoba menjelaskan dengan rinci bagaimana sejarah Pacitan ini ada, sejak awal terjadinya babad, kemudian juga mengidentifikasi peran sentral tokoh – tokoh babad Pacitan, seperti Ki Ageng Buwono Keling, Ki Ageng Posong, Ki Ageng Petung, dan Syekh Maulana Maghribi. Yang menarik di dalam bab I ini sebenarnya analisa penulis yang mungkin tidak ditemukan di buku – buku sebelumnya, yaitu tentang analisa kedekatan histori-idelogi-geografi daerah – daerah serta tokoh – tokoh yang memiliki siginifikansi peran yang menjadikan Pacitan menjadi satu wilayah ideologis-mandiri. Di dalam bab I ini juga dibahas terkait studi ideologisasi masyarakat pacitan, baik itu saat Jawa-Kuno yang memiliki ideologi Budha, dan juga analisis pembentukan ideologi Islam yang dibawa oleh para ulama tersebut, termasuk didalamnya analisis penyebaran Islam di pacitan. Terakhir di bab I penulis menjelakan genealogi Bupati pacitan dari masa ke masa.

Di Bab II, penulis mengkaji tentang studi geografi dan pemetaan wilayah di Pacitan, termasuk penjabaran peta potensi dan karakteristik masing – masing wilayah di Pacitan yang notabene masing – masing wilayah memiliki karakteristik yang unik sesuai dengan tingkat kemiringan wilayah masing – masing. 12 kecamatan yang ada di Pacitan masing – masing memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain, sehingga kondisi tersebut tentu menjadikan Pacitan menjadi satu daerah yang kaya potensi.

Kajian dari sisi sosial-budaya-dan sisi human resources dikupas oleh penulis di bab III. Didalam bab ini, penulis mencoba mengkaji sisi budaya yang ada di pacitan, seperti kajian tentang petilasan sentono gentong serta tinjauan historisnya, studi tentang upacara Ceprotan dan Wayang beber dalam tinjauan historis dan metodologi pelaksanaannya dan juga kesenian Kethek Ogleng di Nawangan.

Yang menarik di Bab III ini adalah analisis mengenai budaya Jawa, baik Jawa sebagai budaya maupun karakter masyarakat pacitan, serta Studi tentang Masyarakat dan analisis histori Islamis-Jawaisme di Pacitan menjadi satu hal yang menjadi romantika perjalanan menyejarah Pacitan, baik dalam kerangka ideologisasi maupun dalam kerangka budaya. Islamis-jawaisme menjadi satu kesatuan utuh yang terinternalisasi dalam keseharian masyarakat Pacitan. Didalam bab ini penulis mencoba menyajikan bahwa Kebudayaan Jawa, dari dulu hingga sekarang telah menjadi akar yang sulit dipisahkan dari masyarakat Pacitan. Bahkan saat islam masuk dan menggantikan ideologi masyarakat sebelumnya, pendekatan yang dilakukan oleh para ulama dalam mendakwahkan islam adalah dengan budaya Jawa itu sendiri. Selain pembahasan mengenai jawaisme dan Islamisme sebagai budaya masyarakat, penulis juga menjelaskan studi tokoh – tokoh di Pacitan yang berpengaruh dan menjadi tokoh besar di Indonesia.

Kemudian lanjut ke Bab IV, disini penulis menampilkan bedah potensi alam Pacitan yang tentu menjadi potensi unggulan di Kabupaten Pacitan. Mulai dari sektor pariwisata, baik itu Goa, Laut, wisata sejarah, dan lain sebagainya. Secara runtut penulis menjelaskan karakteristik, peta potensi, dan keunggulan masing – masing obyek wisata di pacitan. Selain itu di bab ini juga dibahas potensi alam lain selain pariwisata. Seperti potensi perikanan, potensi pertambangan, potensi perkebunan, potensi hutan, dan secara khusus penulis juga mencoba mengidentifikasi potensi keanekaragaman hayati di kawasan karst Pacitan.

Di bab terakhir dari buku ini, yaitu bab V, penulis membincangkan narasi Pacitan masa depan. Mencoba menggali kembali analisis SWOT pembanguna Pacitan sampai saat ini, lalu membuat satu rekomendasi yang disesuaikan dengan RPJMD Pacitan. Karena, seperti halnya kota dan kabupaten lainnya di Indonesia, untuk dapat mewujudkan Visi Pacitan dalam konteks pembangunan daerah, sangat dibutuhkan political will, baik oleh Pemerintah dengan kebijakan otonomi daerah, maupun oleh masyarakat dan seluruh stakeholders. Salah satu rekomendasi dari penulis adalah mencoba membuat strategi pencapaian pembangunan Prioritas di Kabupaten Pacitan. Selamat menikmati sajian buku ini.

 E-mail penulis : dwipacitanisti@gmail.com

Twitter : @dwi_itudua

Facebook: Dwi Purnawan Pacitanisti

Blog : http://terpaksabikinwebsite.wordpress.com

About these ads

12 thoughts on “Sinopsis Buku : Pacitan, The Heaven Of Indonesia

Mari berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s